Sakit gigi lebih sakit
daripada sakit hati. Ungkapan itu seringkali diucapkan ketika seseorang
menderita sakit gigi. Sakit gigi bisa disebabkan berbagai hal misalnya gigi ngilu
dan berlubang.
![]() |
| Ilustrasi ngilu gigi (Istimewa) |
Dalam diskusi bersama
Sensodyne, Dokter Gigi Callista Argentina Wulansari, SKG, Drg, CHt menguraikan
berbagai masalah seputar gigi ngilu dan gigi sensitif. Menurutnya, gigi ngilu
merupakan gangguan klinis yang umum terjadi. Rasa nyeri disebabkan sakit yang
menusuk dentin gigi yanh terbuka karena terkena rangsangan suhu panas dan
dingin atau kimiawi asam dan manis pada minuman atau makanan.
Penelitian terbaru
menyebutkan 2 dari 5 pada usia 18-35 mengalami gigi ngilu saat pemeriksaan gigu
dan bahkan lebih dari 50 persen di antaranya belum pernah memeriksakan masalah
gigi sensitif kepada dokter gigi.
"Pertama, sakit
yang dirasa yaitu ngilu dulu, namun ada sebabnya. Misalnya minuman suhu dingin
atau panas. Atau cara sikat gigi yang salah. Kemudian tahapan lanjutnya,
terkikis karena ada lubangnya atau abrasi," ujarnya.
Menurut drg. Callista,
jika sudah ditambal pun, gigi berlubang akan tetap terasa ngilu jika tak
dirawat dengan pasta gigi yang tepat. Rasa sakit tersebut bisa diredakan dengan
obat pereda nyeri namun bisa kembali kambuh jika tak dirawat secara tepat.
"Tapi ingat deh
aduh jangan asal cabut ya. Memangnya mau pakai gigi palsu di usia muda,"
tukasnya.
Maka ada 4 tips yang
dapat dilakukan dalam mengatasi gigi sensitif. Di antaranya, mengidentifikasi
penyebab sensitif, mengurangi kebiasaan yang memicu gigi sensitif, menyikat
gigi secara benar, memilih produk pasta gigi yang tepat dan rutin memakainya.

No comments:
Post a Comment