Sempat bikin heboh. Awal April 2014, tim dokter RS PMI Bogor mengeluarkan
batu kandung kemih seberat 2 kg dari dalam tubuh Odih (49 tahun), warga Bogor (Radar Bogor, 3 April 2014). Adakah
herbal untuk mengatasi batu ginjal itu?
![]() |
| Tanaman Tempuyung. |
Berdasar beberapa penelitian, ada
beberapa tumbuhan yang diyakini berpotensi sebagai dewa penolong penderita batu
ginjal atau batu kandung kemih. Diantaranya tempuyung (Sonchus arvensis L.), kumis kucing (Orthosiphon stamineus), keji beling (Strobilanthes crispus), alang-alang (Imperata cylindrica), dan jeruk nipis (Citrus aurantifolia).
Baca Juga: Mereguk Untung Bisnis Minuman Blend O’nesia
Tempuyung merupakan tanaman herba
semusim. Ia tumbuh liar di tempat terbuka yang terkena sinar matahari atau
sedikit terlindung, seperti di tebing, tepi saluran air, lahan terlantar.
Kadang herbal ini sengaja ditanam sebagai tumbuhan obat. Secara empiris, tempuyung
kerap digunakan sebagai peluruh air seni dan penghancur batu kandung kemih.
Penelitian in vitro membuktikan, infus daun tempuyung dapat melarutkan
kolesterol, kalsium oksalat, dan asam urat ginjal (Widodo, 1987). Penelitian in vitro lain dilakukan dengan merendam
batu ginjal pada ekstrak tempuyung selama enam jam. Hasilnya, dapat melarutkan batu
ginjal yang diidentifikasi sebagai kalsium oksalat (H. Giri, 1988).
Baca Juga: Nikmat Laba Alat Pijat Dari Kayu
Penelitian daun tempuyung juga
pernah dilakukan Prof. Dr. Sardjito dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta,
dengan merendam batu ginjal dalam rebusan daun tempuyung pada suhu kamar dan
suhu 37 oC. Dalam penelitian
itu, bahan obyek digoyang seperti gerakan tubuh manusia, ada pula yang tidak
digoyang. Setelah itu batu ditimbang dan kalsium dalam larutan diukur secara
kimia. Hasilnya, semua batu ginjal berkurang bobotnya.
Kadar kalium yang tinggi dalam daun
tempuyung diduga yang menjadikan batu ginjal yang berupa kalsium karbonat
menjadi terurai. Dalam hal ini kalium akan menggeser kalsium untuk bergabung
dengan senyawa karbonat, oksalat, atau asam urat yang merupakan pembentuk batu
ginjal. Akumulasi endapan batu ginjal itu akhirnya dapat larut dan hanyut
keluar bersama air seni.
Kumis Kucing, Keji Beling
Kumis kucing berasal dari keluarga
Labiatae. Tumbuh liar di hutan dan ladang-ladang, kadangkala digunakan juga
untuk pagar pekarangan. Secara empiris, kumis kucing sudah sering digunakan
sebagai peluruh air seni, batu ginjal, tekanan darah tinggi, encok, dan kencing
manis.
Penelitian pun pernah dilakukan
pada 23 pasien penderita batu kandung kemih, dengan diberi ekstrak air kumis
kucing. Hasilnya, 40% pasien ternyata mengalami penurunan ukuran batu kandung
kemih sebesar 0,5 cm, dan 20% merasakan hilangnya sakit (Muangmun W., 1984). Daun
kumis kucing mengandung kalium, saponin, dan glikosida orthosiphon. Sebagai diuretik,
sebaiknya digunakan daun kumis kucing muda.
Begitu pula dengan keji beling. Tanaman
semak ini secara empiris sering digunakan untuk diuretik, disentri, dan wasir. Herbal
ini juga mengandung kalium dan silikat. Secara in vitro, infus daun keji beling terbukti dapat melarutkan batu
saluran kemih (Murwoto, Yusuf M., 1981). Cara menggunakannya, daun tempuyung
maupun kumis kucing bisa direbus, kemudian air seduhannya diminum.
Alang-alang yang tumbuh liar, akarnya
mengandung kalium. Secara in vitro, pernah
dilakukan perendaman batu kandung kemih dalam larutan ekstrak air akar
alang-alang. Hasilnya, akar alang-alang dapat melarutkan batu kandung kemih.
Indikasi larutnya batu kandung kemih ditunjukkan atau diukur dengan mengukur
kadar kalsium yang terlarut (Retno E., 1997).
Selain daun tempuyung, kumis
kucing, keji beling, dan alang-alang, buah jeruk nipis juga berpotensi untuk mengatasi gangguan batu
ginjal. Berdasarkan hasil penelitian Prof. Dr. Mochammad Sja’bani (Fakultas
Kedokteran Universitas Gajah Mada Yogyakarta) dan dr. Djoko Rahardjo SpPD KGH (Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia) tahun 1996, pada keluarga penderita penyakit
batu ginjal ditemukan bahwa pada laki-laki mempunyai batu ginjal, namun
perempuan tidak ada batu ginjal. Setelah diperiksa, perempuan itu ternyata suka
minum air jeruk nipis untuk melangsingkan tubuh. Hal ini bisa terjadi karena jeruk
nipis kaya akan sitrat.

No comments:
Post a Comment