Yatai: Angkringan Ala Jepang, Sushi Istimewa Harga Kaki Lima - KABAR BISNIS MU

KABAR BISNIS MU

Bisnis adalah kegiatan manusia yang bertujuan untuk menghasilkan uang dengan memproduksi dan menjual suatu produk, baik itu barang atau jasa. KABAR BISNISMU memberikan segudang informasi tentang peluang usaha, bisnis,kuliner,tehnologi dan berita berita terbaru

Breaking

Monday, January 21, 2019

Yatai: Angkringan Ala Jepang, Sushi Istimewa Harga Kaki Lima

Ketika berkunjung ke warung sega kucing Anda akan berjumpa dengan susu jahe, dan aneka gorengan, sementara di yatai Anda akan disuguhi aneka sushi, sajian khas Jepang.

Yatai, angkringan ala jepang.
Bila  diamati, banyak kesamaan antara  yatai jepang dan warung angkringan.  Yatai, biasanya beraktifitas pada musim semi di pinggir jalan. Buka di sore hari dan tutup pada malam hari atau  subuh tersebar hampir di semua daerah  Jepang.  Namun,  Prefektur Fukuoka di Pulau Kyushu menjadi tempat yang paling terkenal akan kehadiran yatai.  

Ada lebih dari 150 yatai di seluruh kota, dengan konsentrasi tertinggi di Kabupaten Nakagawa dan Tenjin terletak di pusat,umumnya di dekat eki (stasiun subway).  Minuman  yang mereka jual biasanya  bir dan sake. Sedangkan makanannya berupa yakitori, sushi, yakiniku, agemono, oden, dan hakata Ramen merupakan makanan kebanggaan masyarakat Fukuoka. Ada juga yang hanya buka saat matsuri (festival).  Di sana kita juga bisa menemukan yatai mura (kampung yatai)

Kini konsep yatai hadir di Indonesia.  Perintisnya adalah Adhitya Yodha Latuconsina, pemilik yatai Zushioda di bilangan Tebet, Jakarta Selatan.  Yatai ini yang pertama di Indonesia. Kalau biasanya masyarakat mengonsumsi sushi di restoran atau hotel dengan harga ratusan ribu rupiah, di sini cukup Rp 15.000 – Rp 50.000 sudah kenyang habis,” tuturnya. 

Beberapa menu unik yang bisa Anda nikmati di Zushioda antara lain crispy crunchy roll. Citarasanya tak terlupakan. Sushi ini  “bertopi”  potongan daging salmon segar serta bertabur kremesan.  Sementara di bagian dalamnya “dihuni” udang crispy yang membuat citarasanya kian mantap.  Masih ada sushi lain dengan citarasa berbeda yang siap menjawab rasa penasaran Anda. 

Diantaranya super california roll,  udon yaki, aneka cheezy aburi dengan pilihan daging seperti salmon/gindara/ebi dan menu bento. Edamame dan salad sebagai kudapan khas Jepang juga tersedia di sini. Minumannya juga tak kalah menarik untuk dicoba. Tidak hanya ocha, gerai ini juga memiliki ogura coffee, kopi kacang merah khas zushioda dan arak jepang (sake)

Meskipun harganya murah meriah, bukan berarti citarasanya kalah wah.  Sushi yang dijajakan di yatai yodha berkualitas sama dengan sushi di restoran maupun hotel berbintang. “Berbekal keterampilan yang pernah saya peroleh sewaktu menjadi koki dan relasi penyedia bahan baku sushi, saya jamin citarasanya sama dengan sushi di hotel berbintang dan restoran,” papar mantan koki di restoran Kino Kawa di Menara Thamrin, Jakarta.  Yatai menawarkan suasana yang sangat berbeda dibandingkan dengan bersantap di restoran. Terasa  lebih santai dan membaur sesama konsumen. 

Saat ini ada sekitar 30 menu masakan Jepang yang dijajakan oleh Yodha. Unggulan ada sekitar 6 menu. Awalnya 80% bahan baku berasal dari impor.  Namun Yodha mengakali ketergantungan bahan impor tersebut. Hingga bahan baku impornya tinggal 30% saja.  Soal mutu dan citarasa, Yodha menjamin, produk yang disajikan tak kalah dengan produk yang diimpor dari Jepang.

Dengan modifikasi bahan baku ini, harganya bisa lebih murah.  “Dengan adanya masakan Jepang yang murah ini, orang lebih senang mencoba daripada di restoran atau di hotel yang harganya mahal,” tuturnya.  Menu yang paling murah Rp 6.000, sedangkan  paling mahal Rp 17.000.  “Untuk sushi yang sama, harganya bisa mencapai Rp 50.000, sedangkan di sini cuma Rp 17.000,” paparnya.  Yodha mengaku, setiap malam ia rata-rata mendapatkan omzet Rp 1 juta. Puncaknya memang apada akhir pekan, Sabtu dan Minggu. 

No comments:

Post a Comment