Memasang spoiler menjadi cara yang bagus untuk
memperbiki penampilan dan aerodinamika mobil. Namun, mungkinkah penambahan
spoiler bisa menimbulkan dampak negatif dan mebahayakan?
![]() |
| Uji coba aliran udara untuk menentukan arah asap akibat spoiler. |
Spoiler adalah sayap atau aerofoil yang
dipasang di bagian belakang mobil. Berfungsi untuk memecah aliran arus udara
dan meningkatkan tubulensi agar menghasilkan downforce. (atau untuk menigkatkan
daya tarik, tergantu kecepatan dari sebuah mobil). Spoiler dibuat dengan desain
berbagai bentuk dan ukuran. Ada yang kecil, tetapi ada pula yang besar. Lantas
di mana letak bahayanya?
Sebuah penelitian babaru-baru ini yang
dilakukan oleh Dr. Aonghus McNabola di Trinity College, Dubin menunjukkan bahwa
spoiler yang dipasang di bagian belakang mobil dan berfungsi untuk tujuan
aerodinamis ternyata dapat menyebabkan terjadiny kracunan gas monooksida. Lho,
kok bisa? Penelitian menemukan bahwa spoiler belakang yang dipasang pada sudut
tertentu akan memusatkan atau mengumpulkan asap knalpot pada ketinggian kepala
pejalan kaki, dan pengendara sepeda motor yang berada di belakang mobil
tersebut.
Penelitian yang dirilis oleh The New York
Times tersebut mengungkapkan bahwa penelitian MCNabola didasarkan pada
pemodelan ilmiah, menggunakan lima setup spoiler yang berbeda, dengan
mempertimbangkan variabel kecepatan angin dan kendaraan.
Lebih lanjut, hasil penelitian tersebut
menemukan bahwa konfigurasi spoiler dengan sudut terbesar dari ke lima setup
spoiler menunjukkan konsentrasi benzena terbesar (benzena adalah polutan gas
buangan yang merugikan kesehatan) lebih dari 40% pada ketinggian kepala
manusia. Sementara itu, spoiler yang di desain datar hanya menyebarkan polusi
sekitar 18%.
Spoiler tidak akan mengubah jumlah polusi,
namun hanya akan mengakibatkan gas polutan menjadi terkonsentrasi di area
ketinggian kepala manusia. Kesimpulan akhir McNabola yaitu bahwa produsen
spoiler mobil dapat menggunakan informasi tersebut untuk merancang sopiler guna
mengurangi dampak polusi terhadap pejalan kaki dan pengendara sepeda motor.
Peneliti tersebut menganjurkan agar pejalan
kaki dan pengendara sepeda motor mengenakan masker.
Sumber: http://www.superstreetonline.com

No comments:
Post a Comment