Klik-iT: Peluang Inovasi Stop Kontak Unik - KABAR BISNIS MU

KABAR BISNIS MU

Bisnis adalah kegiatan manusia yang bertujuan untuk menghasilkan uang dengan memproduksi dan menjual suatu produk, baik itu barang atau jasa. KABAR BISNISMU memberikan segudang informasi tentang peluang usaha, bisnis,kuliner,tehnologi dan berita berita terbaru

Breaking

Tuesday, January 22, 2019

Klik-iT: Peluang Inovasi Stop Kontak Unik

Inovasi usaha tidak selalu dengan teknologi tinggi.  PT Sumber Harapan Abadi berinovasi dengan produk stop kontak Klik-iT yang tepat guna. Lebih simple dan praktis dari stop kontak telah tersebar di pasar. Peluang pasarnya amat luas, menawarkan kemitraan  reseller. 

Klik IT mudah tapi tetap aman.
Selama ini sistem kelistrikan di kebanyakan rumah menggunakan kabel multiplug yang terpusat di satu titik.  Kondisi ini mengakibatkan pemakaian kabel boros,  dan beban listriknya besar. Akibat lainnya,  mudah panas dan rawan kebakaran.  Apalagi  kini kebutuhan listrik semakin bertambah, sementara  jumlah stop kontak di perumahan terbatas.  “Dalam sebuah ruangan  atau kamar  biasanya  cuma ada 1 atau 2 stop kontak saja,” tutur Enrico F. Limman, Product Manager Klik-iT.

Melihat kondisi seperti itu, PT Sumber Harapan Abadi berinovasi dengan menciptakan  Klik –iT sebuah model stop kontak yang bisa dipasang pada beberapa titik sekaligus dalam satu jalur kabel.  Produk ini merupakan  sebuah kabel ekstension fleksibel, yang memungkinkan  membuat stop kontak dimana saja sepanjang kabel dengan sistem jepit tanpa kupas kabel. Cukup dengan 3 T (Taruh, Tekan, dan Tancap). Dengan begitu jumlah stop kontak dapat disesuaikan dengan kebutuhan kita.

Lebih mudah dan aman

Paket yang ditawarkan harganya  Rp 80.000 / pack. Terdiri atas  4 unit stop kontak Klik-iT, 10 meter kabel khusus Klik-iT, 9 buah cable holder, 4 buah cable ties, serta buku manual penggunaannya. Cara instalasinya  mudah.  Anda tinggal membuka kabel Klik-iT dan diulur sesuai kebutuhan.  Kemudian memasang stop kontak Klik-iT di tempat yang diinginkan,  menggunakan sistem jepit, bukan sistem kupas kabel.   “Produk ini bisa diletakkan menggantung di tembok, menempel di meja, lemari bahkan di permukaan kaca. Mau diletakkan di lantai pun bisa, semua kembali ke kebutuhan dan kreativitas penggunanya,” jelas Enrico.

November 2011,  pertama kali produk ini diluncurkan di Indokomtek dan dipasarkan di berbagai toko. Karena penyambungan listriknya  menggunakan sistem sistem tusuk,  kabel yang digunakan adalah kabel berbentuk kotak.  Awalnya, tantangan yang muncul yaitu menemukan pemasok kabel berbentuk kotak yang tidak banyak ditemukan.  Setelah menemukan kabel, pengembangan berikutnya yaitu dari sisi stop kontak.  Stop kontak produk Klik-iT berbeda dengan yang beredar di pasar.  Stop kontak ini dilengkapi dengan 4 lubang.  Hal ini memungkinkan 2 macam jenis stop-kontak bisa diaplikasikan secara langsung pada perangkat ini.  Berdasarkan ukuran diameter stop kontak dibedakan 2 macam.  Yaitu berdiameter 4,8 mm dan 4 mm.  

Teknologi inovatif produk  terlihat  pada bagian penusuk kabel.  “Kami mendesain dengan besaran sudut tertentu. Sehingga ketika ditusukkan, bisa dipastikan metal penusuk akan mengenai logam di dalam kabel.  Namun tidak tembus,” imbuh Enrico. Sudut yang tepat juga memungkinkan metal penusuk membengkok atau menyeberang menuju kutup berlawanan.  Sehingga kasus korseleting bisa dicegah.  

Bagian riset dan pengembangan  Klik-iT telah melakukan penelitian yang hasilnya membuktikan bahwa kabel dapat ditusuk dan dicabut sebanyak 5 kali.  “Kabel bisa ditusuk-lalu dicabut lagi sebanyak 5 kali,” kata Enrico.  Namun demikian,  ia tidak menyarankan hal tersebut.  “Kami sarankan 1 kali pasang saja,” imbuhnya.

Bersaing dengan inovasi

Saat ini pemasaran produk ini masih difokuskan di Jabodetabek. Produk baru ini masih harus dikembangkan.  Enrico mengharapkan bantuan dari para konsumen dengan memberikan masukan melalui saran dan kritik atas produk ini. “Agar bisa bersaing, produk harus inivatif.  Selain punya kelebihan dan mampu memberikan kemudahan kepada konsumen, juga harus unik dibandingkan dengan produk yang sudah ada,” ujar Enrico.

Di Jabodetabek, Klik-iT telah masuk ke 600  outlet, baik toko tradisional maupu modern seperti  Glodok Elektronik, Rumah Kita, Dunia Bangunan, BJ Bangunan, dan Super Home.  Strategi pemasaran lain yang ditempuh yaitu melalui internet, dan pameran.  Pemasaran juga dilakukan melalui sistem corporate sales.  Menurut Enrico,  pihaknya tak hanya menjual produk.  Untuk konsumen perusahaan,  ia juga  memberikan layanan perakitan dan pemasangan.

Saat ini  Klik-iT sudah memiliki banyak reseller di luar pulau.  Syarat untuk menjadi reseller  tidak sulit.  Pembelian dilakukan secara beli putus.  Minimal pembelian sebanyak 15 paket.  Bagi yang tertarik sebagai distributor minimal pembeliannya  50 paket.  Keuntungan yang ditawarkan sebesar 35%.

Sampai  tahun 2012,  Klik-iT memproduksi sekitar 10.000 paket.  Setiap paket dijual seharga Rp 75.000 –  Rp 90.000.  Setiap bulan 1000 paket berhasil dijual.  Pasar terbesarnya masih di JABODETABEK,  berikutnya disusul Surabaya, Medan dan Denpasar. 

No comments:

Post a Comment