Herbal Atasi Batu Kandung Kemih - KABAR BISNIS MU

KABAR BISNIS MU

Bisnis adalah kegiatan manusia yang bertujuan untuk menghasilkan uang dengan memproduksi dan menjual suatu produk, baik itu barang atau jasa. KABAR BISNISMU memberikan segudang informasi tentang peluang usaha, bisnis,kuliner,tehnologi dan berita berita terbaru

Breaking

Monday, February 25, 2019

Herbal Atasi Batu Kandung Kemih


Sempat bikin heboh. Awal April 2014, tim dokter RS PMI Bogor mengeluarkan batu kandung kemih seberat 2 kg dari dalam tubuh Odih (49 tahun), warga Bogor (Radar Bogor, 3 April 2014). Adakah herbal untuk mengatasi batu ginjal itu?

Tanaman Tempuyung. 
Berdasar beberapa penelitian, ada beberapa tumbuhan yang diyakini berpotensi sebagai dewa penolong penderita batu ginjal atau batu kandung kemih. Diantaranya tempuyung (Sonchus arvensis L.), kumis kucing (Orthosiphon stamineus), keji beling (Strobilanthes crispus), alang-alang (Imperata cylindrica), dan jeruk nipis (Citrus aurantifolia).

  
Tempuyung merupakan tanaman herba semusim. Ia tumbuh liar di tempat terbuka yang terkena sinar matahari atau sedikit terlindung, seperti di tebing, tepi saluran air, lahan terlantar. Kadang herbal ini sengaja ditanam sebagai tumbuhan obat. Secara empiris, tempuyung kerap digunakan sebagai peluruh air seni dan penghancur batu kandung kemih.

Penelitian in vitro membuktikan, infus daun tempuyung dapat melarutkan kolesterol, kalsium oksalat, dan asam urat ginjal (Widodo, 1987). Penelitian in vitro lain dilakukan dengan merendam batu ginjal pada ekstrak tempuyung selama enam jam. Hasilnya, dapat melarutkan batu ginjal yang diidentifikasi sebagai kalsium oksalat (H. Giri, 1988).


Penelitian daun tempuyung juga pernah dilakukan Prof. Dr. Sardjito dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta, dengan merendam batu ginjal dalam rebusan daun tempuyung pada suhu kamar dan suhu 37 oC. Dalam penelitian itu, bahan obyek digoyang seperti gerakan tubuh manusia, ada pula yang tidak digoyang. Setelah itu batu ditimbang dan kalsium dalam larutan diukur secara kimia. Hasilnya, semua batu ginjal berkurang bobotnya.

Kadar kalium yang tinggi dalam daun tempuyung diduga yang menjadikan batu ginjal yang berupa kalsium karbonat menjadi terurai. Dalam hal ini kalium akan menggeser kalsium untuk bergabung dengan senyawa karbonat, oksalat, atau asam urat yang merupakan pembentuk batu ginjal. Akumulasi endapan batu ginjal itu akhirnya dapat larut dan hanyut keluar bersama air seni.

Kumis Kucing, Keji Beling

Kumis kucing berasal dari keluarga Labiatae. Tumbuh liar di hutan dan ladang-ladang, kadangkala digunakan juga untuk pagar pekarangan. Secara empiris, kumis kucing sudah sering digunakan sebagai peluruh air seni, batu ginjal, tekanan darah tinggi, encok, dan kencing manis.

Penelitian pun pernah dilakukan pada 23 pasien penderita batu kandung kemih, dengan diberi ekstrak air kumis kucing. Hasilnya, 40% pasien ternyata mengalami penurunan ukuran batu kandung kemih sebesar 0,5 cm, dan 20% merasakan hilangnya sakit (Muangmun W., 1984). Daun kumis kucing mengandung kalium, saponin, dan glikosida orthosiphon. Sebagai diuretik, sebaiknya digunakan daun kumis kucing muda.  


Begitu pula dengan keji beling. Tanaman semak ini secara empiris sering digunakan untuk diuretik, disentri, dan wasir. Herbal ini juga mengandung kalium dan silikat. Secara in vitro, infus daun keji beling terbukti dapat melarutkan batu saluran kemih (Murwoto, Yusuf M., 1981). Cara menggunakannya, daun tempuyung maupun kumis kucing bisa direbus, kemudian air seduhannya diminum. 

Alang-alang yang tumbuh liar, akarnya mengandung kalium. Secara in vitro, pernah dilakukan perendaman batu kandung kemih dalam larutan ekstrak air akar alang-alang. Hasilnya, akar alang-alang dapat melarutkan batu kandung kemih. Indikasi larutnya batu kandung kemih ditunjukkan atau diukur dengan mengukur kadar kalsium yang terlarut (Retno E., 1997).

Selain daun tempuyung, kumis kucing, keji beling, dan alang-alang, buah jeruk nipis  juga berpotensi untuk mengatasi gangguan batu ginjal. Berdasarkan hasil penelitian Prof. Dr. Mochammad Sja’bani (Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada Yogyakarta) dan dr. Djoko Rahardjo SpPD KGH (Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia) tahun 1996, pada keluarga penderita penyakit batu ginjal ditemukan bahwa pada laki-laki mempunyai batu ginjal, namun perempuan tidak ada batu ginjal. Setelah diperiksa, perempuan itu ternyata suka minum air jeruk nipis untuk melangsingkan tubuh. Hal ini bisa terjadi karena jeruk nipis kaya akan sitrat.

No comments:

Post a Comment