Green Souvenir: Parcel Adenium, Mendongkrak Bisnis Tanaman Hias - KABAR BISNIS MU

KABAR BISNIS MU

Bisnis adalah kegiatan manusia yang bertujuan untuk menghasilkan uang dengan memproduksi dan menjual suatu produk, baik itu barang atau jasa. KABAR BISNISMU memberikan segudang informasi tentang peluang usaha, bisnis,kuliner,tehnologi dan berita berita terbaru

Breaking

Monday, February 25, 2019

Green Souvenir: Parcel Adenium, Mendongkrak Bisnis Tanaman Hias


Bila pengusaha tanaman hias lain mengeluhkan sepinya pelanggan, tidak demikian halnya dengan  Isatana Alam Nursery.  Melalu produk kreatifnya, aneka green souvenir alias parcel adenium, perusahaan ini terus  mendulang untung. 

Parcel tanaman hias.
Produk ini  merupakan buah kreatifitas Fathul Maki, Marketing Manager Istana Alam Nursery.   “Saat ini harga tanaman hias jatuh.  Sementara Istana Alam nursery memiliki stok adenium dalam jumlah yang berlimpah.  Lha terus adenium ini mau diapain.  Kalau mau dijual murah juga nggak laku,” tuturnya dalam logat Banyumas.  


Akhirnya, pria dengan panggilan akrab Maki itu menangkap sebuah peluang di balik isu pemanasan global.  Oktober 2010, ia  meluncurkan  produk  souvenir (parcel)  bibit adenium.  “Kan sekarang banyak seminar, acara pernikahan. Jenis souvenir paling biasa-bisa saja. 


Masih jarang yang pakai tanaman.  Ya lalu saya coba saja,” imbuh Maki. Pada tahap pertama Maki membuat haya 100 buah.  Menggunakan gelas.  Produknya itu ternyata diminati sebuah perusahaan asuransi.  Perusahaan tersebut lantas memesan souvenir tanaman 1200 buah.  “Adenium yang tadinya harganya Cuma Rp 1000, saya jual Rp 10.000.  Dengan kemasan mika,” imbuhnya.

Ikuti tren go green

Souvenir tanaman ini salah satu cara mendukung gerakan go green di Indonesia. Dengan memberikan Green Souvenir  kepada orang lain berarti kita  berpartispasi dalam kampanye kepedulian terhadap lingkungan dan mencegah pemanasan global.

Cara pembuatannya sangat sederhana.  Kemasan mika dibuat dari lembaran mika yang digulung menjadi bentuk tabung dengan bantuan pipa paralon lalu dilem.  Sebagai pemanis dibubuhi pita dan tali kur  untuk menenteng.  Bagian alas souvenir itu dibuat dari styrofoam. Positifnya tanggapan pasar membuat Maki semakin bersemangat memasarkan produk kreatif itu.  Bulan ini  ia mendapatkan pesanan lagi souvenir tanaman sebanyak 1.000 buah dari Jakarta Selatan.  Untuk konsumen yang tersebar di Surabaya dan Pemalang jumlah pesanannya masih dalam tataran 200 – 500 buah. 

Harganya bervariasi, berkisar  Rp 9.000 –  Rp 25.000/buah. Disesuaikan dengan bahan dan jenis tanamannya. Konsumennya tidak hanya sebatas end user, tapi juga reseller.  “Saya juga menjual dengan cara nitip pada beberapa  teman,” tuturnya.  Berbagai agennya berada di Pemalang dan Surabaya.  Untuk reseller Maki memberi kompensasi ongkos kirim gratis. Potongan harga 10% juga akan diberikan, dengan minimal pemesanan sebanyak 500 buah.  Untuk pemesanan, Maki menyarankan order dilakukan minimal 2 minggu sebelum pengiriman. 

Dari berbagai model souvenir, produk terlarisnya adalah adenium dengan kemasan plastik mika.   Selain murah, adenium banyak diminati karena bentuknya yang unik dan memiliki karakternya yang kuat.  Gak usah terlalu sibuk menyiram.  Pemiliknya tinggal menunggu tanaman ini berbunga,” kata lulusan Fakultas Pertanian , Universitas Gajah Mada, Yogyakarta ini. 

Jarang pesaing

Cara pemasaran dilakukan melalui website, promosi brosur yang dititipkan kepada tukang koran yang diberi uang tips Rp 10.000 / rim.  Produknya saat ini telah merambah kota di luar Jawa, semisal  Palu, Makassar, dan Aceh. Untuk keperluan pengiriman jarak jauh, Maki memiliki tips packing agar tidak rusak. 

Batu zeolith yang berfungsi sebagai penutup media tanam dikemas secara terpisah dalam kantung plastik.  Media tanam dalam pot dikemas dengan plastik.  Tujuannya supaya tidak berhamburan.   Parcel-parcel itu lalu dikemas dalam sebuah kardus.

Soal persaingan. Maki mengaku belum terlalu ketat.  Bahkan masih jarang pesaing yang ia temukan.  “Pesaingnya ya malah souvenir yang bukan tanaman,” paparnya.  Kini Maki sedang mengembangkan teknik pengemasan.  Ia akan mendesain kemasan yang menarik dan mudah dipak ketika akan dikirim. “Kalau kemasan yang sekarang butuh tempat yang banyak. Sekarang saya sedang mendesain kemasan yang bisa dilipat.  Sehingga lebih ringkas.” 

Jumlah pesanan melonjak saat musim perkawinan.  Yaitu bulan Mei – Juni.  Sementara pada bulan-mulan masuk sekolan, pesanan sepi.  Pada kisaran  Juli -  Agustus.  Pada bulan-bulan ramai, jumlah penjualan bisa mencapai 7000 – 7500 pcs.  Sementara pada musim sepi jumlah pesanan berkisar antara 2000 – 2500.  Inilah terobosan baru yang kreatif di saat bisnis tanaman hias sedang sepi. 

No comments:

Post a Comment