Selain beras putih, kita juga mengenal beras
merah dan beras hitam. Belakangan, keduanya dipopulerkan sebagai bagian dari
gaya hidup sehat. Tentu ada alasannya.
![]() |
| Beras Hitam |
Beras
merah (Oryza nivara) dan beras hitam
(Oryza sativa L. indica) dianggap memiliki pengaruh yang baik bagi
kesehatan kita. Karena keduanya lebih kaya gizi dibandingkan dengan beras putih
(Oryza sativa). Dalam kulit ari beras merah terdapat vitamin, zat besi,
dan unsur lain yang dibutuhkan tubuh. Juga kaya serat dan minyak alami. Beras
merah mengandung sekitar 3,5 gram serat, sementara beras putih kurang dari 1
gram serat. Selain mengenyangkan, serat juga bermanfaat untuk mencegah gangguan
saluran pencernaan. Kadar kadar vitamin dan mineral beras merah 2-3 kali beras
putih.
Baca Juga: Nikmat Laba Alat Pijat Dari Kayu
Selain
itu, beras merah kaya serat, vitamin B (tiamin, riboflavin, dan niasin),
antosianin, dan sumber antioksidan. Tiamin (vitamin B1) bagus untuk mencegah
beri-beri. Berdasarkan hasil penelitian Santika dan Rozakurniati (2010), 100 g
beras merah tumbuk mengandung 7,5 g protein, 0,9 g lemak, 16 mg kalsium, 163 mg
fosfor, 0,3 g zat besi, 77,6 g karbohidrat, dan 0,21 mg vitamin B1. Sementara
hasil analisis beras merah yang dilakukan M Agung Zaim Adzkiya (2011)
menunjukkan bahwa kadar total fenol 27,6
-82,1 mg EAT/g, total flavanoid 113 – 215,6 mg EAT/g, aktivitas antioksidan
DPPH 108,9 – 320 ug/ml, dan aktivitas antioksidan FRAP 477 – 1371,1 ug Fe
(II)/g.
Baca Juga: Sukun Buah Sinbiotik Masa Depan
Beberapa
literatur melaporkan bahwa beras merah juga kaya metabolit sekunder terutama
asam fenolat dan quinoline alkaloid, serta mengandung tokoferol dan
tokotrienol. Beragamnya senyawa atau kelompok senyawa hasil metabolit sekunder
diyakini memiliki fungsi positif bagi kesehatan tubuh, diantaranya efek
psikologis, pertahanan terhadap sitotoksisitas, aktivitas antineurogeneratif,
inhibisi glikogen phosporilase, dan aktivitas antioksidatif.
Bahkan
di Jepang, beras merah telah menjadi bahan pangan yang semakin popular karena
kaya polifenol. Beras merah juga mengandung protein lebih tinggi dan
karbohidrat lebih rendah dibandingkan dengan beras biasa.
Turunkan Risiko Diabetes
Hasil
penelitian Health Professional Follow-up
Study and the Nurses’ Health Study (NHS) di Amerika Serikat yang dilaporkan
pada Archives of Internal Medicine
menunjukkan bahwa asupan beras putih dalam jumlah besar berkaitan dengan
meningkatkan risiko diabetes. Hal ini disebabkan perkembangan diabetes terkait
dengan konsumsi makanan yang memiliki nilai Indeks Glikemik tinggi. Indeks
Glikemik (IG) merupakan skala angka untuk menunjukkan seberapa cepat dan
seberapa tinggi suatu makanan dapat meningkatkan kadar glukosa darah.
Menurut
Subroto (2008), nasi beras putih memiliki nilai IG cukup tinggi, sebesar 70 –
87. Sedangkan nasi beras merah memiliki nilai IG rendah, hanya 55. Beberapa
peneliti mengklaim bahwa mengganti sepertiga nasi putih yang disuguhkan tiap
hari dengan nasi beras merah dapat menurunkan risiko diabetes hingga 16%. Sehingga
dapat digunakan sebagai diet untuk penderita diabetes. Beras merah juga
dipercaya sangat baik bagi kesehatan karena kaya gizi (serat pangan,
antioksidan, vitamin, dan mineral) yang bermanfaat bagi tubuh. Jika
dibandingkan dengan beras putih, beras merah mengandung lebih banyak serat
sebesar 349%, vitamin E 203%, vitamin B6 185%, dan magnesium 219%.
Selain cocok untuk diet, beras merah juga berkhasiat mencegah
sembelit, mencegah penyakit saluran pencernaan, meningkatkan perkembangan otak,
menurunkan kolesterol darah, mencegah kanker dan penyakit degeneratif,
menyehatkan jantung, dan mengandung vitamin B1 dan mineral lebih tinggi daripada
beras putih.
Begitu
pun beras hitam dapat mencegah diabetes, karena nilai kalorinya rendah, sekitar
362 kcal per 100 gram. Kadar kalori itu berkaitan erat dengan indeks glikemik.
Semakin tinggi indeks glikemik, maka makanan itu akan memicu kenaikan gula
darah semakin tinggi. Dengan kadar kalori rendah, beras hitam tergolong pangan
sehat dan cocok bagi penderita diabetes.
Kaya
Antosianin
Selain mengandung karbohidrat, lemak, protein, serat dan
mineral, beras merah juga mengandung antosianin. Antosianin merupakan senyawa
fenolik dari kelompok flavonoid dan berfungsi sebagai antioksidan. Antara lain,
untuk mencegah penyakit hati (hepatitis), kanker usus, stroke, diabetes, sangat
esensial bagi fungsi otak dan mengurangi pengaruh penuaan otak. Antosianin juga
berfungsi antimutagenik, hepatoprotektif antihipertensi, dan antihiperglisemik.
Kadar antosianin dalam setiap gram padi beras merah berkisar antara 0,34–93,5
μg.
Sementara itu hasil pengujian
kadar antosianin yang dilakukan Suliartini
et al, seperti dilaporkan dalam Jurnal
Crop Agro Vol. 4 No.2 – Juli 2011, menunjukkan bahwa 9 kultivar dari 22
kultivar padi gogo lokal Kendari memiliki kadar antosianin tinggi (> 40 mg/100
g). Sembilan kultivar beras merah lokal berkadar antosianin tinggi, antara lain
Paebiu Kolopua dengan kadar antosianin 210,5075 mg/100 g, Paebiu Kolopua Kosebo
(165,5095 mg/100 g), Paebiu Sitoro Motaha (112,4021 mg/100 g), Paebiu Tamalaki
Pewutaa (93,0663 mg/100 g), Paebiu Tamalaki Angata (79,3840 mg/100 g), Pae
Tanta Mohalo (47,8016 mg/100 g), Paebiu Tamalaki mataiwoi (42,9785 mg/100 g),
Ranggo Hitam (42,0670 mg/100 g), Hitam Lapodidi 2 (41,4483 mg/100 g). Beras
merah berkadar antosianin tinggi umumnya memiliki warna lebih gelap.
Pada beras merah, aleuron berisi gen yang memproduksi
antosianin sebagai sumber warna merah dan ungu. Pada beras hitam, aleuron dan
endosperm memproduksi antosianin dengan intensitas tinggi sehingga warna beras
menjadi ungu pekat mendekati hitam. Semakin tinggi kadar antosianin maka warna
ungu semakin pekat hingga menjadi hitam.
Beras
hitam juga disebut beras wulung memiliki khasiat
meningkatkan daya tahan tubuh, memperbaiki kerusakan sel hati (hepatitis, serosis),
mencegah gangguan fungsi ginjal, mencegah kanker, memperlambat penuaan,
antioksidan, membersihkan kolesterol darah, dan mencegah anemia.
Tingginya
kadar antosianin menjadikan beras hitam berpotensi mencegah kanker. Karena
antosianin merupakan antioksidan yang berperan aktif mencegah kanker.
Antioksidan diketahui juga berperan dalam memperbaiki sel-sel rusak, sehingga
penting dalam memperlambat penuaan (antiaging).
Beras merah dan beras hitam cocok
sebagai alternatif pangan pokok yang kaya gizi dan menyehatkan.

No comments:
Post a Comment