Budidaya Ayam Kalkun: Breeding Mudah Hasil Berlimah - KABAR BISNIS MU

KABAR BISNIS MU

Bisnis adalah kegiatan manusia yang bertujuan untuk menghasilkan uang dengan memproduksi dan menjual suatu produk, baik itu barang atau jasa. KABAR BISNISMU memberikan segudang informasi tentang peluang usaha, bisnis,kuliner,tehnologi dan berita berita terbaru

Breaking

Monday, February 25, 2019

Budidaya Ayam Kalkun: Breeding Mudah Hasil Berlimah


Awalnya hobi memelihara berbagai jenis unggas, seperti merpati dan ayam mutiara. Begitu mencoba budidaya ayam kalkun ternyata sukses juga.

Kalkun mudah berbiak.
 “Selain hobi, ayam kalkun bisa dikembangbiakkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pasar domestik. Kelebihan dari ayam kalkun, (berat) dagingnya bisa mencapai 9 kg per ekornya,” kata Sahrit, saat ditemui di peternakan ayam kalkunnya di Dusun Cangkringan, Desa Kolomayan, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Ayam kalkun memiliki bulu cukup indah. Terutama yang jantan, ketika tertarik atau birahi ekornya membuka seperti kipas, bulunya mengembang sangat eksotis.


Kandungan gizi pada ayam kalkun juga sangat baik untuk tubuh. Selain dagingnya enak, rendah kolesterol, mengandung asam oleat yang bermanfaat untuk menambah cita rasa, bersifat antiinflamasi, membantu mengurangi rasa sakit dan pembengkakan. Juga mengandung omega 6 cukup tinggi yang bermanfaat bagi kesehatan jantung. Kadar seng tinggi bermanfaat untuk meningkatkan vitalitas, selenium bermanfaat sebagai antikanker, serta vitamin B yang bermanfaat untuk proses pembentukan/perkembangan otot dan otak atau kecerdasan.


Dari segi persaingan usaha, ternak kalkun masih terbuka lebar dengan permintaan pasar sangat banyak. “Harga jual siap ternak untuk pejantan Rp. 300.000, sedangkan yang betina Rp. 250.000 per ekor,” tandas peternak kalkun sejak tahun 1990 ini.

Sekali Bertelur 20 Butir

Kalkun merupakan sebutan untuk dua spesies burung berukuran besar dari ordo Galliformes genus Meleagris. Ukuran kalkun betina lebih kecil dan warna bulu kurang berwarna-warni jika dibandingkan dengan kalkun jantan. Sewaktu berada di alam bebas, kalkun mudah dikenali dari rentang sayapnya yang mencapai 1,5 - 1,8 meter. Meleagris ocellata merupakan kalkun hasil domestikasi yang diternakkan untuk diambil dagingnya berasal dari spesies Meleagris gallopavo yang juga dikenal sebagai kalkun liar, Wild Turkey. Sedangkan yang kedua adalah kalkun dari spesies Meleagris ocellata hasil domestikasi suku Maya.  

Nah, kalkun yang diternakkan di Indonesia khususnya di peternakan milik Sahrit ini merupakan hasil domestikasi dari kalkun liar asal Amerika Utara, dengan ciri pial (gelambir) di bawah paruh. Sedangkan kalau kalkun Meleagris ocellata yang dipelihara orang Maya tidak memiliki pial di bawah paruhnya.
  
Sistem perkawinan dengan kawin jongkok. Bisa pula dikawinkan secara bergilir, 1 jantan dikawinkan dengan 5 betina. “Bisa juga 5 jantan dikawinkan dengan 5 betina. Usia subur untuk betina antara 9 bulan sampai 2 tahun. Untuk induk tembean (pertama kali bertelur) hanya menghasilkan 17 butir. Makanan untuk kalkun berupa jagung, bekatul dan sayuran,” terang Sahrit.
  
Rata-rata satu induk bisa bertelur 20 butir, kalau ditetaskan akan menghasilkan 5 ekor jantan dan 15 ekor betina. Dengan modal 5 anakan jantan ini sangat berarti besar. Karena pejantan dari satu indukan kalau disatukan tidak akan tarung, sehingga tingkat keberhasilannya akan lebih besar. “Kalau kita masukkan jantan dari hasil perkawinan induk yang berbeda dapat dipastikan akan berkelahi. Karena sang jantan berkarakter mempertahankan teritorialnya, kalau ada pendatang yang bukan saudara sekandungnya akan diusir,” lanjutnya. Namun sebaliknya, untuk betina, meski dari induk yang berlainan, jika dikumpulkan jadi satu tidak akan tarung atau berkelahi.

Saat ini Sahrit memiliki 15 pejantan dan 40 betina dengan jumlah anakan yang dihasilkan rata-rata 600 ekor perbulan. Anakan setelah usia tiga bulan dihargai Rp 300.000 perpasang untuk dalam kota, sedangkan untuk luar Blitar dijual Rp. 400.000 perpasang. Bisa dibayangkan, berapa rupiah yang bisa diraup jika satu induk dalam setahun bisa bertelur 5 kali dengan sekali bertelur 20 butir. Pelanggan tetapnya berasal dari Surabaya, Malang, Solo, Ngawi, Magelang, dan Jakarta.


No comments:

Post a Comment