Ingin bertanam sayur, di
lahan terbatas serta tidak butuh perawatan khusus? Pilih jamur sebagai komoditas
sayur di kebun Anda.
![]() |
| Jamur Kuping siap panen. |
Ada banyak jamur yang bisa dibudidayakan. Diantaranya, jamur tiram dan jamur kuping. Jenis jamur yang dipilih harus disesuaikan
dengan kondisi lingkungan. Terutama
temperatur udara. Jamur tiram cocok dibudidayakan di daerah sejuk. Sementara, jamur merang sebaiknya ditanam di daerah dataran rendah berhawa panas.
Jamur kuping lebih luwes dibanding jenis jamur
lain. Bisa dibudidayakan di daerah
berhawa sejuk, bisa pula di dataran rendah.
Hanya saja, yang dibudidayakan di
daerah dataran rendah ukurannya cenderung lebih kecil dibanding dengan jamur
kuping hasil budidaya dataran tinggi.
Jual jamur dan bibit
Budidaya jamur tiram di pekarangan dilakukan
oleh H. M. Amin, warga Cipayung, Jakarta
Timur. Ketua Kelompok
Petani Ikan Super Murah ini mengaku memanen jamur setiap hari. Dalam petak berukuran 7 x 8 m, Amin
memperoleh pendapatan Rp 35.000 / hari. Bila dikalkulasi, dari lahan mungil
tersebut, tiap bulan Amin meraup Rp 1 juta.
Syarat utama budidaya jamur adalah kelembapan udara. Oleh
karena itu Amin memanfaatkan kondisi
lembap di atas kolam ikannya sebagai tempat membudidayakan jamur Tiram. “Kita tak perlu melakukan fogging dengan sprayer, karena suhu
di atas kolam berkisar antara 22 – 23ºC.
Ideal untuk pertumbuhan jamur,” tuturnya. Bag log atau kantung jamur bisa menghasilkan
jamur selama 5 bulan. Usai itu harus
diganti dengan bag log baru.
Selain dipanen sebagai jamur konsumsi, Amin juga
menjajakan jamur itu dalam bentuk bag log siap tanam. Bag log tersebut telah diisi dengan bibit
jamur. “Banyak petani jamur yang ambil
bag log dari saya. Harganya tak mahal, cukup Rp 1800 – 2000 / bag log,”
tuturnya. Bag log tersebut siap
menghasilkan jamur sekitar 2 – 3 minggu.
Dari menjual bag log ini saja ia dapat menghasilkan uang sebanyak : Rp 2
– 3 juta / bulan.
Jamur kuping dipanen 3 minggu
Petani jamur lainnya Sumedi Purbo, warga Pakem, Yogyakarta, memilih jamur kuping sebagai produk andalannya. Disamping itu ia juga memproduksi jamur
ganoderma. “Kalau ganoderma bukan
dikonsumsi sebagai makanan. Tapi sebagai
bahan ramuan obat,” tutur Ketua Koperasi Jamur Lancar di Sleman ini. Sedangkan jamur
kuping dijual dalam bentuk kering, sebagai bahan baku keripik jamur.
Jamur kuping tumbuh subur di
daerah berhawa sejuk (26 – 28ºC) dan basah.
Lantaran tak boleh terkena terik matahari langsung, jamur ini butuh
naungan. Yang pertama harus dilakukan membuat kumbung, yakni rumah tanam.
Bangunan seperti gubug
ini berfungsi untuk memberikan kondisi lingkungan sesuai kebutuhan pertumbuhan jamur. Untuk skala rumah tangga, sebaiknya kumbung dibuat
dari bambu atau kayu. “Kumbung permanen
butuh biaya banyak,” papar Medi. Ukuran
ketinggian, panjang, serta lebar disesuaikan luas lahan.
Dalam kumbung jamur ditaruh di
atas lantai atau ditata dalam rak bersusun.
Bila ditaruh di atas lantai, perlu diberi alas dari karung plastik atau bambu. Tujuannya supaya jamur terhindar dari
serangan serangga dan bag log (tempat menanam jamur) tidak terkontaminasi
virus, dan bakteri lain yang tidak diinginkan.
Jamur yang ditata pada rak
bersusun tentu lebih aman. Selain itu
jumlah jamur yang ditampung bisa jadi lebih banyak, proses perawatan menjadi
lebih mudah dilakukan dan mengurangi
resiko kontaminasi. Jamur kuping siap dipanen setelah berusia 3 sampai 4 minggu
sejak tumbuhnya batang bawah. Atau saat
jamur mencapai berat kira-kira 64 gram (berdiameter 10 – 15 cm). Selamat mencoba.

No comments:
Post a Comment