Jamur di Pekarangan: Rejeki Hasil Panen, Penjualan Bag Bog, & Pelatihan - KABAR BISNIS MU

KABAR BISNIS MU

Bisnis adalah kegiatan manusia yang bertujuan untuk menghasilkan uang dengan memproduksi dan menjual suatu produk, baik itu barang atau jasa. KABAR BISNISMU memberikan segudang informasi tentang peluang usaha, bisnis,kuliner,tehnologi dan berita berita terbaru

Breaking

Saturday, January 19, 2019

Jamur di Pekarangan: Rejeki Hasil Panen, Penjualan Bag Bog, & Pelatihan

Ingin bertanam sayur, di lahan terbatas serta tidak butuh perawatan khusus? Pilih jamur sebagai komoditas sayur di kebun Anda.

Jamur Kuping siap panen.
Ada banyak jamur yang bisa dibudidayakan.  Diantaranya,  jamur tiram dan jamur kuping.  Jenis jamur yang dipilih harus disesuaikan dengan kondisi lingkungan.  Terutama temperatur  udara.  Jamur tiram cocok dibudidayakan di daerah sejuk.  Sementara, jamur merang sebaiknya  ditanam di daerah dataran rendah berhawa panas. 

Jamur kuping lebih luwes dibanding jenis jamur lain.  Bisa dibudidayakan di daerah berhawa sejuk, bisa pula di dataran rendah.  Hanya saja,  yang dibudidayakan di daerah dataran rendah ukurannya cenderung lebih kecil dibanding dengan jamur kuping hasil budidaya dataran tinggi.  

Jual jamur dan bibit

Budidaya jamur tiram di pekarangan dilakukan oleh H. M. Amin, warga  Cipayung, Jakarta Timur. Ketua Kelompok Petani Ikan Super Murah ini mengaku memanen jamur setiap hari.  Dalam petak berukuran 7 x 8 m, Amin memperoleh pendapatan Rp 35.000 / hari. Bila dikalkulasi, dari lahan mungil tersebut, tiap bulan Amin meraup Rp 1 juta.

Syarat utama budidaya jamur adalah kelembapan udara. Oleh karena itu Amin   memanfaatkan kondisi lembap di atas kolam ikannya sebagai tempat membudidayakan jamur Tiram.  “Kita tak perlu melakukan fogging dengan sprayer, karena suhu di atas kolam berkisar antara 22 – 23ºC.  Ideal untuk pertumbuhan jamur,” tuturnya.  Bag log atau kantung jamur bisa menghasilkan jamur selama 5 bulan.  Usai itu harus diganti dengan bag log baru. 

Selain dipanen sebagai jamur konsumsi, Amin juga menjajakan jamur itu dalam bentuk bag log siap tanam.  Bag log tersebut telah diisi dengan bibit jamur.  “Banyak petani jamur yang ambil bag log dari saya. Harganya tak mahal, cukup Rp 1800 – 2000 / bag log,” tuturnya.  Bag log tersebut siap menghasilkan jamur sekitar 2 – 3 minggu.  Dari menjual bag log ini saja ia dapat menghasilkan uang sebanyak : Rp 2 – 3 juta / bulan.

Jamur kuping dipanen 3 minggu

Petani jamur lainnya Sumedi Purbo, warga  Pakem, Yogyakarta,  memilih  jamur kuping sebagai produk andalannya.  Disamping itu ia juga memproduksi jamur ganoderma.  “Kalau ganoderma bukan dikonsumsi sebagai makanan.  Tapi sebagai bahan ramuan obat,” tutur Ketua Koperasi Jamur Lancar di Sleman ini. Sedangkan jamur kuping dijual dalam bentuk kering,  sebagai bahan baku  keripik jamur.

Jamur kuping tumbuh subur di daerah berhawa sejuk (26 – 28ºC) dan basah.  Lantaran tak boleh terkena terik matahari langsung, jamur ini butuh naungan. Yang pertama harus dilakukan membuat kumbung, yakni  rumah tanam.  Bangunan   seperti gubug ini berfungsi untuk memberikan kondisi lingkungan sesuai kebutuhan pertumbuhan jamur.  Untuk skala rumah tangga, sebaiknya kumbung dibuat dari bambu atau kayu.  “Kumbung permanen butuh biaya banyak,” papar Medi.  Ukuran ketinggian, panjang, serta lebar disesuaikan luas lahan.

Dalam kumbung jamur ditaruh di atas lantai atau ditata dalam rak bersusun.  Bila ditaruh di atas lantai, perlu diberi alas  dari karung plastik atau bambu.  Tujuannya supaya jamur terhindar dari serangan serangga dan bag log (tempat menanam jamur) tidak terkontaminasi virus, dan bakteri lain yang tidak diinginkan.

Jamur yang ditata pada rak bersusun tentu lebih aman.  Selain itu jumlah jamur yang ditampung bisa jadi lebih banyak, proses perawatan menjadi lebih mudah dilakukan dan  mengurangi resiko kontaminasi. Jamur kuping siap dipanen setelah berusia 3 sampai 4 minggu sejak tumbuhnya batang bawah.  Atau saat jamur mencapai berat kira-kira 64 gram (berdiameter 10 – 15 cm).  Selamat mencoba.

No comments:

Post a Comment