Nama Yandy Laurens di
dunia perfilman makin dikenal setelah kesuksesannya menggarap film Keluarga
Cemara. Sutradara berusia muda itu juga menanggapi positif karya kreativitas para
Vlogger atau YouTuber yang memiliki konten kreatif serta kemampuan editing yang
baik.
![]() |
Yandy Laurens (istimewa) |
Menurutnya, untuk
menjadi Vlogger atau YouTuber kreatif pasti memiliki kebebasan ekspresi yang
berbeda-beda. Tentu didukung dengan pengetahuan dari mulai membuat konten, cara
memegang kamera, hingga teknologi kamera yang mendukung.
"Merekam itu di
saat yang sama beri kebebasan pada semua orang. Kuncinya jika ingin berkarya
itu harus terus mencoba. Berkarya kan bertumbuh. Kalau enggak dicoba, enggak
akan pernah tau. Kalau enggak tahu, enggak akan belajar jadi lebih baik,"
jelas Yandy kepada JawaPos.com di sela-sela Penjualan Perdana Samsung Galaxy
S10 Series: The Perfect 10.
Apalagi saat ini,
lanjutnya, teknologi dan media rekam memiliki harga yang terjangkau. Dan
kemampuannya juga sudah menghasilkan kualitas video yang terbaik.
"Media rekam
sekarang terjangkau enggak kayak dulu. Samsung S10 ini misalnya mendukung video
menjadi lebih baik. Karena semua karya itu proses. Misalnya orang bilang Yandy
bagus bikin film Keluarga Cemara. Tapi mungkin orang yang nonton Keluarga Cemara
enggak ada yang 10 persennya lihat film pertama saya. Karena karya itu kan
berkembang," ujar Yandy.
Maka Yandy meyakini
setiap orang bisa saja untuk menjadi Vlogger atau YouTuber namun tetap harus
melalui proses. Tips dari Yandy untuk menjad8 Vlogger kreatif di antaranya,
1. Karakter dan
Kepribadian
Yandy percaya setiap
orang yang ingin menjadi vlogger atau YouTuber memiliki karakter dan
kepribadian yang berbeda. Sekalipun memiliki tema dan lokasi vlog yang sama,
hasilnya belum tentu sama di tangan masing-masing orang.
"Keluarga Cemara
didirect orang lain dengan script yang sama pasti penekanannya jadi beda. Lalu
Food Vlogger kontennya sama, lokasi sama, menu sama, pasti hasilnya beda itu
karena kepribadian," ujarnya.
2. Teknologi
Tantangan lainnya
bagaimana kepribadian dan kereativitas diekspresikan lewat video yang baik.
Dari mulai media atau alat rekam yang digunakan, cara memegang kamera, hingga
cara mengedit.
Yandy menyarankan agar
memperhatikan angle pengambilan gambar. Jika menggunakan Samsung Galaxy S10
akan memberikan pilihan sudut angle yang berbeda hingga dapat mengatur secara
langsung lensa ultra wide, wide dan tele membuat pengguna lebih leluasa
menentukan sudut pengambilan gambar supaya objek yang bergerak juga dapat
menyampaikan cerita yang diharapkan.
"Kita cek Google
12 dasar teknik kamera pasti ke luar kok. Simple-simple. Lalu cara membuat vlog
juga agar memlerlalukan kamera kita seperti di atas tripod. Jadi rekam 1 shot
demi 1 shot lalu pindah tempat lagi," ujarnya.
3. Disiplin Ilmu
Yandy percaya untuk
menjadi seorang sutradara atau Vlogger terbaik pasti semuanya berpatokan pada
disiplin ilmu. Maka bagaimana seseorang agar bisa mengembangkan diri, adalah
dengan membaca dan belajar dari pengalaman.
"Saya percaya
semua pasti ada disiplin ilmunya. Kayak saya kan sekolah film. Orang tanya,
kalau mau jadi sutradara harus sekolah film enggak sih? Menurut saya
tergantung, mau belajar atau enggak. Sebab anak kecil 6 tahun bisa main piano
saja pasti karena belajar sekalipun dia punya bakat," tandasnya.
No comments:
Post a Comment