Ini hasil keuletan
Hardy Salim, mengeksplorasi sendiri ramuan yoghurt , es krim, serta es mambo dengan tambahan 4 jenis
probiotik. Yoghurt tanpa bahan pengawet ini berbahan susu sapid an buah asli. Terbukti,
inovasinya mendapat tanggapan positif
dari masyarakat. .
![]() |
| Yoghurt Sweetheart |
Diedarkan dengan merek Yoghurt Sweetheart (YS),
produk ini memiliki 6 pilihan rasa buah aseli, yaitu blueberry,
strawberry, blackberry, raspberry, cranberry, dan kiwi. “Sementara ini,
rasa blueberry yang paling
laris,”
terang Hardy Salim, pemilik YS di Serpong, Tangerang. Semua buah tersebut,
diimpor dari Kanada. Sengaja ia menggunakan buah-buahan dari luar negeri,
sebagai salah satu ciri produk yoghurt buatannya. Yoghurt cair tersebut dikemas dalam botol plastik berukuran 220 ml dan 290 ml.
Selain yoghurt, Hardi juga membuat es mambo
dan es krim. Sama seperti yoghurt, bahan utama pembuatan es mambo dan es krim
adalah susu sapi murni ditambah 4 probiotik yaitu Streptoccocus
Thermophillus, Lactobacillus Bulgaricus, Bifidobacterium Longum dan
Lactobacillus Acidophillus. Tak heran, Hardi selalu mempromosikan produknya
sebagai health food. Seperti
kita ketahui probiotik bermanfaat
untuk kesehatan tubuh.
Inovasi sendiri
Apa yang diraih Hardi merupakan buah keuletan sendiri. Awalnya, saat masih bekerja sebagai
pegawai, ia membantu
usaha ibu mertuanya yang berjualan yoghurt di Lembang, Bandung. Saat itu mereka
tidak membuat sendiri yoghurtnya, tapi hanya mengambil dari pabrik, lalu dikemas dan dijual. Setelah berhenti bekerja,
Hardi total membantu mertuanya.
“Hanya saja saya kurang sreg dengan
yoghurt buatan pabrik. Karena selain menggunakan bahan pengawet, mereka hanya
memakai essence sebagai pembuat rasa.
Tidak asli,” terang Hardi. Mulailah saat itu ia belajar
membuat yoghurt sendiri, disela-sela berjualan yoghurt. Ia
melakukannya secara otodidak, dengan mencari resep dan cara membuatnya lewat
internet. Kalaupun bertanya kepada orang
yang sudah berbisnis yoghurt sendiri, ia
pasti akan kecewa. Karena mereka biasanya enggan memberikan rahasia pembuatan
yoghurtnya.
Setelah setahun mengadakan ujicoba, akhirnya
ia mendapatkan cara yang pas membuat yoghurt enak. Sedikit bocoran, resepnya tetap sama menggunakan susu sapi asli, probiotik dan
buah-buahan. Hanya saja alat-alat apa saja yang digunakan dan kapan waktu yang
tepat mencampurkannya, itu yang menjadi rahasia yoghurt buatannya. “Karena salah
menggunakan panci saja, yoghurt tidak akan jadi,” terang Hardi. Tahun
2007. dengan modal
Rp 30 juta, ia memulai usaha yoghurtnya tersebut di Serpong, Tangerang.
Berjualan keliling
“Saya mulai menjual produk ini 3 tahun lalu
dengan cara berkeliling di pasar modern BSD,” terang Hardi. Lambat laun produknya
banyak dikenal orang. Yoghurt buatannya
sudah menjadi langganan restoran dan rumah makan di kawasan Tangerang.
Ia
juga sudah mempunyai kios sendiri di pasar modern BSD. Pendapatannya pun makin
meningkat. Kini dalam sehari, ia bisa mendapatkan omzet antara Rp 500.000 – Rp
1 juta dari hasil penjualan yoghurt, es krim dan es mambo. Total penghasilan
sampai Rp 30 juta/bulan
Hidup sehat. Itulah yang menjadi moto Hardi
dalam menjalankan usaha yoghurtnya. Selain tanpa bahan pengawet, ia juga tidak menggunakan
powder, zat pengembang makanan. Meski dengan konsekuensi, proses pembuatannya lebih lama
dan daya tahan yoghurt juga berkurang. “Bila ditaruh dalam lemari pendingin,
bisa tahan 7 hari. Tapi kalau diletakan di luar, 2-3 jam saja sudah rusak,” terangnya.
Probiotik didapatkan dari sebuah lembaga pendidikan tinggi negeri, dengan kualitas bagus.
Meski dibuat dengan standar kesehatan tinggi
dan bahan-bahan pilihan, Hardi tidak mematok harga lebih mahal. Produk yoghurt
kemasan botol 220 ml ia
jual dengan harga Rp 11.000 dan ukuran 290 ml sebesar Rp 15.000. Harga itu
menurutnya lebih murah dibandingkan dengan produk sejenis yang menggunakan
bahan campuran kimia. “Saya mengambil keuntungan tidak besar. Dari setiap
produk yang saya jual, hanya mengambil keuntungan sebesar 30 % saja,” terang
Hardi lagi. Ia optimis produknya akan diterima pasar.

No comments:
Post a Comment