Aki kering dan jenis aki basah sudah populer
dan dikenal lama. Namun yang harus diketahui saat ini ada aki gel dari Global
Battery. Lantas apa perbedaan ketiga jenis aki tersebut?
![]() |
| Aki Gel mengadopsi teknologi pesawat terbang. |
Aki basah menggunakan cairan kimia atau air
aki yang level atau volumenya harus rutin diperiksa. Sementara itu, jenis aki
kering hanya melakukan pengisisan pada awal pembelian sebelum dipasang. Di sisi
lain, aki gel hanya tinggal dipasang setelah dibeli. Aki gel sebenarnya hampir
sama dengan aki kering. Aki ini menerapkan teknologi gel.
Teknologi tersebut dapat mengurangi terjadinya
penguapan elektrolit. Selain itu juga berfungsi untuk menurunkan kemungkinn
terjadinya sef-discharge. Aki ini berusia lebih panjang dibandingkan dengan
kedua tipe aki yang lain. Memiliki pelat elektroda aman dalam multi komponen
gel, serta dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama. Aki ini memiliki posisi
pemasangan yang fleksibel.
Dalam kondisi dipasang terbalikpun, aki ini tetap
aman. Menurut penuturan Cinthya, marketing Global Battery mengatakan bahwa
teknologi gel membuat aki ini tahan terhadap guncangan.
Aki gel memiliki kapasitas pengisian daya
listrik yang stabil. Di samping itu juga punya kemampuan isi ulang daya yang
tingg dan cepat untuk menghasilkan tenaga yang konsisten. Aki Gel menggunakan
kepala atau kutub yang dibuat dari tembaga atau titanium. Berbeda dengan aki
kering dan aki basah yang menggunkn bahan timah untuk membuat kutubnya. “Tembaga
dan titanium bersifat lebih awet dan lebih cepat mengalirkan listrik,” papar
Cinthya.
Aki gel termasuk jenis aki yang tak
membutuhkan perawatan (no maintenance). Brosis tak perlu kawatir aki ini tak
mudah tekor meskipun motor lama tidak dihidupkan. Teknologi gel membuat daya
ampere aki tidak mudah drop.

No comments:
Post a Comment