Bisnis
yang selalu dilandasi dengan niat baik mayoritas pelakunya bisa dipastikan
sukses. Ika Dwi Susanti, salah
satunya. Pengusaha yang masih menempuh pendidikan di Jurusan Notariat, Universitas
Indonesia ini sukses sebagai distributor tunggal Kaldu Alsultan. “Produsennya sahabat saya, Awalnya ia hanya
memasarkan ke luar negeri. Tapi setelah
saya yakinkan bahwa produk ini potensial di Indonesia, Ia lalu menyerahkan
pemasaran di dalam negeri kepada saya,” pengakuannya.
![]() |
| Bisnis bumbu masakan menjanjikan seiring riuhnya bisnis kuliner. |
Ika
pun mulai memasarkan produk ini sejak 2 tahun lalu. “Awalnya hanya untuk
konsumsi anak-anak. Karena produk ini
sehat. Lalu saya tertarik menyebarkan
produk sehat ini kepada kawan dekat dan masyarakat luas,” imbuhnya. Di luar negeri, kaldu ini dipasarkan ke
Australis, Timur Tengah, Malaysia, dan Jepang.
Pemasaran
dimulain dengan menjual secara online
melalui blog dan facebook. Setelah dicoba, ternyata uji coba pasar
tersebut berhasil. Kaldu non MSG ini
banyak dipesan oleh pelanggan.
Menurutnya, kaldu ini dibuat 100% dari bahan
alami. Sehingga bisa dikategorikan
sebagai bahan pangan organik. Tak mengherankan bila wanita dengan panggilan
Ika ini memasarkan produknya di berbagai
toko organik, rumah makan organik, rumah sakit, toko herbal dan bahkan melalui
pondok pesantren.
Cara
pemasaran lain yang ia tempuh yaitu melalui komunitas orang tua dan anak
penyandang autis. “Produk ini sangat
cocok bagi anak-anak penyandang autis,” katanya. Ia mengaku mampu menjual ribuan botol kaldu
sehat itu. Produk yang dijual dalam
bentuk botolan berisi 80 gr dijual seharga Rp 15.000, dan produk curah yang
dijual kiloan. Kaldu ayam curah
dibandrol Rp 70.000 / kg, sedangkan kaldu sapi curah harganya Rp 73.000 / kg.
Pembelian dalam jumlah banyak akan mendapatkan potongan harga.
Untuk
menjadi agen, cukup membeli dengan minimal pemesanan 1
kardus yang berisi 20 botol. Bagi reseller akan mendapatkan harga
khusus. Untuk ongkos kirim ditanggung
oleh pemesan.

No comments:
Post a Comment