Bank Syariah Mandiri
(BSM) telah masuk ke bisnis perkreditan kendaraan bermotor sejak 2018 lalu.
Tujuan mulia yang diusung untuk memberikan kemudahan bagi umat untuk
mendapatkan mobil impiannya membuatnya menawarkan paket kredit mobil baru
dengan jangka waktu kredit maksimal 5 tahun dengan Dowm Payment (DP) 30 persen
sesuai arahan dewan Syariah.
![]() |
| Ilustrasi petugas Bank Syariah Mandiri (Istimewa) |
Hal ini sangat
membantu masyarakat. Namun beberapa nasabah mengeluhkan jangka waktu approval
pengajuan kredit yang terbilang lama. Bahkan dua minggu, Padahal Bank Saryah
Mandiri mengandalkan Mandiri Tunas Finance (MTF) sebagai partner yang telah
memiliki kredibilitas kuat dalam dunia pembiayaan mobil baru di Tanah Air.
Terkait hal ini,
Direktur Mandiri Tunas Finance Harjanto Tjitohardjojo mengatakan sebenarnya
Mandiri Tunas Finance bekerjasama dengan Bank Syariah Mandiri sebagai
channeling yang melakukan survey konsumen setelah BSM mendapatkan pengajuan
kredit dari nasabah.
"Kita sebenarnya
sebagai channeling BSM. melakukan survey dan memberikan data kepada mereka.
Mereka meminta bantuan MTF karena mereka belum expertdibidang pembiayaan. Jadi
mereka yang pilih konsumen lalu minta ke kita untuk survey lapangan. Kalau
merekanya ok, langsung di approval karena kontraknya di mereka," kata
Harjanto pada JawaPos.com, Senin (11/3)
Ia menjelaskan
biasanya perdyaratan pengajuan kredit perorangan hanya melingkupi data diri
seperti KTP, kartu keluaga, NPWP, rekening koran atau slip gaji. Bila
persyaratan sudah lengkap prosesnya sangat cepat karena hanya butuh satu hari.
"Harusnya gak
lama. Kalau di MTF gak lama paling satu hari, tepatnya 8 jam. Kalau di Bank
Sarya-nya yang scorring-nya mereka jadi kita serahkan ke mereka. Biasanya itu
hanya terjadi kalau dokumennya kurang lengkap. Kadang mandatorinya lengkap tapi
konsumennya misalnya penghasilannya kurang meyakinkan dan mereka (BSM) akan
minta tambahan dokumen atau mempertanyakan lagi apakah konsumen punya usaha
atau tambahan sebagai sumber keuangan," jelasnya.
Selain itu, survey
lapangannya juga on the spot. Artinya tim survey MTF dibekali mobile survey
sehingga bisa langsung mengisi kelengkapan data nasabah, mometrot dan
langsung mengirimkan data tersebut ke pusat sehingga langsung diproses oleh
BSM.
"Kalau lama,
sebenarnya gak karena kita pakai sistem. Kalau dulu kita survey harus balik ke
kantor lagi, baru isi data. Sekarang pakai gedget namanya mobile survey jadi
begitu di lokasi kita langusng isi datanya, lokasi konsumen kita foto, langsung
kita kirim dan di scorring. Jadi harusnya gak lama," tukasnya

No comments:
Post a Comment