Bali Blade: Produk Spesifik Bernilai Jual Tinggi - KABAR BISNIS MU

KABAR BISNIS MU

Bisnis adalah kegiatan manusia yang bertujuan untuk menghasilkan uang dengan memproduksi dan menjual suatu produk, baik itu barang atau jasa. KABAR BISNISMU memberikan segudang informasi tentang peluang usaha, bisnis,kuliner,tehnologi dan berita berita terbaru

Breaking

Friday, February 15, 2019

Bali Blade: Produk Spesifik Bernilai Jual Tinggi

Meski  pangsa pasarnya terbatas,  tak berarti peluangnya ciut.  Justru keunikan produk ini menjadi daya tarik  terutama bagi kolektor dan turis asing.  Terbuat dari baja impor, pisau tradisional dari  berbagai daerah dihiasi ukiran hand-made.  Selain pasar manca negara, Bali Blade juga membuat pisau komando kesatuan elite TNI.

Cantiknya Pisau Cinderamata (Teguh)



“Pisau kami  bukan sekadar souvenir  buat  pajangan saja.  Namun juga fungsional,” papar Decky Roverdi  pemilik Bali Blade produsen pisau souvenir, sambil mendemokan pemotongan kertas.  Usaha ini dirintisnya  bersama Boby, sang kakak  tahun 2004 di  Jl. Legian, Bali.  Kakak beradik ini menyukai kegiatan out door atau pecinta alam.  Selain mengoleksi berbagai pisau, Boby  gemar  membaca literatur tentang pisau. Itulah sebabnya,  ia mengenal seluk-beluk pisau lebih detil.  Untuk merintis usaha ini, modal awal yang dikeluarkan  Rp 200 juta berikut outlet  di Legian, Bali.


Selain berorientasi keuntungan,  usaha ini juga mengusung  idealisme  untuk mengenalkan berbagai jenis pisau atau senjata tradisional khas Indonesia.  Menurutnya, setiap daerah memiliki senjata khas.  celurit dari Madura, kujang dari Jawa Barat,  mandau dari Kalimantan,  belum lagi aneka keris . 
“Tiap pisau memiliki cerita, sejarah dan fungsi,” tutur Decky.

Pisau komando Paskhas

Bila pada awal operasinya,  Bali Blade baru memproduksi 50 item pisau / bulan, kini  sudah berhasil memproduksi sekitar 200 – 300  jenis pisau.   Pisau-pisau buatan Bali Blade diminati para kolektor.  Diakui  Decky, bidang ini termasuk special interest yang tak sembarang orang menyukai. Namun demikian, nilai jualnya sangat tinggi.   Untuk memasarkan produknya, Decky menembus komunitas pisau. 

Cara pemasaran seperti ini sangat efektif.  Teknik pemasaran lain yang mereka lakukan yaitu ikut serta dalam acara pameran baik di dalam maupun luar negeri.  Pria ini juga ikutserta dalam komunitas pisau internasional.  Bali Blade melayani pemesanan baik model maupun bahan pisau.  “Kami pernah menerima order ratusan pisau komando Paskhas,” tutur Decky.  “Standar mutunya disesuaikan dengan standar yang mereka miliki,”imbuhnya. 

Selain pisau khusus,  Bali Balde juga memproduksi  pisau untuk keperluan rumah tangga.  Dimulai dari pisau kupas buah, pisau daging.  “Untuk pisau daging saja jenisnya ada banyak. Ada yang khusus untuk membelah dan memotong,” paparnya.  Jenis  pisau Kukri, senjata khas dari  Nepal,  paling banyak diminati.  Pisau ini dihargai Rp 2,5 juta untuk ukuran medium. Meskipun berasal dari Nepal, pisau ini dihiasi dengan motif khas Indonesia. Ukiran dibuat secara manual dengan tangan. Seluruh produk yang dihasilkan merupakan hand made atau buatan tangan. 

Saat ini Bali Blade telah memiliki show room  di daerah Menteng Dalam, Jakarta Pusat.  Omzet yang berhasil diraup setiap bulan berkisar antara Rp 50 juta / bulan.  Pangsa pasar yang paling bagus yaitu di Belanda, Bulgaria, Yunani dan Afrika Selatan.        

No comments:

Post a Comment