Jika bandeng biasanya dipresto (duri lunak)
atau dicabut durinya, kini ada alternatif olahan lain, yaitu dipepes. Masakan
ini merupakan olahan lanjutan dari bandeng presto, dicampur daun singkong, daun
pepaya, petai, cabe rawit, jamur tiram, dan kacang merah.
![]() |
| Pepes bandeng |
Tahun 2006, Lani memulai usaha
ini. Bisnis ini merupakan usaha sampingan, karena bisnis utamanya adalah
membuka toko sekaligus supplier
peralatan jahit. Membuat pepes bandeng awalnya bukan untuk dijual, tapi untuk
menyalurkan hobi memasak. Awalnya, Lani menawarkan pepes bandeng secara
personal ke teman-temannya. Lalu, karena banyak yang membawa produk ini keluar
kota sebagai oleh-oleh, kemudian ada pelanggan yang tertarik menjadi reseller. Selain di Sokaraja, reseller juga tersebar ke berbagai
kota, antara lain Jakarta (4 outlet),
Bandung, Semarang, Solo, Ciamis, Wonosobo, Pemalang, Tegal, Brebes, Temanggung,
dan Magelang.
Lani menawarkan produk ini
sebagai alternatif oleh-oleh dari Purwokerto. Biasanya yang menjadi ikon
oleh-oleh kuliner dari kota ini antara lain keripik, nopia, dan getuk goreng.
Kali ini Lani menawarkan pepes bandeng sebagai buah tangan.
Bahkan, beberapa pelanggan Lani
yang hendak berpesiar ke luar negeri kerap memesan penganan ini sebagai
oleh-oleh. “Tanggal 15 Juni ini ada yang pesen
pepes bandeng katanya mau dibawa ke Singapura. Ada juga pelanggan yang cerita,
katanya dia bawa produk saya ini sampai ke Hongkong, Australia, Malaysia,” kata
Lani tersenyum.
Selain menjual langsung pada
konsumen di sekitar rumahnya, ia juga mengandalkan para reseller. Lani sengaja tak memberi informasi lengkap tentang alamat
atau nomor kontaknya di kemasan produk. Tujuannya, supaya tidak mengganggu
penjualan reseller. Biasanya untuk
satu reseller, ia mengirim 50 dus
untuk sekali kirim. Pengiriman bisa seminggu sekali
atau seminggu dua kali, tergantung permintaan reseller.
Tak sulit membuka outlet
penjualan pepes bandeng. Cukup sediakan freezer
untuk tempat penyimpanan bandeng. Jika disimpan dalam freezer, produk ini tahan selama 3-4 bulan. Tapi kalau masuk kulkas
hanya tahan 2 hari. Di luar fasilitas pendingin tersebut, pepes bandeng hanya
tahan 24 jam. Lebih dari waktu tersebut, produk ini bisa basi. Karenanya, untuk
pengiriman luar kota, Lani mengemas dus berisi pepes bandeng ke dalam styrofoam lalu dibungkus kardus.
Tujuannya, untuk mempertahankan kebekuan produk.
Outlet pertama dibuka di Bandung, Jabar. Ternyata produk ini
laris, sehingga ia terus menambah jumlah outlet.
Hingga kini terdapat enam outlet di
Bandung. Andri Sulistianto, putra pertama Lani yang memegang kendali pemasaran
di Bandung. Agar produk makin dikenal, produk pepes bandeng ini juga ikut serta
dalam pameran Pangan Murah tahun 2010 lalu. Dalam pameran tersebut, stan pepes
bandeng menempati blok hasil pangan dari Departemen Kelautan dan Perikanan. “Anak
saya dua orang kuliah di Bandung, jadi mereka yang memasarkan di sana,” kata
ibu berputra tiga ini sembari tersenyum.
Bandeng Presto
Dipepes
Produk ini merupakan olahan
lanjutan dari bandeng presto. Presto adalah
cara memasak dengan uap air bertekanan tinggi. Caranya, letakkan bandeng dalam
panci yang dapat dikunci rapat. Air yang berada di dalam panci ini kemudian
dipanaskan hingga mendidih. Uap air yang timbul akan memasak makanan yang
berada di dalam panci tersebut. Karena ikan bandeng terkenal memiliki banyak duri, maka bandeng presto sangat digemari karena dengan cara
masak presto duri-duri itu menjadi sangat lunak.
Pepes bandeng berupa badan bandeng presto yang
kemudian dipepes. Setelah kepala dan ekor dibuang, lalu bandeng dipresto supaya
durinya lunak. Sembari menunggu bandeng masak, Lani memasak sayur yang
merupakan campuran daun singkong, daun pepaya, petai, kacang merah, cabe rawit,
dan jamur tiram. Limbah berupa kepala dan ekor ikan biasanya
diberikan pada tetangganya untuk pakan ternak.
Setelah bandeng masak, lalu balutkan sayuran ke
seluruh bagian tubuh bandeng. Selanjutnya letakkan di atas daun pisang,
bungkus, dan dikukus sebentar. Kalau sudah dingin, bungkusan daun pisang
dimasukkan ke dalam plastik dan dus. Lalu masukkan ke dalam freezer.
Kalau mau dimakan, pepes bandeng dikeluarkan
dari freezer, biarkan sebentar, lalu
dikukus selama kira-kira 30 menit. Pepes ini enak dimakan dalam kondisi hangat
bersama nasi. “Satu porsi (satu dus) bisa dimakan untuk 3-4 orang. Bisa dimakan
untuk anak-anak karena rasanya tidak pedas. Kalau mau pedas, tinggal makan
bersama cabe rawitnya,” kata Lani tersenyum.

No comments:
Post a Comment