Beras Merah dan Hitam Kaya Gizi dan Berkhasiat - KABAR BISNIS MU

KABAR BISNIS MU

Bisnis adalah kegiatan manusia yang bertujuan untuk menghasilkan uang dengan memproduksi dan menjual suatu produk, baik itu barang atau jasa. KABAR BISNISMU memberikan segudang informasi tentang peluang usaha, bisnis,kuliner,tehnologi dan berita berita terbaru

Breaking

Monday, February 25, 2019

Beras Merah dan Hitam Kaya Gizi dan Berkhasiat


Selain beras putih, kita juga mengenal beras merah dan beras hitam. Belakangan, keduanya dipopulerkan sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Tentu ada alasannya.

Beras Hitam
Beras merah (Oryza nivara) dan beras hitam (Oryza sativa L. indica) dianggap memiliki pengaruh yang baik bagi kesehatan kita. Karena keduanya lebih kaya gizi dibandingkan dengan beras putih (Oryza sativa). Dalam kulit ari beras merah terdapat vitamin, zat besi, dan unsur lain yang dibutuhkan tubuh. Juga kaya serat dan minyak alami. Beras merah mengandung sekitar 3,5 gram serat, sementara beras putih kurang dari 1 gram serat. Selain mengenyangkan, serat juga bermanfaat untuk mencegah gangguan saluran pencernaan. Kadar kadar vitamin dan mineral beras merah 2-3 kali beras putih.


Selain itu, beras merah kaya serat, vitamin B (tiamin, riboflavin, dan niasin), antosianin, dan sumber antioksidan. Tiamin (vitamin B1) bagus untuk mencegah beri-beri. Berdasarkan hasil penelitian Santika dan Rozakurniati (2010), 100 g beras merah tumbuk mengandung 7,5 g protein, 0,9 g lemak, 16 mg kalsium, 163 mg fosfor, 0,3 g zat besi, 77,6 g karbohidrat, dan 0,21 mg vitamin B1. Sementara hasil analisis beras merah yang dilakukan M Agung Zaim Adzkiya (2011) menunjukkan bahwa kadar  total fenol 27,6 -82,1 mg EAT/g, total flavanoid 113 – 215,6 mg EAT/g, aktivitas antioksidan DPPH 108,9 – 320 ug/ml, dan aktivitas antioksidan FRAP 477 – 1371,1 ug Fe (II)/g.


Beberapa literatur melaporkan bahwa beras merah juga kaya metabolit sekunder terutama asam fenolat dan quinoline alkaloid, serta mengandung tokoferol dan tokotrienol. Beragamnya senyawa atau kelompok senyawa hasil metabolit sekunder diyakini memiliki fungsi positif bagi kesehatan tubuh, diantaranya efek psikologis, pertahanan terhadap sitotoksisitas, aktivitas antineurogeneratif, inhibisi glikogen phosporilase, dan aktivitas antioksidatif.

Bahkan di Jepang, beras merah telah menjadi bahan pangan yang semakin popular karena kaya polifenol. Beras merah juga mengandung protein lebih tinggi dan karbohidrat lebih rendah dibandingkan dengan beras biasa.

Turunkan Risiko Diabetes

Hasil penelitian Health Professional Follow-up Study and the Nurses’ Health Study (NHS) di Amerika Serikat yang dilaporkan pada Archives of Internal Medicine menunjukkan bahwa asupan beras putih dalam jumlah besar berkaitan dengan meningkatkan risiko diabetes. Hal ini disebabkan perkembangan diabetes terkait dengan konsumsi makanan yang memiliki nilai Indeks Glikemik tinggi. Indeks Glikemik (IG) merupakan skala angka untuk menunjukkan seberapa cepat dan seberapa tinggi suatu makanan dapat meningkatkan kadar glukosa darah.

Menurut Subroto (2008), nasi beras putih memiliki nilai IG cukup tinggi, sebesar 70 – 87. Sedangkan nasi beras merah memiliki nilai IG rendah, hanya 55. Beberapa peneliti mengklaim bahwa mengganti sepertiga nasi putih yang disuguhkan tiap hari dengan nasi beras merah dapat menurunkan risiko diabetes hingga 16%. Sehingga dapat digunakan sebagai diet untuk penderita diabetes. Beras merah juga dipercaya sangat baik bagi kesehatan karena kaya gizi (serat pangan, antioksidan, vitamin, dan mineral) yang bermanfaat bagi tubuh. Jika dibandingkan dengan beras putih, beras merah mengandung lebih banyak serat sebesar 349%, vitamin E 203%, vitamin B6 185%, dan magnesium 219%.

Selain cocok untuk diet, beras merah juga berkhasiat mencegah sembelit, mencegah penyakit saluran pencernaan, meningkatkan perkembangan otak, menurunkan kolesterol darah, mencegah kanker dan penyakit degeneratif, menyehatkan jantung, dan mengandung vitamin B1 dan mineral lebih tinggi daripada beras putih.

Begitu pun beras hitam dapat mencegah diabetes, karena nilai kalorinya rendah, sekitar 362 kcal per 100 gram. Kadar kalori itu berkaitan erat dengan indeks glikemik. Semakin tinggi indeks glikemik, maka makanan itu akan memicu kenaikan gula darah semakin tinggi. Dengan kadar kalori rendah, beras hitam tergolong pangan sehat dan cocok bagi penderita diabetes.

Kaya Antosianin

Selain mengandung karbohidrat, lemak, protein, serat dan mineral, beras merah juga mengandung antosianin. Antosianin merupakan senyawa fenolik dari kelompok flavonoid dan berfungsi sebagai antioksidan. Antara lain, untuk mencegah penyakit hati (hepatitis), kanker usus, stroke, diabetes, sangat esensial bagi fungsi otak dan mengurangi pengaruh penuaan otak. Antosianin juga berfungsi antimutagenik, hepatoprotektif antihipertensi, dan antihiperglisemik. Kadar antosianin dalam setiap gram padi beras merah berkisar antara 0,34–93,5 μg.

Sementara itu hasil pengujian kadar antosianin yang dilakukan Suliartini et al, seperti dilaporkan dalam Jurnal Crop Agro Vol. 4 No.2 – Juli 2011, menunjukkan bahwa 9 kultivar dari 22 kultivar padi gogo lokal Kendari memiliki kadar antosianin tinggi (> 40 mg/100 g). Sembilan kultivar beras merah lokal berkadar antosianin tinggi, antara lain Paebiu Kolopua dengan kadar antosianin 210,5075 mg/100 g, Paebiu Kolopua Kosebo (165,5095 mg/100 g), Paebiu Sitoro Motaha (112,4021 mg/100 g), Paebiu Tamalaki Pewutaa (93,0663 mg/100 g), Paebiu Tamalaki Angata (79,3840 mg/100 g), Pae Tanta Mohalo (47,8016 mg/100 g), Paebiu Tamalaki mataiwoi (42,9785 mg/100 g), Ranggo Hitam (42,0670 mg/100 g), Hitam Lapodidi 2 (41,4483 mg/100 g). Beras merah berkadar antosianin tinggi umumnya memiliki warna lebih gelap. 

Pada beras merah, aleuron berisi gen yang memproduksi antosianin sebagai sumber warna merah dan ungu. Pada beras hitam, aleuron dan endosperm memproduksi antosianin dengan intensitas tinggi sehingga warna beras menjadi ungu pekat mendekati hitam. Semakin tinggi kadar antosianin maka warna ungu semakin pekat hingga menjadi hitam. 

Beras hitam juga disebut beras wulung memiliki khasiat meningkatkan daya tahan tubuh, memperbaiki kerusakan sel hati (hepatitis, serosis), mencegah gangguan fungsi ginjal, mencegah kanker, memperlambat penuaan, antioksidan, membersihkan kolesterol darah, dan mencegah anemia.

Tingginya kadar antosianin menjadikan beras hitam berpotensi mencegah kanker. Karena antosianin merupakan antioksidan yang berperan aktif mencegah kanker. Antioksidan diketahui juga berperan dalam memperbaiki sel-sel rusak, sehingga penting dalam memperlambat penuaan (antiaging).

Beras merah dan beras hitam cocok sebagai alternatif pangan pokok yang kaya gizi dan menyehatkan.

No comments:

Post a Comment