Yodha: Distributor Bahan Makanan Jepang - KABAR BISNIS MU

KABAR BISNIS MU

Bisnis adalah kegiatan manusia yang bertujuan untuk menghasilkan uang dengan memproduksi dan menjual suatu produk, baik itu barang atau jasa. KABAR BISNISMU memberikan segudang informasi tentang peluang usaha, bisnis,kuliner,tehnologi dan berita berita terbaru

Breaking

Monday, January 21, 2019

Yodha: Distributor Bahan Makanan Jepang

Bisnis kuliner Jepang di Indonesia sedang marak.  Ditandai dengan bertumbuhnya berbagai tempat jajan jepang.  Bahkan beberapa kue khas Jepang diproduksi secara rumahan. Junaidi Adhitya Yodha Latuconsina, pemasok bahan makanan jepang di Jakarta Timur. 

Kucingan ala Negeri Jepang
Awalnya Yodha, panggilannya bekerja di restoran Jepang, dari bagian cuci piring.  Ia mengaku tidak memiliki latar belakang restoran atau perhotelan.  Di Restoran Kino Kawa di Menara Thamrin pertama kali bekerja tahun 2002.

Yodha bekerja dari restoran satu ke restoran yang lain,  boleh dikatakan ia telah malang melintang di restoran jepang, ada sekitar 8 restoran. Tahun 2006 mendapatkan tawaran untuk melakukan set up restoran di Grand Indonesia.  Saat itu Yodha masih bekerja.  Tawaran tersebut datang dari pelanggan.  Yodha lalu menerima tawaran itu. Pada tahun 2008 ia mengundurkan diri dari tempat bekerjanya dan memilih membuka  jasa konsultasi restoran.  Kini ia membuka restoran di Malang, Palembang, Makassar, Semarang.

Dari pengalaman itu, Yodha memiliki banyak jaringan.  Ia memiliki hubungan dengan pemasok bahan baku masakan jepang dan memiliki jaringan restoran dan butuh bahan baku.  Konsumen utama bahan baku tersebut adalah mantan klien yang membuka restoran Jepang.  Yodha melakukan pemasaran via online.  Diutamakan restoran dengan kapasitas besar.  Sebelum memenuhi pesanan, Yodha akan memastikan pemasan terlebih dulu.  “Untuk apa ia membeli.  Apakah untuk dijual kembali atau untuk kebutuhan restorannya sendiri yang bisa memesan secara rutin,” tuturnya.  Untuk ongkos kirim ditanggung pemesan.

Pembayaran untuk transaksi pertama dilakukan secara kontan.  Sementara pembayaran untuk transaksi berikutnya bisa menggunakan tempo 30 hari. Ia bekerjasama dengan PT Tosijaya selaku supplier bahan baku masakan Jepang , terutama bahan makanan jepang impor.  Pemesan harus kontinyu.  Setiap bulan minimal order untuk partai besar Rp 3 juta / bulan. Di bawah nilai tersebut, konsumen harus mengambil sendiri.

Restoran besar biasanya memesan 1 bulan sekali, bahkan ada yang 1 minggu sekali.  Peta usaha bahan makanan jepang, paling ramai di Jakarta, berikutnya diikuti Surabaya, Medan dan Palembang.  Sebelum tahun 2000, tren masakan Jepang menunjukkan bahwa masakan dengan cita rasa asli Jepang yang banyak diminati.  Konsekwensinya, butuh bahan impor dengan standar mutu baku dari jepang.  Namun setelah tahun 2000, ada kecenderungan pasar mulai melirik masakan jepang yang disesuaikan dengan kondisi di Indonesia, baik citarasa maupun harganya.  Akibatnya, sekarang muncul bahan makanan jebang berbentuk frozen.  Menu makanan seperti ini untuk kelas pasar menengah ke bawah.

No comments:

Post a Comment