Bila pengusaha tanaman hias lain mengeluhkan
sepinya pelanggan, tidak demikian halnya dengan Isatana Alam Nursery. Melalu produk kreatifnya, aneka green
souvenir alias parcel adenium, perusahaan ini terus mendulang untung.
![]() |
| Parcel tanaman hias. |
Produk
ini merupakan buah kreatifitas Fathul
Maki, Marketing Manager Istana Alam Nursery.
“Saat ini harga tanaman hias
jatuh. Sementara Istana Alam nursery
memiliki stok adenium dalam jumlah yang berlimpah. Lha terus adenium ini mau diapain. Kalau mau dijual murah juga nggak laku,” tuturnya dalam logat
Banyumas.
Baca Juga: Mereguk Untung Bisnis Minuman Blend O’nesia
Akhirnya, pria dengan
panggilan akrab Maki itu menangkap sebuah peluang di balik isu pemanasan
global. Oktober 2010, ia meluncurkan
produk souvenir (parcel) bibit adenium.
“Kan sekarang banyak seminar, acara pernikahan. Jenis souvenir paling biasa-bisa
saja.
Masih
jarang yang pakai tanaman. Ya lalu saya
coba saja,” imbuh Maki. Pada tahap pertama Maki membuat haya 100 buah. Menggunakan gelas. Produknya itu ternyata diminati sebuah
perusahaan asuransi. Perusahaan tersebut
lantas memesan souvenir tanaman 1200 buah.
“Adenium yang tadinya harganya Cuma Rp 1000, saya jual Rp 10.000. Dengan kemasan mika,” imbuhnya.
Ikuti tren go green
Souvenir tanaman ini salah satu cara mendukung
gerakan go green di Indonesia. Dengan
memberikan Green Souvenir kepada orang lain berarti kita berpartispasi dalam kampanye kepedulian
terhadap lingkungan dan mencegah pemanasan global.
Cara
pembuatannya sangat sederhana. Kemasan
mika dibuat dari lembaran mika yang digulung menjadi bentuk tabung dengan
bantuan pipa paralon lalu dilem. Sebagai
pemanis dibubuhi pita dan tali kur untuk
menenteng. Bagian alas souvenir itu
dibuat dari styrofoam. Positifnya tanggapan pasar membuat Maki semakin
bersemangat memasarkan produk kreatif itu.
Bulan ini ia mendapatkan pesanan lagi
souvenir tanaman sebanyak 1.000 buah dari Jakarta Selatan. Untuk konsumen yang tersebar di Surabaya dan Pemalang
jumlah pesanannya masih dalam tataran 200 – 500 buah.
Harganya
bervariasi, berkisar Rp 9.000 – Rp 25.000/buah. Disesuaikan dengan bahan dan
jenis tanamannya. Konsumennya tidak hanya sebatas end user, tapi juga reseller. “Saya juga menjual dengan cara nitip pada
beberapa teman,” tuturnya. Berbagai agennya berada di Pemalang dan
Surabaya. Untuk reseller Maki memberi kompensasi ongkos kirim gratis. Potongan
harga 10% juga akan diberikan, dengan minimal pemesanan sebanyak 500 buah. Untuk pemesanan, Maki menyarankan order
dilakukan minimal 2 minggu sebelum pengiriman.
Dari
berbagai model souvenir, produk terlarisnya adalah adenium dengan kemasan
plastik mika. Selain murah, adenium banyak diminati karena
bentuknya yang unik dan memiliki karakternya yang kuat. “Gak
usah terlalu sibuk menyiram. Pemiliknya
tinggal menunggu tanaman ini berbunga,” kata lulusan Fakultas Pertanian ,
Universitas Gajah Mada, Yogyakarta ini.
Jarang pesaing
Cara
pemasaran dilakukan melalui website, promosi brosur yang dititipkan kepada tukang
koran yang diberi uang tips Rp 10.000 / rim.
Produknya saat ini telah merambah kota di luar Jawa, semisal Palu, Makassar, dan Aceh. Untuk keperluan
pengiriman jarak jauh, Maki memiliki tips packing agar tidak rusak.
Batu
zeolith yang berfungsi sebagai penutup media tanam dikemas secara terpisah
dalam kantung plastik. Media tanam dalam
pot dikemas dengan plastik. Tujuannya
supaya tidak berhamburan. Parcel-parcel
itu lalu dikemas dalam sebuah kardus.
Soal
persaingan. Maki mengaku belum terlalu ketat.
Bahkan masih jarang pesaing yang ia temukan. “Pesaingnya ya malah souvenir yang bukan tanaman,” paparnya. Kini Maki sedang mengembangkan teknik pengemasan. Ia akan mendesain kemasan yang menarik dan
mudah dipak ketika akan dikirim. “Kalau kemasan yang sekarang butuh tempat yang
banyak. Sekarang saya sedang mendesain kemasan yang bisa dilipat. Sehingga lebih ringkas.”
Jumlah
pesanan melonjak saat musim perkawinan.
Yaitu bulan Mei – Juni. Sementara
pada bulan-mulan masuk sekolan, pesanan sepi.
Pada kisaran Juli - Agustus.
Pada bulan-bulan ramai, jumlah penjualan bisa mencapai 7000 – 7500
pcs. Sementara pada musim sepi jumlah
pesanan berkisar antara 2000 – 2500. Inilah
terobosan baru yang kreatif di saat bisnis tanaman hias sedang sepi.

No comments:
Post a Comment