Penggemar kuliner di Jakarta, tentu mengenal Sop Buntut
Ibu Samino. Kelezatan daging goreng serta kuahnya yang bening susah dilupakan oleh
lidah para sop buntut mania. Dari artis, politisi sampai atlet dunia macam Susi
Susanti pernah mencicipinya.
| Sop Buntut Buatan Bu Samino |
Dari tahun 1962 Pasutri Samino sudah berjualan sop buntut di area sekitar komplek olahraga Senayan. Wajar jika para atlet tempo dulu
kerap mampir ke tempatnya. “Dulu masih memakai pikulan. Boro-boro tempat makan,
saat itu belum punya warung,” ujar Wahyu Eko Budi Utomo menantu Samino yang
dipercaya meneruskan usaha kuliner ini.
Baca Juga: Warung Tahu: Menu Sehat Serba Tahu
Karena ikut berjualan sejak lama, Wahyu pun hafal dengan para atlet langganannya. Mulai
dari Susi Susanti, atlet bulu tangkis pemegang
medali emas Olimpiade Barcelona 1992, juga
peteni yang dikenal di dunia internasional, Yayuk Basuki. Wahyu punya guyonan, mengapa prestasi atlet tempo dulu mencorong. “Karena
kalau habis latihan, pasti makan sop buntut Ibu Samino. Berbeda dengan atlet
sekarang, karena nggak pernah kesini, prestasinya jadi melorot,” ujar setengah
becanda.
Citarasa sop buntut karya kuliner Samino, memang
membuat lidah tak henti bergoyang. Begitu kuahnya tercecap, resapan aneka rempah dan bumbu langsung
terasa. Sementara serat dagingnya terasa halus. Dengan sekali sruput …
lengkap sudah kelezatannya.
Berkat citarasa yang terjaga, para pelanggannya datang dari banyak kalangan. “Bahkan ada yang
sengaja datang dari Bekasi,” ungkap Siti Wahyuni istri Wahyu.
Tambah Menu
Setelah 38 tahun menancapkan kelezatan sop buntut di hati
para penggemarnya, kini Ibu Samoni menawarkan unggulan berikutnya, yakni menu bebek kremes dengan nama dagang Bebek Goreng, Megang
Banget. “Nama ini saya ambil karena kalau di pegang, daging bebeknya
terasa pas. Tak terlalu kecil atau terlalu besar. Pokoknya pas,” ujar Wahyu.
Diklaim kalah
dengan sop buntutnya, Bebek Kremes yang ini pun punya citarasa tinggi. Dikemas dengan
lilitan tepung kremes yang membungkus daging paha bebek, pasti akan menggugah
konsumen untuk segera menguliti dan menyantapnya. “Anak-anak paling suka bagian
kremesnya,” ujar Wahyu.
Begitu lilitan tepung keremes terbuka, tampak sepotong
paha bebek goreng. Permukaan luarnya tampak kering terkena rendaman minyak
goreng yang dipanaskan dengan suhu tinggi. Saat menggigitnya, daging bebek
terasa empuk. Anda bakal sangat mudah mengoyaknya. Selera makan semakin
membuncah saat daging diurapi sambal terasi. Mak nyosss …. Belum lagi sambal balado dan sambal bawang
yang siap membakar lidah.
Tak butuh waktu lama untuk mengundang konsumen mencicipi
kelezatan bebek kremes. Wahyu menyebut
salah seorang politisi terkenal yang sering mampir ke restonya. “Kalau sudah singgah, satu kedai ditutup. Yang
makan keluarga dan rombongannya semua,”
papar Wahyu. Dengan konsumen yang sangat loyal, Wahyu mengaku mampu meraup omzet rata-rata Rp
5 juta – Rp 8 juta/hari. Ini baru dari satu lokasi di kawasan Senayan. Belum
termasuk 4 cabangnya yang lain. Semua gerai tersebut dikelola oleh kelurga
besar Samino. “Kita belum berencana buka franchise,” ujarnya. Mau coba sop buntut atau bebek kremes?
Silakan.
No comments:
Post a Comment