Tea Bag & Mesin Kemasan Makanan: Modal Kecil, Untungnya Gede - KABAR BISNIS MU

KABAR BISNIS MU

Bisnis adalah kegiatan manusia yang bertujuan untuk menghasilkan uang dengan memproduksi dan menjual suatu produk, baik itu barang atau jasa. KABAR BISNISMU memberikan segudang informasi tentang peluang usaha, bisnis,kuliner,tehnologi dan berita berita terbaru

Breaking

Saturday, March 2, 2019

Tea Bag & Mesin Kemasan Makanan: Modal Kecil, Untungnya Gede


Mengingat pasarnya yang luas sedangkan pemasoknya masih sedikit,  Suhartono (41) warga Surabaya memutuskan terjun ke usaha pembuatan tea bag dan mesin kemasan makanan. Dengan modal awal diambil dari DP para pemesan, keuntungan yang didapat sekitar Rp 100 juta/bulan.   

Ilustrasi (Istimewa)
Berbendera Indo Multi Creative  usaha ini diawali tahun 2000 dengan produksi kemasan aneka jenis makanan, kemudian difokuskan pada produksi  tea packaging atau kantung teh celup dan penjualan mesin kemasan. Para pemesan datang dari kalangan pengusaha hotel, rumah makan dan UKM. “Awalnya produk kami berbentuk seperti  pembungkus kopi, saos, snak makanan ringan, sedotan, kecap dan packing aneka bubuk seperti jamu dan bumbu masak’ ujar Hartono. Modal kerjanya diambil dari DP (down payment) yang biasanya 50% dari harga pemesanan. Uang itu digunakan untuk membeli bahan baku.  


Tahun 2010 dicoba membuat dan memperkenalkan produk kantung teh celup. Ternyata tanggapan dan respon pasar sangat positif. Banyak pengusaha UKM  memesan kantong celup untuk keperluan industri rumahan. Harga kemasan kantung  teh celup berkisar antara Rp. 100 Rp 125/ pcs. Harga  tersebut bervariasi tergantung bentuk atau tekstur yang dipesan. Ada kemasan teh celup bertekstur polos dengan bentuk  bulat dan kotak bulat. Untuk jumlah pesanan di atas 50.000 pcs, diberikan diskon khusus. Keuntungan yang diperoleh Rp 25/kantung. Produk berikutnya adalah, packaging teh, yang dalam pemasarannya bekerjasama dengan industri teh yang besar antara lain, PTP, Herbalindo, Teh Poci, Teh Gopek, Villa.  


Hingga saat ini wilayah pemasarannya menyebar ke seluruh Indonesia, seperti Jawa, Medan, Palembang, Sulawesi dan wilayah Indonesia Timur. ”Setelah dua tahun berjalan, sebagai pemain dalam pembuatan packaging teh saya sudah diakui secara nasional,” tambahnya. Bahkan  dalam waktu dekat selain mencukupi kebutuhan  dalam negeri, Hartono  sudah bersiap mengekspor kantung teh celup dalam bentuk rol untuk memenuhi pesanan dari Timur Tengah.

Biasanya pemesan dari kalangan industri  UKM membeli  kantung teh celup standar yang siap pakai. Kemudian pengisian teh, memberi tali dan label perusahaannya dilakukan secara manual oleh pembeli yang bersangkutan

Mesin packaging teh

Indo Multi Creative juga merakit mesin packaging teh. Mesin ini mengambil alih fungsi manusia dalam mengemas teh celup. Kita tinggal memasukan kertas pembungkus  berbentuk rol, bahan teh, tali dan tagnya  ke mesin tersebut, lalu secara mekanis  keluar kantung yang sudah terisi teh lengkap dengan tali dan tag seperti umumnya teh celup. Rata-rata dalam 1 menit mesin dapat menghasilkan sekitar 40 pcs kantong teh. Selain untuk  teh, mesin ini juga dapat digunakan untuk mengemas berbagai macam jenis serbuk makanan/minuman dari bahan lain seperti kopi dan jamu.

Di Indonesia yang mampu membuat mesin tea bag ini masih jarang. Dari  10 orang yang dapat membuat dan menawarkan barang rakitan yang sama, yang bisa memenuhi kriteria dan sesuai standard mungkin hanya sekitar sekitar 5 orang saja jelas Hartono. Maklum, selama ini mesin packaging teh yang  digunakan oleh beberapa pabrik teh di Indonesia masih import yang harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah. Nah,  mesin packaging tea bag buatan lokal ini harganya jauh lebih murah sekitar Rp. 100 juta.

Secara umum body mesin ini terbuat  dari baja, sedangkan bagian dalamnya dari bahan   stainless steel  karena berhubungan langsung dengan makanan yang akan ditakar sehingga  memenuhi standar kesehatan. Untuk merakit sebuah mesin dibutuhkan waktu sekitar 3 bulan. Dengan demikian para pemesan diharapkan bisa menyesuaikan waktu pembuatannya.

Selain mesin packaging teh Hartono juga  menerima pesanan pembuatan mesin packaging   saos, gula, dalam bentuk sachet. Hanya cara kerja mesin packaging kemasan lain tidak serumit mesin packaging teh. Mesin packaging lain berkerja dengan satu kali proses sedangkan untuk mesin packaging teh proses yang dilakukan melalui beberapa tahap mulai dari menakar, mengepak memberi tag dan tali.

Total omzet dari semua jenis produk sekitar Rp 300 juta/bulan. Dari jumlah tersebut keuntungan yang diperoleh antara Rp 50-  Rp 100 juta/bulan

No comments:

Post a Comment