Udang Kaya Rasa: Dari Rumput Laut Hingga Sayur - KABAR BISNIS MU

KABAR BISNIS MU

Bisnis adalah kegiatan manusia yang bertujuan untuk menghasilkan uang dengan memproduksi dan menjual suatu produk, baik itu barang atau jasa. KABAR BISNISMU memberikan segudang informasi tentang peluang usaha, bisnis,kuliner,tehnologi dan berita berita terbaru

Breaking

Saturday, February 16, 2019

Udang Kaya Rasa: Dari Rumput Laut Hingga Sayur


Kalau selama ini kita mengenal nugget dibuat dari daging ayam atau daging sapi, di Samarinda, Kalimantan Timur panganan nugget dibuat berbahan dasar udang. Udang yang dipakaipun beragam, ada udang sayur,  udang rumput laut dan sebagainya.  Tidak hanya nugget, udang juga digunakan sebagai bahan baku pembuatan 10 panganan lainnya. Diantaranya produk makanan beku, seperti udang tepung, bakso udang, lumpia udang dan burger udang. Tak hanya itu ada juga produk penganan kering, seperti abon udang, udang krispi, steak/keripik  bawang udang, dan kriuk ebi.

Proses pengolahan udang rekayasa.
Kenapa udang yang dipakai sebagai bahan baku panganan olahan?  “Ini lantaran Samarinda merupakan daerah yang sangat kaya akan sumber daya alam, termasuk hasil perikanan. Salah satu komiditi yang melimpah adalah udang,” jelas Arintia Dewi, perintis usaha olahan udang “Kaya Rasa” di Samarinda. Dengan ketersediaan bahan baku udang yang begitu banyak, Arintia merintis usaha panganan udang sejak tahun 2007 lalu.


Ia sendiri berani membuka usaha panganan ini sejak ia selesai mengikuti kursus membuat nugget yang diadakan oleh  PT Tristar Surabaya. Awalnya ia sempat  trial and error dalam membuat nugget tersebut. Sampai akhirnya ia menemukan komposisi bumbu yang pas. Secara sederhana proses pembuatan olahan ini hanya cukup dengan menghaluskan udang. Kemudian dicampur dengan tepung dan bumbu rempah-rempah. Yang harus diperhatikan adalah bahan baku udang yang dipakai. Pastikan udang yang dipakai adalah udang segar. Karena kalau udang kurang segar, akan mempengaruhi hasil olahan nantinya.

“Untuk kemasan, kami dibimbing oleh Baristan (Badan Standarisasi Nasional) Kota Samarinda,” jelas Arintia. Tak heran kemudian Kaya Rasa ini produknya masuk ke berbagai macam toko  supermarket dan  swalayan yang ada di kota Samarinda. Beberapa kegiatan seperti PON ke XVII, Kaltim Fair, Kaltim Expo, dan Harkopnas mulai diikuti. Selain dijula lewat toko, panganan ini  juga dijual secara keliling. Dari rumah ke rumah.


Rata-rata produk beku udang ini dikemas dengan berat bersih 200g-400g, dengan harga rata-rata Rp 11.000-Rp 25.000. Omzet dari usaha ini berkisar Rp 15 juta/bulan. Setelah berjalan usaha ini diberi nama UMKM Sukses Mandiri. Mempunyai 3 orang karyawan lepas sebagai tukang kupas udang, 4 orang karyawan tetap di bagian produksi dan 3 orang yang menjajakan produk panganan ini secara keliling. Kelebihan dari produk makanan ini adalah tidak menggunakan bahan pengawet. Cara mengonsumsi panganan ini juga cukup mudah,cukup dengan menggorengnya saja.


No comments:

Post a Comment