Penipuan berkedok
investasi makin marak terjadi di lapisan masyarakat. Sasaran penipu kebanyakan
adalah seorang wanita Ibu rumah tangga dalam bentuk arisan.
![]() |
| Ilustrasi Penipuan Investasi (Istimewa) |
Perencana keuangan ZAP
Finance Prita Hapsari Ghozie berbagi tips agar dapat membedakan antara
investasi legal dengan penipuan. Lima ciri-ciri ini pertanda tawaran investasi
yang illegal.
1. Ada proses
rekrutmen anggota
Anda diwajibkan
menyetor dana kepada orang yang merekrut Anda. Kedua, Anda pun punya kewajiban
merekrut anggota baru yang pada akhirnya juga menyetorkan uang kepada Anda dan
seterusnya.
Skema ini akan
membentuk lapisan demi lapisan menjadi sebuah piramida. Namun, pada akhirnya,
piramida ini akan hancur, setelah itu para anggota baru sadar terkena tipuan
investasi semacam ini. Sekilas mirip bisnis multi-level marketing. Benar,
karena bedanya tipis sekali.
2. Setoran digunakan
untuk menutup pembayaran keuntungan
Salah satu skema
tipuan berkedok investasi yang paling popular dan sederhana adalah skema Ponzi.
Cara kerjanya, sebagian uang yang disetorkan investor digunakan untuk membayar
bunga kepada investor lain. Sebagian lagi tentu untuk si promoter.
Bunga umumnya akan
terus dibayarkan hingga 1 tahun sampai 2 tahun sehingga investor awal akan
merasa bahwa investasinya aman. Dengan cara ini, investor akan tergiur menambah
dana investasi sekaligus mengajak investor baru.
3. Jumlah anggota
banyak
Seperti halnya arisan,
skema penipuan ini juga memiliki anggota yang banyak. Namun, saking banyaknya
anggota sehingga tidak saling kenal satu sama lainnya. Terkadang, bandar utama
pun tidak dikenal sebelumnya oleh anggota.
4. Janji keuntungan
sangat fantastis
Salah satu ciri khas
dari investasi bodong semacam ini adalah selalu menawarkan tingkat imbal
hasil yang jauh lebih tinggi ketimbang investasi umum sejenis. Selain itu,
kesuksesan berinvestasi dijanjikan mudah diperoleh tanpa risiko.
“Sudah setahun saya
ikut, hasil yang dijanjikan juga terus dibayar,” begitu kata seorang teman yang
ikut investasi semacam itu dan suatu ketika akhirnya menjadi korban.

No comments:
Post a Comment