Pepes Bandeng: Tiap Bulan Terjual Seribu Bungkus - KABAR BISNIS MU

KABAR BISNIS MU

Bisnis adalah kegiatan manusia yang bertujuan untuk menghasilkan uang dengan memproduksi dan menjual suatu produk, baik itu barang atau jasa. KABAR BISNISMU memberikan segudang informasi tentang peluang usaha, bisnis,kuliner,tehnologi dan berita berita terbaru

Breaking

Saturday, February 16, 2019

Pepes Bandeng: Tiap Bulan Terjual Seribu Bungkus

Jika bandeng biasanya dipresto (duri lunak) atau dicabut durinya, kini ada alternatif olahan lain, yaitu dipepes. Masakan ini merupakan olahan lanjutan dari bandeng presto, dicampur daun singkong, daun pepaya, petai, cabe rawit, jamur tiram, dan kacang merah.

Pepes bandeng
Lani Hargijanto yang tinggal di Sokaraja, Purwokerto, Jateng ini menjual pepes bandeng dengan omzet mencapai seribu bungkus per minggu kalau masa liburan dan hari raya seperti Idul Fitri. Pada hari biasa (di luar liburan), penjualan sebanyak seribu bungkus sebulan. Harga jual Rp. 35.000 – Rp. 40.000 per bungkus. Jadi, dari seribu dus pepes bandeng pendapatannya bisa mencapai Rp. 35 juta – Rp. 40juta.


Tahun 2006, Lani memulai usaha ini. Bisnis ini merupakan usaha sampingan, karena bisnis utamanya adalah membuka toko sekaligus supplier peralatan jahit. Membuat pepes bandeng awalnya bukan untuk dijual, tapi untuk menyalurkan hobi memasak. Awalnya, Lani menawarkan pepes bandeng secara personal ke teman-temannya. Lalu, karena banyak yang membawa produk ini keluar kota sebagai oleh-oleh, kemudian ada pelanggan yang tertarik menjadi reseller. Selain di Sokaraja, reseller juga tersebar ke berbagai kota, antara lain Jakarta (4 outlet), Bandung, Semarang, Solo, Ciamis, Wonosobo, Pemalang, Tegal, Brebes, Temanggung, dan Magelang.

Lani menawarkan produk ini sebagai alternatif oleh-oleh dari Purwokerto. Biasanya yang menjadi ikon oleh-oleh kuliner dari kota ini antara lain keripik, nopia, dan getuk goreng. Kali ini Lani menawarkan pepes bandeng sebagai buah tangan.


Bahkan, beberapa pelanggan Lani yang hendak berpesiar ke luar negeri kerap memesan penganan ini sebagai oleh-oleh. “Tanggal 15 Juni ini ada yang pesen pepes bandeng katanya mau dibawa ke Singapura. Ada juga pelanggan yang cerita, katanya dia bawa produk saya ini sampai ke Hongkong, Australia, Malaysia,” kata Lani tersenyum.

Selain menjual langsung pada konsumen di sekitar rumahnya, ia juga mengandalkan para reseller. Lani sengaja tak memberi informasi lengkap tentang alamat atau nomor kontaknya di kemasan produk. Tujuannya, supaya tidak mengganggu penjualan reseller. Biasanya untuk satu reseller, ia mengirim 50 dus untuk sekali kirim. Pengiriman bisa seminggu sekali atau seminggu dua kali, tergantung permintaan reseller

Tak sulit membuka outlet penjualan pepes bandeng. Cukup sediakan freezer untuk tempat penyimpanan bandeng. Jika disimpan dalam freezer, produk ini tahan selama 3-4 bulan. Tapi kalau masuk kulkas hanya tahan 2 hari. Di luar fasilitas pendingin tersebut, pepes bandeng hanya tahan 24 jam. Lebih dari waktu tersebut, produk ini bisa basi. Karenanya, untuk pengiriman luar kota, Lani mengemas dus berisi pepes bandeng ke dalam styrofoam lalu dibungkus kardus. Tujuannya, untuk mempertahankan kebekuan produk.

Outlet pertama dibuka di Bandung, Jabar. Ternyata produk ini laris, sehingga ia terus menambah jumlah outlet. Hingga kini terdapat enam outlet di Bandung. Andri Sulistianto, putra pertama Lani yang memegang kendali pemasaran di Bandung. Agar produk makin dikenal, produk pepes bandeng ini juga ikut serta dalam pameran Pangan Murah tahun 2010 lalu. Dalam pameran tersebut, stan pepes bandeng menempati blok hasil pangan dari Departemen Kelautan dan Perikanan. “Anak saya dua orang kuliah di Bandung, jadi mereka yang memasarkan di sana,” kata ibu berputra tiga ini sembari tersenyum.

Bandeng Presto Dipepes

Produk ini merupakan olahan lanjutan dari bandeng presto. Presto adalah cara memasak dengan uap air bertekanan tinggi. Caranya, letakkan bandeng dalam panci yang dapat dikunci rapat. Air yang berada di dalam panci ini kemudian dipanaskan hingga mendidih. Uap air yang timbul akan memasak makanan yang berada di dalam panci tersebut. Karena ikan bandeng terkenal memiliki banyak duri, maka bandeng presto sangat digemari karena dengan cara masak presto duri-duri itu menjadi sangat lunak.

Pepes bandeng berupa badan bandeng presto yang kemudian dipepes. Setelah kepala dan ekor dibuang, lalu bandeng dipresto supaya durinya lunak. Sembari menunggu bandeng masak, Lani memasak sayur yang merupakan campuran daun singkong, daun pepaya, petai, kacang merah, cabe rawit, dan jamur tiram. Limbah berupa kepala dan ekor ikan biasanya diberikan pada tetangganya untuk pakan ternak.

Setelah bandeng masak, lalu balutkan sayuran ke seluruh bagian tubuh bandeng. Selanjutnya letakkan di atas daun pisang, bungkus, dan dikukus sebentar. Kalau sudah dingin, bungkusan daun pisang dimasukkan ke dalam plastik dan dus. Lalu masukkan ke dalam freezer.

Kalau mau dimakan, pepes bandeng dikeluarkan dari freezer, biarkan sebentar, lalu dikukus selama kira-kira 30 menit. Pepes ini enak dimakan dalam kondisi hangat bersama nasi. “Satu porsi (satu dus) bisa dimakan untuk 3-4 orang. Bisa dimakan untuk anak-anak karena rasanya tidak pedas. Kalau mau pedas, tinggal makan bersama cabe rawitnya,” kata Lani tersenyum.  

No comments:

Post a Comment