Diduga, dengan alasan sebagai tanaman hias, tahun 1854 sembukan
diintroduksi ke Hawaii. Kemudian tahun 1887, tumbuhan ini diintroduksi ke
Florida, AS. Kali ini dengan tujuan untuk dikembangkan sebagai penghasil serat.
![]() |
| Daun tanaman sembukan |
Pelaku dan maksud memasukkan sembukan ke Hawaii, tak
pernah diketahui dengan pasti. Beda dengan introduksi tanaman ini ke Florida, yang secara resmi dilakukan oleh the United States Department of Agriculture (USDA). Inilah awal
malapetaka bagi Hawaii dan Florida. Dalam waktu yang sangat singkat sembukan
menjadi tumbuhan invasif, yang memenuhi lahan, dan menutup rapat tajuk semak,
perdu serta pohon di dua negara bagian AS tersebut. Padahal tumbuhan asli Asia
tropis dan sub tropis ini tak pernah menjadi tumbuhan pengganggu (gulma), di
habitat aslinya.
Sembukan berasal dari Asia Selatan, Asia Tenggara, dan
Asia Timur; mulai dari India, Indonesia, sampai ke Jepang. Di Indonesia, sembukan bukan hanya tak pernah menjadi gulma, melainkan
justru nyaris punah. Sembukan, juga disebut simbukan, kahitutan, daun kentut (skunkvine; stinkvine; chinese fever vine; Paederia foetida). Disebut kahitutan,
daun kentut, atau skunkvine; stinkvine; karena daun tumbuhan ini
mengandung Dimethyl disulfide (DMDS,
CH3SSCH3), dalam konsentrasi yang cukup besar. Zat inilah
yang menimbulkan aroma belerang cukup tajam, apabila daun diremas-remas dengan
tangan.
Aroma Dimethyl
disulfide dalam daun ini, membuat sembukan mendapat sebutan sebagai
kahitutan, daun kentut, skunkvine; stinkvine. Selain Dimethyl disulfide, sembukan juga mengandung deacetyl asperuloside acid, scandoside
methyl ester, paederosidic acid, gamma-sitosterol,
arbutin, oleanolic acid, dan minyak asiri. Karena mengandung minyak asiri, Balai
Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) di Cimanggu, Bogor, Jawa Barat,
mengoleksi tumbuhan ini. Dengan wajah sangat serius, seorang peneliti Balittro
mengatakan bahwa: "Kahitutan memang berpotensi sebagai bahan parfum."
Sembuhkan
Kembung
Dengan mengubah komposisi dan jumlah atom karbon (C)
dalam Dimethyl disulfide, minyak
asiri daun sembukan bisa menghasilkan berbagai aroma termasuk yang harum. Bahkan
dengan memasaknya, aroma Dimethyl
disulfide bisa berubah menjadi sedap. Itulah sebabnya di negara bagian
Assam, India; daun sembukan dibuat pasta untuk memasak ikan dan kentang, dengan
bumbu bawang putih, kunyit, tomat, minyak mustard, dan garam.
Di Indonesia, khususnya di Jawa, daun sembukan biasa
dibuat bothok, atau dipepes. Siti
Hartinah (Ibu Tien Soeharto), pada tahun 1970an minta Kepala Rumah Tangga
Kepresidenan, menanam sembukan di pagar Paviliun Timur, Istana Bogor.
Ibu Tien sering memasak sendiri daun sembukan ini. Dalam Bahasa
Jawa, bothok daun sembukan disebut gembrot. Beda dengan di India, di
Indonesia daun sembukan dimasak tunggal sebagai sayuran. Bahan gembrot berupa daun
sembukan muda, dicuci, diiris halus, lalu ditumbuk atau diuleg bersama bumbu
yang terdiri dari cabai rawit hijau, bawang merah, bawang putih, tempe busuk,
dan kelapa parut (yang masih agak muda).
Hasil tumbukan daun sembukan dan bumbu ini dibungkus daun
pisang, lalu dikukus atau dipanggang di atas sangan (wajan tebal dari bahan gerabah), menggunakan api kecil. Sejak
tahun 1980an, seiring dengan perbaikan ekonomi masyarakat Indonesia, gembrot
sembukan semakin dilupakan.
Di masyarakat memang masih sering dijumpai masakan bothok berbahan sayuran, namun yang
digunakan daun singkong. Pelan-pelan daun sembukan juga menghilang dari ladang,
kebun dan halaman rumah. Meskipun masih bisa dijumpai di tempat-tempat tertentu
di Jakarta, masyarakat sudah tidak mengenali tanaman ini.
Padahal selain digemari masyarakat pedesaan di Jawa, gembrot daun sembukan diyakini mampu
memperbaiki kinerja pencernaan. Selain dikonsumsi sebagai gembrot, daun sembukan juga digunakan untuk tapal di perut
anak-anak yang terserang gejala kembung.
Sebagai bahan tapal, daun
sembukan dilayukan di atas api, diremas-remas, ditempelkan di perut, lalu
dibalut dengan kain/selendang. Tapal daun sembukan biasanya dilekatkan di perut
pada malam hari menjelang tidur, dan paginya balutan kain dibuka, daun sembukan
yang telah mengering dibuang. Khasiat daun sembukan untuk mengatasi gangguan
pencernaan, pernah dirasakan oleh seorang anak SMA di Jakarta.
Anak seorang pengusaha papan atas ini menderita gangguan
pencernaan, dan sudah berobat ke dokter spesialis di berbagai rumah sakit.
Karena tak juga sembuh, anak ini dibawa ke dokter spesialis gangguan pencernaan
di Singapura.
Setelah diperiksa, termasuk hasil analisis pemeriksaan feces di lab, dokter Singapura itu memberi resep herbal, yang
bahannya bisa dicari di sekitar Jakarta. Dokter itu menulis nama latin
tumbuhan, yang daunnya harus dimakan oleh si pasien. Ternyata, yang ditulis
dokter tersebut daun sembukan. Setelah sekitar satu bulan mengonsumsi sembukan
secara teratur, si pasien sembuh dari gangguan pencernaan yang sudah
dideritanya selama beberapa tahun. Selain berkhasiat mengatasi perut kembung,
daun sembukan memang bisa meningkatkan nafsu makan.
Mudah Berbunga
Sembukan merupakan spesies dari Genus Pederia, dengan sekitar
30 spesies. Sembukan berupa terna tahunan memanjat, dengan cara membelit. Pangkal batang
berkayu, dengan panjang sulur mencapai 3 – 5 meter. Sulur muda menjalar di
tanah, dan ketika menemukan panjatan akan segera menumbuhkan akar, dan
membentuk batang baru dengan pohon panjatan baru. Tumbuhan ini berdaun tunggal,
bertangkai 1-5 cm dan tersusun berhadapan. Bentuk daun bulat telur sampai
lanset, pangkal bulat, ujung runcing dengan panjang 3 – 12,5 cm, lebar 2 – 7
cm. Di Indonesia terdapat forma berdaun pendek, dan berdaun panjang. Forma
berdaun panjang lebih jarang dijumpai.
Bisa
tumbuh baik mulai dari pantai, sampai ketinggian 1.500 m. dpl, sembukan berbunga
majemuk, keluar dari ketiak daun atau ujung percabangan. Bunga akan muncul di
tajuk tanaman yang menerima sinar matahari penuh.
Di
Jepang dan Korea, sembukan sangat terkenal sebagai tanaman hias, karena mudah
sekali berbunga pada musim panas. Di Indonesia, sembukan yang tumbuh lias di
alam jarang sekali berbunga. Namun apabila ditanam di halaman rumah, dan diberi
tiang panjatan hingga bisa menerima sinar matahari penuh, sembukan akan
berbunga lebat. Bunga sembukan biasanya akan muncul pada puncak musim kemarau,
antara bulan Juli sampai September.
a

No comments:
Post a Comment