Mengoperasikan AC saat kondisi udara panas itu
sudah menjadi reflek bagi banyak orang. Sama seperti ketika Anda mengedipkan
mata dan bersin. Namun sayang, tidak
semua tahu mekanisme kerja AC. Sehingga tidak semua orang mengoperasikan AC
dengan cara benar pula.
![]() |
| Ilustrasi AC mobil |
Saat mengaktifkan AC, Anda hanya tinggal menekan
tombol dan mengatur susu sesuai dengan yang diinginkan. Berikut ada beberap
tips yang bisa dilakukan agar AC bisa bekerja secara efisien. Sebelumnya Anda
terlebih dulu perlu memahami cara kerja AC.
Baca Juga: Plus Minus Roda Mobil Bercamber Negatif
Sistem penyejuk udara di dalam mobil adalah
sirkuit tertutup yang terdiri dari dua bagian. Satu bagian bertekanan rendah
dan bagian yang lain bertekanan tinggi. Di bagian bertekanan tinggi, pendingin
(berbentuk gas) akan dihisap oleh kompresor yang digerakkan oleh mesin. Nah,
suara yang terdengar dari bawah kabin mobil ketika AC mulai beroperasi adalah
suara kompresor. Kompresor memampatkan gas ke dalam kondensor. Sementara itu, radiator akan mendinginkan
cairan coolant bertekanan tinggi .
Selanjutnya di bagian bertekanan rendah, cairan
coolant bertekanan tinggi didorong menembus
katup ekspansi. Lalu di semburkan ke dalam evaporator.
Di bagian inilah keajaiban terjadi. Pendingin bertekanan rendah dan bersuhu sangat
rendah memasuki evaporator segera
berubah menjadi gas. Proses ini disebut sebagai penguapan. Sebuah proses
endotermik alias menyerap panas.
Evaporator
biasanya dipasang di balik dashboard mobil Anda. Kipas atau fan menghisap udara dari luar.
Lantas menekan udara yang sudah didinginkan di sekitar evaporator. Dihembuskanlah udara sejuk itu ke wajah Anda melalui
ventilasi udara. Adem...!
Sirkulasi ini berlangsung secara
berulang-ulang. Hasilnya, suhu udara di dalam kabin mobil berangsur-angsur
menjadi dingin. Nah, sekarang Anda sudah tahu cara kerja AC. Berikutnya, mari
kita belajar mengoperasikan AC secara efektif.
AC bisa awet jika beban kerjanya tidak berat.
Salah satu cara mengurangi beban kerja AC yaitu memilih tempat parkir yang
teduh. Tempat parkir adem yang ideal seperti itu memang tak selalu bisa
ditemukan. Terutama di area parkir luas. Ada baiknya, Anda mengetahui posisi
bangunan dan matahari di tempat biasa Anda memarkir mobil. Dengan demikian Anda
bisa tahu posisi-posisi teduh pada jam-jam tertentu. Anda juga bisa memanfaatkan
tirai penutup kaca jika mobil terpaksa harus diparkir di tempat terik. Hal ini
bisa mengurangi efek rumah kaca.
Bukalah kaca jendela saat masuk ke dalam mobil
dan sebelum AC dioperasikan. Mulailah mengemudikan mobil pelan-pelan dengan
kaca jendela terbuka. Tujuannya supaya udara panas keluar dari kabin mobil.
Setelah suhu dalam mobil normal, tutuplah kembali jendela. Nah, lantas AC bisa
dioperasikan dari sekala kecil. Bila kebetulan AC Anda dilengkapi sistem
otomatis, maka secara otomatis akan mulai beroperasi dari modus pelan, kemudian
bertahap meningkat.
Ketika Anda sudah sampai tujuan, disarankan agar
tidak langsung mematikan mesin. Matikan AC saat mesin masih hidup. Bahkan lebih
baik lagi, AC dimatikan saat sebelum mencapai tujuan. Tetaplah mengoperasikan
fan atau kipas setelah AC dimatikan. Langkah ini bertujuan untuk menghilangkan
sisa uap air dan embun di dalam sistem AC. Dengan demikian tumbuhnya jamur
pemicu AC bau tak sedap bisa dicegah.
Sumber: www.autoevolution.com

No comments:
Post a Comment