Pudding kreasi Lani seorang
ibu rumahtangga dari Meruya, Jakarta Barat, ini memiliki dua keunggulan. Bentuknya
mungil dan unggul dengan 35 varian rasa. Diferensiasi
bentuk dan rasa ini berhasil menarik minat masyarakat. Modal awalnya
kecil, peralatannya pun menggunakan yang ada di rumah.
![]() |
| Puding mini |
Strategi inovasi produk ini terbukti mampu menarik konsumen. Saat itu belum ada
toko yang menjual pudding dengan varian rasa sebanyak ini. “ Kini dengan bentuk mini, dalam satu kardus konsumen
bisa merasakan pudding beraneka macam rasa,” tambah
Lani.
Menjual kreasi dan inovasi
Sweet Mom Mini
Pudding
menyediakan dua jenis pudding, yang terbuat
dari santan dan susu. Selain pudding mini, tersedia pula yang berukuran medium sebagai
gift / hantaran. Bentuknya lucu-lucu,
dan selalu mengikuti tema hari-hari besar, misalnya Natal, Imlek, dan Lebaran.
“Yang
paling favorit adalah Coconut Lovers dan Cendol, karena ada nangka dan
cendolnya. Kami juga memproduksi Pudding Kolak saat bulan Ramadhan. Bahan-bahannya
ada pisang, pacar cina, ubi, dan santan. Pokoknya rasanya sama persis dengan
kolak,” kata Lani meyakinkan. Sedangkan yang paling
spesial adalah pudding Rainbow. Terdiri dari 22 lapis, dan dicetak dalam loyang kotak, dipotong mirip lapis legit.
Kapasitas
produksi Sweet Mom Mini Pudding 1.000 – 3.000 pudding mini/hari. “Karena ini produk
handmade, seringkali pesanan
yang membludak pada hari-hari tertentu tak bisa terlayani,” ungkapnya. Padahal selain 18 karyawannya, Lani juga mengerahkan tenaga freelance.
Selama ini pelanggan Sweet
Mom Mini Pudding berasal dari semua kalangan dari anak-anak hingga dewasa.
Kebanyakan mereka membeli untuk dibawa pulang. Bisa juga delivery, namun jika
dalam jumlah banyak diatas 100,dikenakan DP minimal 50%.
Pelayanan dan kepercayaan
Nama
Sweet Mom Mini Pudding dipilih karena
Lani ingin menurunkan resep keluarga yang selama ini ia pertahankan kepada
anak-anaknya. “Ruangan dan puddingnya juga sengaja didominasi warna pink dan biru karena itu warna favorit saya,”
tambahnya. Outletnya terletak di BSD, Tangerang dan Meruya Ilir, Jakarta
Barat.
Untuk
menjaga kepercayaan pelanggan, Lani selalu mempertahankan kualitas rasa. Seperti
contoh, pada musim kemarau, harga kelapa pasti naik. Namun kekentalan santan
dalam proses produksi, tetap terjaga. Tidak lantas dikurangi. Hal ini dilakukan
agar kualitas tetap terjaga.
Menurut
pengakuan Lani, modal awal untuk berbisnis pudding sangat kecil. Perkakasnya pun semula hanya menggunakan yang sudah tersedia di rumah seperti kulkas
kecil 2 pintu, kompor, dan peralatan masak, serta bahan-bahan pudding. Harga
puddingnya pun masih murah. “Tahun 2001 itu saya jual Rp 2 ribu per buah, tapi
baru ada 3 rasa. Puji Tuhan mereka yang sudah merasakan kebanyakan datang
kembali untuk memesan,” katanya mengenang.
Kini harga produknya pun masih
terjangkau, Rp. 4500/pcs untuk pudding
mini santan dan Rp 5.500 untuk puding susu + vla. Sedangkan ukuran
medium, harganya Rp 65 ribu per loyang.
Usaha
rumahan ini sekarang sudah berkembang. Outlet Sweet Mom Mini Pudding terletak di
BSD, Tangerang dan Meruya Ilir, Jakarta Barat. Lani bersyukur karena usaha yang ia rintis
dari nol kini bisa dijadikan sebagai lapangan pekerjaan. “Semua karyawan, saya
ambil dari orang-orang di sekitar rumah. Yang penting mereka ada kemauan kerja,”
ucapnya lega.

No comments:
Post a Comment