Solusi kita - Sebagai
pengusaha baik produk maupun jasa, kita tentu punya beragam pengalaman dalam
melayani pelanggan. Kalau tanggapannya positif tentu menyenangkan, tapi seringkali
kita stres bila menerima rentetan
keluhan, protes, caci maki dari pelanggan, meski seringkali sebuah kesalahan
tidak melulu dari kita sebagai pengusaha. Namun, sebagai entrepreneur sejati, kita
mesti belajar untuk melihat keluhan atau protes itu sebagai sebuah peluang
untuk maju, daripada sebagai “serangan”.
Karena justru sifat dan kualitas pelayanan kita akan terlihat saat-saat kritis
tersebut, ketimbang dalam kondisi normal. Nah, bila mampu menyelesaikan complain mereka secara proporsional, kita
akan mendapatkan pelanggan yang loyal.
![]() |
| Ilustrasi |
Yang
pertama harus dilakukan saat menerima complain,
adalah menyadari kekeliruan/kesalahan dan meminta maaf kepada pelanggan tersebut.
Akan membantu mendinginkan suasana
bila kita mendengarkan apapun keluhan pelanggan. Jangan langsung defensif. Ini bukan saat yang
tepat untuk mengoreksi persepsi pelanggan atas situasi tersebut. Setelah itu kita perlu
mengekspresikan empati atas peristiwa buruk yang dialami sang
pelanggan. Seakan-akan kejadian itu menimpa kita. Permintaan maaf dan luapan
ekspresi empati itu akan menunjukkan kepada pelanggan bahwa kita memahami
pengalaman buruk mereka dan biasanya otomatis meredakan kemarahannya.
Meski
demikian, permintaan maaf dan empati tersebut
tak cukup untuk memuaskan pelanggan.
Sebagai langkah kongkritnya kita harus menjamin bahwa kita akan
melakukan langkah-langkah sebagai bukti
tanggungjawab kita mengatasi kesalahan. Bisa dengan cara mengganti barang atau
mengganti kerugian atau mengambil tindakan khusus yang sepadan. Tujuannya untuk meyakinkan si
pelanggan bahwa kejadian serupa tidak akan terulang kembali di kemudian hari.
Sebaiknya
dihindari mengambil tindakan koreksi ini sebelum meminta maaf terlebih dulu.
Betapapun permintaan maaf ini akan menciptakan
atmosfir yang kondusif dengan
harapan hubungan kita dengan pelanggan
bisa diperbaiki dan tetap terjalin di kemudian hari. Sebagai penjual barang/jasa, tanggungjawab
kita adalah menciptakan loyalitas jangka
panjang. Caranya, secara konsisten membuat pelanggan selalu puas dari hari ke
hari. Siapapun akan senang bertransaksi bisnis manakala merasa dihormati, dihargai dan mendapatkan value atas uang yang dikeluarkan.

No comments:
Post a Comment