Sensasi Unik, Kejutan Lauk Nasi Towel - KABAR BISNIS MU

KABAR BISNIS MU

Bisnis adalah kegiatan manusia yang bertujuan untuk menghasilkan uang dengan memproduksi dan menjual suatu produk, baik itu barang atau jasa. KABAR BISNISMU memberikan segudang informasi tentang peluang usaha, bisnis,kuliner,tehnologi dan berita berita terbaru

Breaking

Friday, January 18, 2019

Sensasi Unik, Kejutan Lauk Nasi Towel

Angel, ibu rumah tangga dari Kemanggisan Slipi, Jakarta Barat, membuat kreasi makanan baru, Nasi Towel. Disebut demikian karena beraneka macam lauknya dikemas di dalam nasi, seperti  bakpao.  Selain  nikmat,  juga  praktis dan kerapian. Tak berantakan ketika dibawa, dan  awet hingga 10 hari. Pesanan laris, omzetnya sekitar Rp 3 juta/hari.   

Nasi toel memberi kejutan bagi pemesan.
Wanita kreatif  ini mengawali bisnis kuliner  sekitar  Juli 2010, dengan modal tak lebih dari Rp 5 juta.  “Karena ini  usaha rumahan, saya memanfaatkan peralatan  yang sudah ada di dapur,” tutur ibu dua anak ini.  Karya  pertamanya bubur strawberry, kemudian  bubur wortel.  Ia menamai produknya bubur sehat. Dengan melayani pesanan, produknya mendapat tanggapan yang bagus dari konsumen.

“Selanjutnya banyak kawan bertanya, selain bubur bisa pesan apa lagi?” katanya.  Akhirnya ia berkreasi membuat  Nasi Towel.  Ide ini  terinspirasi oleh bakpao.  Bagaimana kalau makanan tersebut dibuat  dengan nasi dan isinya adalah aneka lauk-pauk.  Jenis pertama yang dibuat adalah Nasi Towel campur.  Berisi ikan rica khas Manado,  ditambah daging ayam ungkep khas Jepara.  Tambahan lain yaitu teri sambal ijo khas masakan Padang.   Ternyata produk Nasi Towel campur  laris manis,  menggeser kepopuleran  produk bubur sehatnya.

Wujud sajian Nasi Towel praktis,  rapi dan sederhana.  Sebab, semua lauk berada di dalam nasi.  Lantaran cara makannya  dengan mengaduk-aduk (ditowel-towel) ,   makanan ini lalu  diberi nama  Nasi Towel.  Bagi  yang tidak menyukai  pedas, disarankan  membelah-belah dulu nasi tersebut.  Agar bagian yang berisi sambal tidak langsung termakan.  Namun, bagi penyuka pedas, silakan langsung menikmati nasi ini. 

Pada bagian tertentu, Anda akan menyantap ayam, di bagian yang lain terasa sambal teri dan di bagian yang lain ikan asin.  Lauk yang tak terduga itu menjadi daya tarik nasi towel.  Sambutan konsumen yang  bagus mendorong  Angel mengembangkan  produk NasiTowel ini. Lalu diciptakan menu-menu nasi towel yang lain.  Angel memang tidak memiliki  warung, ia khusus menerina pesanan.  Setiap hari ia mampu menjual nasi towel sebanyak  100 – 150 porsi.

Omzetnya Rp 3 juta/hari

Pemesan terbanyak  datang dari sekolahan, komunitas gereja, dan tetangga sekitarnya. “Kalau  ada acara arisan dan pindahan rumah baru saya kebanjiran order,” pengakuannya bangga.  Menurut  Angel,  di antara pilihan jenis dagangannya  yang paling digemari pelanggannya adalah Nasi Towel campur. Hal ini disebabkan nasi towel campu merupakan menu yang dikeluarkan pertama kali.  Sehingga citarasanya paling familier di lidah konsumen.
Jumlah pesanan semakin melonjak  setelah Nasi Towel dipasarkan dalam kemasan boks eksklusif berlabel.  Sebelum menggunakan boks berlabel omzetnya hanya Rp 200.000 – 300.000 / hari.  Namun setelah menggunakan box berlabel, omzetnya mencapai Rp 2 juta – 3 juta / hari.      

Berdasarkan ukuran, nasi towel dibedakan menjadi 2 jenis.  Yaitu Towel  Jumbo dengan harga Rp 13.000/porsi dan Towel kecil  dengan harga harga Rp 7.000/porsi.  Untuk 5 porsi nasi towel jumbo, dibutuhkan beras sebanyal 1 liter.  “Untuk hari ini saja saya sudah memasak 50 liter nasi, jadi jumlah porsi bisa dihitung sendiri,” tuturnya sambil tertawa.

Arus pemesanan berlangsung kencang pada saat pagi hari.   Saat ini Angel dibantu 2 karyawan tetap.  Bila pesanan membanjir, ia akan memanggil karyawan tamabahan.  Selain melalui komunitas, dan organisasi, Angel memasarkan nasi towelnya melalui Facebook dan Black Berry.  Disamping itu, saat Angel mendapat pesanan dalam jumlah banyak dari pelanggan, ia tak segan-segan memberikan bonus tambahan.  “Kalau pesan 5 , saya kasih 7,” tuturnya. Pemasaran lain dibantu oleh suaminya yang kebetulan bekerja dibidang jasa travel.   Sampai saat ini belum ada pesaing.  Sebab, produknya memang tergolong masih baru. 

No comments:

Post a Comment