Kalau
selama ini kita mengenal nugget dibuat dari daging ayam atau daging sapi, di
Samarinda, Kalimantan Timur panganan nugget dibuat berbahan dasar udang. Udang
yang dipakaipun beragam, ada udang sayur,
udang rumput laut dan sebagainya.
Tidak hanya nugget, udang juga digunakan sebagai bahan baku pembuatan 10
panganan lainnya. Diantaranya produk makanan beku, seperti udang tepung, bakso
udang, lumpia udang dan burger udang. Tak hanya itu ada juga produk penganan
kering, seperti abon udang, udang krispi, steak/keripik bawang udang, dan kriuk ebi.
![]() |
| Proses pengolahan udang rekayasa. |
Kenapa
udang yang dipakai sebagai bahan baku panganan olahan? “Ini lantaran Samarinda merupakan daerah yang
sangat kaya akan sumber daya alam, termasuk hasil perikanan. Salah satu
komiditi yang melimpah adalah udang,” jelas Arintia Dewi, perintis usaha olahan
udang “Kaya Rasa” di Samarinda. Dengan ketersediaan bahan baku udang yang
begitu banyak, Arintia merintis usaha panganan udang sejak tahun 2007 lalu.
Ia
sendiri berani membuka usaha panganan ini sejak ia selesai mengikuti kursus
membuat nugget yang diadakan oleh PT
Tristar Surabaya. Awalnya ia sempat trial and error dalam membuat nugget
tersebut. Sampai akhirnya ia menemukan komposisi bumbu yang pas. Secara
sederhana proses pembuatan olahan ini hanya cukup dengan menghaluskan udang.
Kemudian dicampur dengan tepung dan bumbu rempah-rempah. Yang harus
diperhatikan adalah bahan baku udang yang dipakai. Pastikan udang yang dipakai
adalah udang segar. Karena kalau udang kurang segar, akan mempengaruhi hasil
olahan nantinya.
“Untuk
kemasan, kami dibimbing oleh Baristan (Badan Standarisasi Nasional) Kota
Samarinda,” jelas Arintia. Tak heran kemudian Kaya Rasa ini produknya masuk ke
berbagai macam toko supermarket dan swalayan yang ada di kota Samarinda. Beberapa
kegiatan seperti PON ke XVII, Kaltim Fair, Kaltim Expo, dan Harkopnas mulai
diikuti. Selain dijula lewat toko, panganan ini
juga dijual secara keliling. Dari rumah ke rumah.
Rata-rata
produk beku udang ini dikemas dengan berat bersih 200g-400g, dengan harga
rata-rata Rp 11.000-Rp 25.000. Omzet dari usaha ini berkisar Rp 15 juta/bulan.
Setelah berjalan usaha ini diberi nama UMKM Sukses Mandiri. Mempunyai 3 orang
karyawan lepas sebagai tukang kupas udang, 4 orang karyawan tetap di bagian
produksi dan 3 orang yang menjajakan produk panganan ini secara keliling.
Kelebihan dari produk makanan ini adalah tidak menggunakan bahan pengawet. Cara
mengonsumsi panganan ini juga cukup mudah,cukup dengan menggorengnya saja.

No comments:
Post a Comment