Yuli Setiawaty: Ibu RT Sukses Berbisnis Mainan Kayu - KABAR BISNIS MU

KABAR BISNIS MU

Bisnis adalah kegiatan manusia yang bertujuan untuk menghasilkan uang dengan memproduksi dan menjual suatu produk, baik itu barang atau jasa. KABAR BISNISMU memberikan segudang informasi tentang peluang usaha, bisnis,kuliner,tehnologi dan berita berita terbaru

Breaking

Friday, March 1, 2019

Yuli Setiawaty: Ibu RT Sukses Berbisnis Mainan Kayu


Tahun 2004 setelah melahirkan, Yuli Setiawaty (31) memutuskan berhenti dari statusnya sebagai karyawan sebuah perusahaan. Selama membesarkan sang putra tersebut Yuli mengamati,  mainan atau alat bantu bermain itu amat berarti bagi tumbuh kembangnya seorang bocah. “Kebanyakan jenis mainan impor itu terbuat dari kayu. Lalu saya pikir kenapa tidak membuat mainan seperti ini sendiri,” kata Yuli.
Aneka mainan berbahan kayu limbah.
Ide berbisnis pun akhirnya terlahir. Karena masih terhambat modal, sembari belajar membuat mainan, Yuli memulai usahanya sebagai penjual atau reseller mainan impor.  Dengan cara seperti ini Yuli sekaligus menjajaki pangsa pasar. 


Awalnya hanya sekolah tertentu yang menjadi pasar mainan tersebut.  Hal ini dilatarbelakangi karena harga pengadaan mainan tersebut cukup mahal.  Oleh karena itu tekad memproduksi sendiri mainan ini semakin besar.  Ia membuat mainan serupa dengan harga yang lebih terjangkau.  “Saya juga ingin mendesain mainan untuk sekolah-sekolah dengan kebutuhan khusus.  Misalnya untuk terapi,” tutur wanita asal Purwokerto itu.


Uang hasil keuntungan menjual mainan impor itu  digunakan sebagai modal awal.  Saat itu ia hanya memiliki 1 buah mesin kompresor dan 1 mesin potong.  Modal penjualan hanya sebesar Rp 500.000.  Ternyata produk buatan Yuli mendapat respon bagus dari pasar.  Akhirnya Yuli merekrut 1 karyawan.  “Saat itu saya hanya bisa bikin 1 jenis mainan, yaitu wire-game.  Karena kan alat-alatnya tidak  lengkap,” imbuh Yuli.

Usahanya pun semakin berkembang. Akhirnya ia mampu memproduksi 50 jenis aneka  mainan berbahan kayu. Bahan dasar pembuat mainan adalah, MDF, jati belanda, karet dan pinus.  Yuli juga menggunakan kayu sisa-sisa pabrik yang dipasok dari perindustrian di sekitar Klender, Jakarta Timur.  Setiap bulan ia mengaku menghabiskan kayu sebanyak 1 m kubik untuk membuat mainan.   Cara pemasaran yang ditempuh mulai dari teman ke teman, lalu merambah dari sekolah ke sekolah.  Tak ketinggalan, Yuli juga menjajaki pasar melalui berbagai ajang pameran.  Saat ini sudah banyak sekolah mengenal produk buatan Yuli.

Kini setiap bulan Yuli mampu meraup omzet sekitar Rp 20 juta. Ketatnya persaingan tak menyurutkan langkah perempuan kreatif ini dalam berusaha. Salah satu kiatnya, memberikan harga bersaing dan terus melakukan inovasi mendesain jenis mainan baru.

No comments:

Post a Comment