Meski pangsa pasarnya terbatas, tak berarti peluangnya ciut. Justru keunikan produk ini menjadi daya
tarik terutama bagi kolektor dan turis
asing. Terbuat dari baja impor, pisau
tradisional dari berbagai daerah dihiasi
ukiran hand-made. Selain pasar manca
negara, Bali Blade juga membuat pisau komando kesatuan elite TNI.
![]() |
| Cantiknya Pisau Cinderamata (Teguh) |
“Pisau kami bukan sekadar souvenir buat pajangan saja.
Namun juga fungsional,” papar Decky Roverdi pemilik Bali Blade produsen pisau
souvenir, sambil mendemokan pemotongan kertas. Usaha ini dirintisnya bersama Boby, sang kakak tahun 2004 di Jl. Legian, Bali. Kakak beradik ini menyukai kegiatan out door atau pecinta alam. Selain mengoleksi berbagai pisau, Boby gemar membaca literatur tentang pisau. Itulah
sebabnya, ia mengenal seluk-beluk pisau
lebih detil. Untuk merintis usaha ini,
modal awal yang dikeluarkan Rp 200 juta
berikut outlet di Legian, Bali.
Baca Juga: 5 Investasi Ini Cocok Untuk Emak-emak
Selain berorientasi keuntungan, usaha ini juga mengusung idealisme
untuk mengenalkan berbagai jenis pisau atau senjata tradisional khas
Indonesia. Menurutnya, setiap daerah
memiliki senjata khas. celurit dari
Madura, kujang dari Jawa Barat, mandau
dari Kalimantan, belum lagi aneka keris .
“Tiap pisau memiliki cerita, sejarah dan fungsi,” tutur Decky.
Pisau
komando Paskhas
Bila pada awal operasinya, Bali Blade baru memproduksi 50 item pisau /
bulan, kini sudah berhasil memproduksi
sekitar 200 – 300 jenis pisau. Pisau-pisau
buatan Bali Blade diminati para kolektor.
Diakui Decky, bidang ini termasuk
special interest yang tak sembarang
orang menyukai. Namun demikian, nilai jualnya sangat tinggi. Untuk
memasarkan produknya, Decky menembus komunitas pisau.
Cara pemasaran seperti ini sangat efektif. Teknik pemasaran lain yang mereka lakukan
yaitu ikut serta dalam acara pameran baik di dalam maupun luar negeri. Pria ini juga ikutserta dalam komunitas pisau
internasional. Bali Blade melayani
pemesanan baik model maupun bahan pisau. “Kami pernah menerima order ratusan pisau
komando Paskhas,” tutur Decky. “Standar
mutunya disesuaikan dengan standar yang mereka miliki,”imbuhnya.
Selain pisau khusus,
Bali Balde juga memproduksi pisau
untuk keperluan rumah tangga. Dimulai
dari pisau kupas buah, pisau daging.
“Untuk pisau daging saja jenisnya ada banyak. Ada yang khusus untuk
membelah dan memotong,” paparnya. Jenis pisau Kukri, senjata khas dari Nepal, paling banyak diminati. Pisau ini dihargai Rp 2,5 juta untuk ukuran
medium. Meskipun berasal dari Nepal, pisau ini dihiasi dengan motif khas
Indonesia. Ukiran dibuat secara manual dengan tangan. Seluruh produk yang
dihasilkan merupakan hand made atau
buatan tangan.
Saat
ini Bali Blade telah memiliki show room di daerah Menteng Dalam, Jakarta Pusat. Omzet yang berhasil diraup setiap bulan
berkisar antara Rp 50 juta / bulan.
Pangsa pasar yang paling bagus yaitu di Belanda, Bulgaria, Yunani dan
Afrika Selatan.

No comments:
Post a Comment