Merebaknya
penggunaan HP yang tak kenal tempat dan waktu memunculkan sisi negatif. Mengganggu
privasi dan keamanan di ruang-ruang publik. Fakta ini justru menjadi peluang
bisnis dengan membuat perangkat antisinyal HP.
![]() |
| Alat antisinyal |
Adalah Budi Adjisalim B.Sc. yang sudah lama
gerah oleh dering suara HP yang tak kenal tempat dan waktu. Bunyi HP
di tempat yang tidak semestinya sehingga mengganggu kenyamanan dan keamanan. Padahal,
seiring kian merakyatnya HP, kebiasaan buruk tersebut semakin sering dijumpai. “Saya juga suka melihat orang asyik bermain HP
di rumah ibadat, padahal saat itu sedang ada kebaktian, di luar juga sudah
terpampang tulisan “HP mohon dimatikan, tetap saja ada yang melanggar,” jelas
Budi.
Ia pun masih memergoki operator mesin di
pabriknya asyik main HP. Sementara facebook-an
juga jamak di tempat peribadatan. Asyik telepon dalam kabin mobil, sambil mengisi bensin ke mobilnya.
Dimodifikasi
dari Cina
Fenomena masyarakat tak patuh itu diubah
menjadi sebuah peluang oleh Budi. Produk ini diluncurkan 2 tahun lalu. Awalnya ia
mengimpor alat ini dari negara Cina. Namun Budi memodifikasi perangkat tersebut
agar sesuai dengan kualifikasi HP di Indonesia, terutama soal frekuensinya.
Pria kreatif ini memberi nama alat mobile
signal blocked tersebut dengan merk STV. Diambil dari inisial anak sulungnya yang
bernama Steven.
STV dijual dengan harga Rp
1.750.000 – Rp 5 juta tergantung spesifikasinya (lihat tulisan boks). Setiap bulan Budi mampu menjual 10 – 15 unit
STV. Menurutnya, STV yang dibandrol Rp
1,7 juta paling banyak diminati. Mungkin jenis ini radiusnya pas untuk ruangan berukuran
sedang.
Sementara ini cara
pemasaran melalui iklan, via sekolah, restoran, dan sistem keagenan. Untuk agen mendapat harga khusus, 20% lebih murah. Pemesanan pertama tidak dikenakan
jumlah minimal. Begitupun soal syarat,
tidak ada persyaratan khusus untuk menjadi agen. Sistem pembayarannya pun luwes.
Untuk pemesan di kawasan Jabodetabek,
dimungkinkan sistem pembayaran tempo.
Pelanggannya sekarang sudah tersebar hingga Medan, Mataram, dan beberapa
kota di Papua. Bila ada kerusakan, Budi
memberikan garansi 3 bulan setelah pembelian. “Tapi selama ini belum ada yang
komplain kerusakan dengan alat ini,” katanya
Sementara soal persaingan, Budi menuturkan,
produk dari Cina saat ini mulai membanjiri pasar dalam negeri. Hanya saja, produk dari Cina spesifikasinya
belum disesuaikan dengan teknologi HP yang banyak beredar di Indonesia. Sehingga beberapa produk memiliki fitur yang
sebenarnya tidak berfungsi di Indonesia. Keadaan ini berpengaruh terhadap
harga. Agar bisa tetap bersaing, Budi terus melakukan penyesuaian produknya
terhadap perkembangan teknologi telekomunikasi di Indonesia. “Sekarang sedang musim pakai 3G, maka alat
antisinyal juga harus mampu memblokir sinyal 3G,”paparnya.
Strategi bersaing lain
yang ia lakukan yaitu dengan memperkuat jaringan pemasaran. Menembus instansi pemerintah ataupun swasta menjadi
pilihan pemasaran berikutnya. “Produk ini banyak dibutuhkan lebih banyak oleh
instansi dibanding perorangan. Jadi jaringan
pemasaran yang kami bangun dari instansi ke instansi,” kata Budi. Instansi yang memiliki jaringan luas dan
banyak cabang menjadi target utama.
Cara kerja
Mobile signal
blocked dapat
dioperasikan secara manual atau dengan remote
control. Anda hanya cukup menekan remote control untuk mengaktifkan atau
mematikan mobile signal blocked ini
sesuai dengan kebutuhan. Ketika
diaktifkan, perangkat ini memancarkan sinyal radio berdaya rendah untuk memotong sinyal
antara menara pemancar sinyal dan ponsel. Sinyal pengecoh ini dipancarkan
oleh antena internal yang ada pada perangkat mobile signal blocker. Sinyal
ini tidak menganggu kinerja peranti lain, kecuali
ponsel dengan frekuensi yang ditargetkan.
Peranti ini dilengkapi dengan 4 antena. Setiap antena memancarkan sinyal pengecoh
atau pemblokir untuk 4 jenis sinyal ponsel yang meliputi: 3G, GSM, CDMA, dan
Wi-Fi. Model alat ini mampu menghasilkan
output 10 watt. Mengakibatkan pemblokiran yang sangat kuat
dan tidak dapat dianulir oleh alat penguat sinyal versi lebih kecil berdaya out
put 3 – 5 watt.
Berdasar ukuran dan
kemampuannya, peranti ini dibedakan menjadi 2 model. Signal blocked model pocket. Ukurannya kecil. Sehingga mudah dibawa kemana-mana. Model ini menggunakan tenaga battery recharge internal. Peranti ini
lebih sederhana. Hanya memiliki 3
pemancar anti-sinyal. Yaitu untuk sinyal 3G, GSM dan CDMA. Ukuranya hanya
sebesar kotak rokok. Dilengkapi dengan
alat penggantung sehingga bisa dipasang pada ikat pinggang. Radiusnya 10
meter.
Sementara itu, signal blocked model high power desk, mempunyai ukuran lebih
besar dibanding model pocket. Bentuk dan ukurannya menyerupai amplifier sound system. Alat ini tidak bisa ditenteng
kemana-mana. Dioperasikan dengan jalan
dipasang di sebuah tempat. Memiliki 4 pemancar antisinyal. Yang meliputi 3G, GSM,
CDMA dan Wi-Fi. Dari 4 jenis sinyal tersebut, Anda bisa memilih sinyal
mana yang akan diblokir. Misalnya, Anda
hanya bermaksud memblokir GSM, CDMA, dan Wi-Fi namun tidak memblokir sinyal
3G. Alat ini hanya didesain untuk
mengecoh sinyal berfrekuensi untuk ponsel.
Bekerja pada
jalur CDMA 800MHz, GSM 900MHz, GSM 1800MHz dan CDMA 1900MHz. Sehingga tidak menganggu
peranti yang lain. Misalnya: sinyal wireless dari sound system.
Jadi silakan pilih, sesuai keperluan.

No comments:
Post a Comment