Berkembangnya
usaha kecil dan menengah (UKM) dalam bidang makanan dan minuman, tak hanya
menguntungkan usaha pemenuhan produk bahan baku, tapi juga usaha kemasan.
Karena selama ini memang, salah satu kelemahan produk makanan dan minuman
buatan UKM adalah kemasannya yang kurang menarik. Hal itu juga yang menjadi
kendala, masuknya makanan dan minuman ini ke supermarket atau hypermarket.
![]() |
| Cup Sealer, salah satu kemasan minuman yang laris manis. |
Hal
itulah yang kemudian yang mendorong pasangan suami
Delli Gunarsa dan Maria Magdalena di Cengkareng, Jakarta, Barat, mengkhususkan
diri dalam usaha kemasan untuk UKM sejak tahun 2005 dengan nama CV D&D.
Awalnya mereka memulai usaha re-packaging
dengan membeli mesin hand sealer sebesar Rp 3,5
juta. Dengan mesin tersebut, Delli berinovasi dengan membuat berbagai macam
kemasan. Sampai akhirnya, ia menemukan berbagai macam bentuk kemasan yang pas.
“Awalnya
kita membuat kemasan untuk usaha makanan sendiri, tapi banyak UKM yang lantas suka dengan kemasan yang kita buat,” papar Lena,
panggilan Magdalena yang mengurusi pemasaran CV D&D. Usaha pembuatan
kemasannya pun terus berlanjut dan sukses. Permintaan dari kolega-koleganya
makin banyak. Ia lantas membeli mesin pengemas makanan lainnya untuk
memperbanyak produksi kemasan yang dibuatnya. Delli makin berinovasi dengan
mesin-mesin tersebut untuk membuat kemasan
lebih menarik.
Uniknya,
para pelanggannya kini tidak hanya sekadar
memesan kemasan dari dirinya, tapi juga ingin memiliki mesin pencetak kemasan
tersebut. Ia menyadari, ini bisa dijadikan peluang.
Mulailah kemudian CV D&D selain menjual berbagai macam kemasan, juga
menjual mesin pencetak kemasan. Beberapa mesin tersebut ada yang ia modifikasi
sesuai dengan keperluan kemasan yang dicetak. Mesin-mesin tersebut didatangkan
dari beberapa negara yang memang kualitas mesin kemasanya bagus. .
Dalam sebulan, Lena bisa menjual
5 mesin kemasan makanan dan minuman dengan
harga Rp 250.000 – Rp 60 juta per mesin.
Dalam setiap penjualan mesin, ia hanya mengambil keuntungan 10% . Mesin
tersebut kemudian dilabeli merek D&D Pack. Omzet penjualan mesin kemasan
dan jasa membuat kemasan bisa didapat Rp 250 juta – Rp 300 juta setiap
bulannya.

No comments:
Post a Comment