Pilihan usaha minuman juga bisa dilakukan dengan
menjalin kemitraan dari usaha yang sudah berjalan. Salah satunya kemitraan
menjual produk Mie cool, yakni minuman dingin dengan bahan utama jelly tepung
rumput laut. Jelly dicampur sirup berbagai rasa dan beraneka toping. Misalnya
rasa anggur, lychee, melon, jeruk, stroberi, peppermint, blueberry, durian,
markisa, bubble gum, cola, dan coklat.
![]() |
| Es Mie bercitarasa segar. |
Toping juga tersedia berbagai macam,
antara lain nata de coco, cocktail,
lychee, dan jelly ball. Sebutan
mie dilekatkan pada produk ini karena jelly bentuknya panjang dan dinikmati
dengan menggunakan sumpit. Persis seperti makan mie.
Sang
pemilik, Ratna Widiastuti mendirikan Mie
coll tahun 2007. Sesuai saran seorang famili, Ratna dan suaminya, Atang
Suprapto membuka gerai pertama di arena Pekan Raya Jakarta. Selanjutnya, Atang
buka di Semarang, Jateng yang merupakan
kota tempat tinggalnya. Penjualan di gerai pertama yaitu di pusat jajanan
Semawis, cukup sukses. “Bulan pertama buka belum terlalu banyak pembeli, karena
orang baru coba.
Ternyata
menurut pembeli rasanya cocok. Akhirnya berkembang, ramai dan malah jadi ikon
kuliner di situ,” ujar atang. Hingga kini outlet itu masih buka dengan omzet
penjualan mencapai 100-150 porsi pada hari hari kerja. Sementara hari Sabtu
bisa terjual sekitar 200-300 porsi. Karena ramai, mulai ada orang yang tanya
kalau mau ikut buka gimana caranya.
Syarat kemitran
Besar
investasi yang ditawarkan antara Rp. 15 juta - Rp.
100 juta. Dengan investasi sebesar itu, mitra memperoleh paket booth atau counter, cooler, meja, cup,
sumpit, dan berbagai peralatan lain, brosur dan spanduk untuk promo, bahan baku
untuk produksi awal sebanyak 200 porsi. Ongkos kirim dan biaya training sudah
termasuk dalam biaya investasi tersebut.
Sebelumnya,
mitra harus mempunyai lokasi yang strategis. Kriterianya, di tempat keramaian, misalnya di mall, foodcourt, dekat sekolah atau kampus.
Sebab, bisnis ini menyasar konsumen menengah ke atas. Harga jual produk
bervariasi, berkisar antara Rp. 5.000 – Rp. 12.000. “Kalau produk ada
standarnya, kualitasnya harus sama untuk tiap outlet. Tapi harga antar outlet
boleh berbeda-beda. Karena biaya sewa tiap tempat berbeda,” kata Atang.
Selain
menyediakan lokasi, mitra juga perlu menyediakan tenaga yang siap dilatih. Untuk
mitra dari luar Jawa Atang biasanya menawarkan paket master. Biaya investasinya
mencapai Rp. 100 juta tapi memperoleh paket pelatihan lebih lengkap daripada
yang mengambil paket non master. “Kalau mengambil paket master, saya ajari
semua, termasuk cara membuat jelly-nya. Jadi mitra bisa membuat sendiri, saya
hanya mengirim bahan baku jelly yaitu tepung rumput laut. Karena kalau kirim
jelly dari sini (Semarang) ke luar jawa ongkosnya mahal,” papar Atang.
Selain
itu, mitra yang mengambil paket master juga bisa menjadi perantara jika ada
orang lain yang tertarik untuk bermitra. Proses perjanjian dan pembayaran
investasi tetap kepada pemilik BO, tapi master memperoleh fee jika ada tambahan
mitra baru dari wilayahnya. Saat ini gerai Miecool ada 30 outlet yang tersebar
di 20 kota di Jawa, Bali, dan Sumatera. Mitra yang mengambil paket master
antara lain dari kota Denpasar (Bali), Medan (Sumut), Pekanbaru (Riau),
Pangkalan Kerinci, dan Padang Sidempuan.

No comments:
Post a Comment