Teknik
hidroponik memanfaatkan larutan nutrisi dari kolam ikan menghemat biaya pupuk. Kotoran
ikan dan sisa pakan menjadi sumber nutrisi bagi tanaman. Hasil ganda pun
diperoleh. Sembari menunggu panen ikan, sayuran bisa menjadi pendapatan harian.
![]() |
| Sistem aquaponik merupakan perpaduan antara hidroponik dan budidaya ikan. |
Tambah Oksigen
kurangi amonia
Tentu saja Randi tak langsung sukses mengujicoba
teknik akuaponik ini. Awalnya ia membuat sistem resirkulasi air dengan membuat
rak hidroponik di atas kolam lele. Namun teknik ini menimbulkan kerugian cukup
besar. Saat panen, tingkat kematian lele 60-70 %.
Selanjutnya ia membuat rumah plastik untuk kangkung
hidroponik dan kolam lele di luarnya. Di dalam rumah plastik terdapat
kolam-kolam kecil yang berisi air dari kolam budidaya. Air itulah yang
digunakan untuk mengisi rak-rak hidroponik berisi kangkung. Teknik hidroponik
yang tadinya menggunakan sistem NFT (Nutrient
Film Tehcnique) pun diganti dengan teknik rakit apung. Di bagian atas rak-rak
hidroponik diletakkan styrofoam yang
dilubangi. Akar bibit kangkung dibungkus kapuk lalu dimasukkan ke lubang-lubang
itu. Teknik ini memuaskan. Biaya produksi hemat dan panen kangkung maupun lele
bagus.
Randi terus mengujicoba tingkat kepadatan optimum
untuk kangkung dan lele. Ia pun menemukan potensi optimum untuk kangkung
hidroponik yaitu 114 lubang per m2, dengan jarak tanam 5 cm, dan
tiap lubang berisi 4 bibit. Dari kepadatan tersebut ia berhasil memanen
kangkung rata-rata 2 kg/ m2. Ia juga membuat pola penanaman
terjadwal, sehingga memungkinkan panen kangkung setiap hari. “Kangkung dipanen
waktu belum terlalu tua. Masyarakat senang kangkung yang renyah, tidak alot,
dan dimasak enggak hitam,” kata Randi.
Ia juga mencari kepadatan optimum untuk lele, dan
menemukan 200 benih / m2. Dengan kolam berukuran 4 m x 2 m, ia
menaburkan 1600 bibit lele. Dua bulan kemudian lele dipanen. Dengan tingkat
kematian 2-5 % hasil panennya 140-150 kg lele. Tapi menurut Randi kepadatan
kolam bisa dinaikkan dengan peningkatan kualitas air kolam. Caranya, tingkatkan
ketersediaan oksigen dan kurangi kandungan amonia dalam air kolam.
Untuk meningkatkan O2 ia memberi kucuran
air di kolam lele. Sementara untuk mengurangi kadar amonia di kolam ia memberi
pakan sesuai kebutuhan lele. Pasalnya, jika pakan yang diberikan terlalu banyak
maka sisa pakan akan meningkatkan amonia di dalam air. Selain itu, Randi juga
memberikan pakan alami yang dibuat sendiri. Pelet berbentuk granula yang larut
di dalam air.

No comments:
Post a Comment