Jemmy Asiku: Raja Handphone dari Indonesia Timur - KABAR BISNIS MU

KABAR BISNIS MU

Bisnis adalah kegiatan manusia yang bertujuan untuk menghasilkan uang dengan memproduksi dan menjual suatu produk, baik itu barang atau jasa. KABAR BISNISMU memberikan segudang informasi tentang peluang usaha, bisnis,kuliner,tehnologi dan berita berita terbaru

Breaking

Tuesday, January 22, 2019

Jemmy Asiku: Raja Handphone dari Indonesia Timur

Dari sebuah lapak penjual  nomor perdana dan voucher isi ulang handphone,  Jemmy Asiku  terus merajut kesuksesan  dan merajai bisnis information technology ( IT) di kawasan Indonesia timur. Setelah membangun  mall IT berkonsep strata title modern pertama dan terbesar di Manado, ia juga terjun ke bisnis perhotelan.

Jemy Asiku, pengusaha IT di Manado.
Pria kreatif dan ulet ini mengawali usaha dengan modal Rp 10 juta hasil menjual  mobil saat masih tinggal di Surabaya.  Uang tersebut  digunakan untuk mengulak nomor perdana dan voucher,  kemudian dijual di Manado.  Modal berikutnya adalah semangat dan kemauan keras.  Kios selular pertamanya  S-Cell yang didirikan tahun 2001  berlokasi di  kawasan  Bahu, Sulawesi dan jasa isi ulang elektronik Parafone.com .  Kios tersebut merupakan hasil kerjasama dengan adiknya. 

Dengan semangat keras dan kemauan ulet yang mendarah-daging  usahanya terus berkembang tahap demi tahap.  Secara perlahan tapi pasti, jumlah tokonya  semakin bertambah hingga mencapai  38 gerai. Tersebar di kawasan Sulawesi  seperti  Makassar, Palu, Gorontalo, Kendari , Ternate dan Manado.  Sementara kejujuran yang dimiliki menjadi pupuk jaringan bisnis  dan kepercayaan mitra usahanya.  Pada tahun 2002,  pengusaha muda ini dipercaya  oleh Nokia sebagai perwakilannya  di Manado.  Masih di tahun yang sama, prestasi Jemmy di bidang pemasaran IT menyedot perhatian Indosat.  “Saat itu saya menjadi dealer tunggal Indosat di Manado,” tutur lulusan Sekolah Tinggi Teknik Surabaya ini.

Tak berhenti di situ, prestasinya dalam memasarkan produk celuler-phone  membuat Telkomsel tertarik.  Tahun 2004 Jemmy dipercaya sebagai perwakilan Telkomsel di Manado.  Ketika  Telkomsel mengubah kebijakan kemitraan, yakni  mengharuskan  distributor loyal hanya pada satu brand ,  Jemmy terpaksa melepas Indosat. “Sebagai gantinya, Telkomsel memperluas wilayah usaha saya.  Yang awalnya hanya sebatas Sulawesi Utara, menjadi seluruh Sulawesi,” katanya.  Jemmy memilih Telkomsel karena tidak terlalu banyak dealer.  Di Sulawesi hanya ada 8 dealer.  Keahliannya dalam hal marketing juga membuatnya dipercaya  sebagai main distributor Samsung  dan Nokia untuk wilayah Sulawesi Utara.

Terinspirasi ITC Roxy

Tahun 2006 seiring dengan berkembangnya  jaringan bisnis teknologi  informasi yang dijalani,  Jemmy terinsipirasi melakukan lompatan besar membuat semacam sentra bisnis produk TI.   “Gerai toko saya yang banyak pastinya akan semakin berpotensi bila dijadikan satu dalam sebuah tempat,” tuturnya.   “Saat itu saya mulai berfikir, lebih strategis bila membuat semacam IT Center .  Tapi kalau harus dimulai sendiri tentu tidak mungkin,” papar ayah dua putra itu.

Untuk menyiasati hal tersebut, Jemmy mengkoordinir 3 pedagang HP di sekitar gerainya.  Strategi tersebut membuahkan hasil.  Jumlah kios terus bertambah menjadi 24 buah.  “Lalu muncul tantangan lagi.  Kalau cuma 24 kios, tidak akan muat dan mencukupi kebutuhan konsumen yang semakin banyak.  Saya terinspirasi oleh ITC Roxy Mas yang berlokasi di Jakarta. Sentra IT semacam itu harus bisa saya buat,” tutur Jemmy.  Hingga suatu saat Jemmy mendapatkan tawaran sebuah gedung pusat perbelanjaan di Jl. Piere Tendean Boulevard, Manado.  “Bangunan ini adalah proyek setengah jadi. Dulu namanya Center Poin.  Karena bermasalah kemudian dijual, maka saat itu juga saya beli dan saya teruskan pembangunannya,” tambah pria  kreatif ini.

Gedung kemudian dirancang dengan  3 konsep yang berada di Roxy Mas, Glodok dan Mangga Dua, Jakarta.  “Kalau Roxy kan jualan HP, Glodok elektronik, dan Mangga Dua adalah sentra fashion.  Nah, dalam gedung ini ketiga macam produk tersebut ada,” kata Jemmy. Pusat penjualan sarana teknologi informasi  yang dinamai  IT Center  tersebut memuat  sekitar 600 kios.  Harga sewa kios di dalamnya  bervariasi mulai dari ukuran dan letak kios di tiap lantai. harga sewa kios mulai dari Rp. 2.300.000/bulan dan open counter Rp. 1.200.000/bulan. Ground Floor   dikhususkan untuk penjualan  produk atau dealer HP, dan komputer.   Upper Ground untuk Zona HP multi brand dan asesoris.  Lantai 1 untuk HP,  kamera, kacamata, jam tangan dan perlengkapan elektronik lainnya.  Sedangkan lantai 2 dan 3 untuk fashion.  Lantai 5 untuk  food court.
      
Kini setiap harinya  pusat penjualan sarana teknologi informasi tersebut dikunjungi sekitar 22 ribu orang, serta sekurangnya terjadi transaksi sebesar Rp1,5 miliar/ hari.

Formula sukses

Kerja keras menjadi kunci sukses bagi Jemmy.  Di awal merintis usaha ia biasa bekerja dari pagi hingga kembali pagi.  “Orang bilang kerja Sangkuriang adalah mision immposible.  Tapi berbekal bekerja keras, hal yang tidak mungkin bisa menjadi kenyataan,” tuturnya.  Menurutnya, banyak orang terlalu sering mentolerir kesalahan dan kemalasan diri sendiri.  Akibatnya hasil yang dicapai tidak maksimal. Kunci keberhasilan yang lain adalah bekerja  cepat,  tepat, dan  disiplin.  Tak hanya  dalam soal waktu, namun lebih pada konsistensi. 

Yang tak kalah pentingnya  adalah kejujuran.   “Saya harus selalu memberikan kepercayaan kepada pelangan maupun supplier. Makanya sejak awal saya bertekad menjual produk resmi.  Produk resmi lebih dipercaya dan jarang mengecewakan konsumen,” katanya.  “Kalau mau jujur yaa… harus jujur terus.  Jangan kok, sekarang jujur setelah itu tidak jujur,” kata Jemmy.

Tak bisa dipungkiri,  jejak langkah bisnis Jemmy Asiku diakui masyarakat  Manado. Namanya  dikenal sebagai Raja Handphone.  Pria  ini  optimis,  bisnis di bidang  teknologi  informasi selalu berkembang.  Menurutnya,  pepatah  the world  on your fingerips,  telah terjadi.  “Ini adalah zaman ketika kita ingin mencari apapun tinggal mengetik. Barang yang diinginkan segera ditemukan.  Apapun bendanya dan di belahan bumi manapun letaknya menjadi mudah ditemukan,” tutur Jemmy.

Jemmy juga menandaskan,  saat ini zamannya IT.  Dulu orang hidup harus berburu,  setelah itu zaman berevolusi. Periode berikutnya, orang harus bercocok tanam.  Lalu berevolusi lagi,  muncul zaman industri.  Hasil buruan dan bercocok tanam harus disimpan.  Zaman ini IT merajai.  “Tanpa IT, orang akan mati.  Coba bayangkan bila server mati, perbankan pasti lumpuh, perekonomian kacau,” tutur Jemmy.

Jemmy tak ingin berhenti pada kesuksesan sebagai pemilik  ITCenter Manado.  Ia bercita-cita mendirikan  ITCenter lain di berbagai kota besar di seluruh Sulawesi. “Semakin besar usaha yang saya miliki berarti semakin banyak yang bisa saya berikan bagi sesama. Secara tidak langsung  kita sudah berkarya untuk sesama dan demi kebesaran nama Tuhan,” paparnya.

No comments:

Post a Comment