Warung Tinggi: 134 Tahun Menjual Kopi - KABAR BISNIS MU

KABAR BISNIS MU

Bisnis adalah kegiatan manusia yang bertujuan untuk menghasilkan uang dengan memproduksi dan menjual suatu produk, baik itu barang atau jasa. KABAR BISNISMU memberikan segudang informasi tentang peluang usaha, bisnis,kuliner,tehnologi dan berita berita terbaru

Breaking

Tuesday, January 22, 2019

Warung Tinggi: 134 Tahun Menjual Kopi

Di tengah gempuran beragam kedai modern, Warung Tinggi yang berdiri  sejak tahun 1878 ini sama sekali tak kehilangan jati diri sebagai kedai kopi bersejarah yang masih mempertahankan citarasa kopi murni berkualitas.

Kopi-kopi berkualitas dalam kemasan siap jual.
Merek bergambar wanita sedang memikul bakul kopi di atas, seakan menjadi simbol yang mewakili sejarah panjang Warung Tinggi. Perintis dan pendiri warung ini adalah Almarhum Liaw Tek Soen. Berlokasi yang kini disebut  Jl. Sekolah Tangki, kawasan Glodok, Jakarta Pusat. “Ketika itu para wanita sekitar daerah ini banyak yang bekerja sebagai pemetik kopi. 

Nah, kaket buyut saya yang kala itu membuka warung nasi, selalu disinggahi para wanita pemikul biji kopi yang ingin beristirahat di warungnya. Kemudian  terbersitlah ide  membeli biji kopi tersebut, untuk diolah menjadi minuman kopi. Kami adalah kedai pertama di Indonesia yang menjual minuman kopi, ” cerita Rudi Widjaya, generasi ke empat yang sejak tahun 1978 memegang tongkat estafet sebagai pengelola Warung Tinggi.

“Selain hobi dengan kopi, saya juga dituntut selalu teliti dan menyelami berbagai karakteristik yang dimiliki oleh setiap jenis kopi. Warung Tinggi adalah satu-satunya kedai yang memiliki ratusan jenis kopi dari seluruh wilayah Indonesia,” kata Rudi.

Menurutnya, kejujuran rasa ataupun harga adalah kunci sukses keberhasilan usaha ini. “Harga kopi di pasaran kan selalu berubah. Kalau harus naik, ya saya naikkan, asal kualitas dan keaslian kopi tetap terjaga tanpa campuran apapun. Dengan kejujuran itu, pelanggan percaya bahwa produk kami seratus persen murni. Bahkan ada pelanggan tetap kami hingga tiga turunan,” katanya tegas.

Dulu, Rudi belajar menakar kadar air dan kadar kafein kopi, hanya dengan menggenggamnya di tangan. Kalau kering akan terasa hangat, tapi kalau basah akan terasa dingin di tangan. Kini, ia sudah menggunakan mesin berteknologi modern untuk melakukan hal tersebut. Begitu pula dengan cara pengolahan dan teknik menggoreng, menjadi kunci utama dalam menghasilkan kopi berkualitas. Meskipun menggunakan oven otomatis harus tetap dikontrol setiap saat.

Meskipun hanya menjual biji dan bubuk kopi saja,  warung ini juga menyediakan beraneka ragam kopi siap santap, yang bisa dicoba secara gratis agar konsumen dapat memilih jenis kopi yang sesuai dengan selera masing-masing.

“Karyawan kami akan membantu memberi masukan kopi yang cocok untuk mereka. Jenis kopi kami sangat bervariasi. Bila salah meracik, bisa-bisa rasanya tidak sesuai dengan  keinginan konsumen. Misalnya bila menggunakan coffeemaker, lebih cocok memakai kopi yang sedikit lebih kasar agar aroma dan rasanya tidak hilang. Namun ingin diseduh saja, lebih baik menggunakan kopi halus,” jelas pria berusia 70 tahun ini.

Baginya, kesempatan berinteraksi dengan konsumen dapat membina hubungan baik, sehingga  tak jarang para pelanggannya turut mempromosikan Warung Tinggi kepada para kerabat. Kini produknya tak hanya dipasarkan di Indonesia melainkan juga diekspor ke luar negeri seperti Amerika, Singapura, Thailand, Jepang, dan Korea berkat bantuan para pelanggan setianya.

Kapasitas produksi 2 ton/bulan

Jika di awal berdiri, Warung Tinggi hanya memiliki satu jenis kopi favorit, kini jumlahnya bertambah menjadi 8 jenis kopi favorit pelanggan. Harga per kilogram-nya berkisar mulai dari Harga mulai Rp 100.000 – Rp 600.000/kg. Kedelapan jenis kopi yang paling diminati konsumen antara lain ; Rajabika (Cocok  untuk pecinta kopi berkafein tinggi dan biasanya diminum dalam bentuk black coffee), Arabica Spesial (Banyak diminati pelanggan wanita.

Jika dicampur krimer dan gula, aromanya sangat wangi), Arabika Super (Cocok dicampur  es karena akan menghasilkan rasa manis, pahit, dan sedikit sepat), Arabika Ekstra (Disuplai ke supermarket atau minimarket), Robusta (untuk pecinta kopi berkadar kafein tinggi), Excellent (untuk maniak kopi), Kopi Jantan (untuk pria dewasa yang ingin menambah gairah), Kopi Betina (banyak disukai ibu-ibu modern yang gemar minum kopi. Rasanya asam dan wangi jika ditambah krimer).

Berbagai varian biji kopi diperoleh dari seluruh Indonesia. Namun yang paling banyak adalah berasal Sulawesi dan Sumatera.  “Saya sengaja mengambil dari importir lokal, karena selain memberi keuntungan kepada mereka, saya juga tidak perlu repot untuk mendapatkan kopi terbaik. Semuanya mereka yang ngurus, saya tinggal terima beres. Beda halnya jika saya membeli dari Koperasi Unit Desa (KUD) dan petani. Saya tidak bisa memilih dan kualitasnya belum tentu bagus semua,” terangnya.

Selain untuk konsumsi sendiri, kebanyakan pelanggan Warung Tinggi adalah para reseller. “Yang pasti jumlah produksi rata-rata mencapai 2 ton per bulan,” katanya menegaskan.

No comments:

Post a Comment