Dengan metoda heat transfer atau
disetrika panas, Asep Kusuma (51)
berhasil mendaur ulang limbah plastik
menjadi beraneka ragam produk fungsional. Kualitasnya tak kalah dengan
produk serupa yang bermerek. Yang berminat bisa bergabung sebagai mitra penjualan.
![]() |
| Sandal yang dibuat dari daur ulang plastik (Andra) |
Tidak
cepat rusak dan anti air adalah kelebihan produk Paguyuban Daur Ulang Plastik di Jl. Palem Raja Raya Blok K 17 Komp. Setneg
RI Ciledug, Tangerang. Barang-barang
seperti jas hujan, tas, sampai dengan dompet dan sepatu dibuat menggunakan
kantong plastik bekas yang didaur ulang. Paguyuban ini mampu menyulap
limbah plastik menjadi aneka macam barang
cantik untuk keperluan
sehari-hari. Bayangkan dengan membuat 10.000 tas belanja daur ulang berukuran
40 cm x 50 cm serta tebal 20 cm berarti telah mengurangi 3 ton sampah kantong
plastik.
Baca Juga: 5 Investasi Ini Cocok Untuk Emak-emak
Adalah
Asep Kusuma (51), yang mempunyai ide menjalankan bisnis ini. “Saya melihat sampah yang paling banyak adalah plastik. Jika sampah organik lainnya
bisa ditangani tetapi plastik perlu waktu selama 400 tahun untuk mengurainya, ”papar
Asep.
Setelah mencari solusi bagaimana cara
menanggulangi sampah plastik, ia menemukan
cara yang paling ampuh. Yakni dengan
sistem heat transfer,
atau disetrika.
Eksperimen berbiaya Rp 60 juta
Selama
6 bulan Asap melakukan berbagai ekperimen
mendaur ulang plastik dengan biaya sekitar Rp 60 juta. Tiga bulan
pertama ia bereksperimen menggunakan kantong plastik kresek. Tapi gagal lantaran produknya mudah jebol dan kasar. Berikutnya ia mencari jenis plastik
yang lebih bagus, tebal dan tidak
mudah robek. Sampai akhirnya
berhasil mendaur ulang 900 lembar
kantong plastik untuk membuat 15 jas hujan.
“Produk yang disukai pelanggan tas. Tapi sekarang lagi booming
jas hujan. Inilah satu-satunya jas hujan
yang berbahan plastik daur ulang,” kata
Asep sembari memamerkan jas hujan buatannya. Asep yakin jika produknya dijual di mall-mall
pun, tidak akan kalah bersaing dengan barang bermerek lainnya. Selain di
Jakarta, kini ia bekerjasama dengan
sejumlah toko di Makassar dan Bandung. Selain
untuk memperluas pasar, kerjasama ini dibangun untuk lebih mengenalkan
masyarakat akan pentingnya melakukan daur ulang plastik.
Strategi
kerja sama ini dibagi menjadi tiga macam
yaitu; agen penjualan, buka toko, dan
mitra wirausaha. Kelengkapan program kerja sama ini bisa dipelajari lebih
lanjut pada situsnya www.daurulangkantongplastik.com.
Memproduksi 1000 tas/bulan
Selain
mendapatkan keuntungan sekaligus melestarikan lingkungan, bisnis ini juga membuka
lapangan kerja bagi masyarakat
sekitarnya. “Dari segi
pemanfaatan limbah mungkin
dampaknya tidak besar, paling hanya seperempat dari jumlah limbah yang ada.
Tapi saya lebih mengarah pada penciptaan
lapangan kerja. Misalnya dengan
kapasitas produksi 10.000 tas/bulan, kita bisa menyerap 70 orang pekerja. Sekarang ini saya baru
mempekerjakan 7 orang untuk membuat 15
jas hujan / hari”. Asep pun ingin membangun kerja sama dengan panti-panti
asuhan di beberapa tempat di Jakarta untuk diiuktsertakan dalam pembuatan produknya.
Dengandemikian mereka bisa hidup mandiri, tanpa harus mengandalkan sumbangan.

No comments:
Post a Comment