Kendaraan sering terasa meliuk ketika
dikendarai setelah diparkir dalam jangka waktu lama (beberapa minggu bulan). Namun jika sudah
dikendarai beberapa saat dan menempuh beberapa kilo meter, liukan itu tak
dirasakan lagi. Kondisi itu dipicu karena terjadinya flatspotting pada ban.
![]() |
| Ban motor akan mengalami flat spot jika terlalu lama dalam kondisi kempes dan sepeda motor menggunakan standar miring. |
Seusai dikendara di jalana, ban menjadi panas. Lalu membuatnya lebih fleksibel. Pada saat
motor diparkir di tempat sejuk dan jarang digunakan ban panas itu
keudian kembali dingin. Kondisi ini membuat
ban menjadi rawan menderita flatspotting.
Kerap terjadi di bagian ban yang bersinggungan dengan tanah atau lantai tempat
motor diparkir.
Ban sepeda motor balap yang memiliki susunan
internal nilon lebih rentan mengalami flatspotting.
Oleh karena itu disarankan motor sport agar secara periodik dikendarai.
Penyebab lain pemicu terjadinya flatspotting
yaitu beban yang terlalu berat, dan underinflation
atau kempes.
Suhu lingkungan dingin memicu senyawa karet
menjadi kaku. Memperbesar kemungkinan terjadinya flatspotting. “Penyakit” ini
bisa bersifat sementara, tapi bisa juga bersifat permanen. Jika kondisinya
parah dan permanen, ban terpaksa harus diganti. Tingkat keparahan ditentukan
oleh struktur bagian dalam atau kualitas ban, beban yang dipikul, suhu
lingkungan, dan lama waktu ban dalam kondisi tak mengaspal.
Yang wajib diketahui oleh biker yaitu, ban
motor dibuat bukan hanya dari karet. Namun merupakan kombinasi kimiawi kompleks
yang dirancang agar bisa bekerja baik
pada suhu tertentu. Umumnya pada suhu 74°C. Di arena
perlombaan MotoGP, mekanik selalu menyelimuti ban Superbike. Bertujuan untuk
menjaga suhu ban agar selalu mendekati suhu optimal. Kemudian menjelang perlombaan pembalap akan
melakukan warm up. Proses ini salah
satunya bertujuan untuk menjaga ban agar berada pada sahu optimal.
Sehingga bisa memberikan performa maksimal.
Bagi Anda yang bukan pembalap, flat spoting bisa dicegah dengan jalan selalu
rutin memeriksa tekanan ban agar senantiasa susui dengan rekomendasi buku
manual. Gunakan standar ganda atau standar berdiri saat memarkir sepeda motor
dalam jangka waktu lama. Lakukan warm up
sejauh 8km – 16 km pada sepeda motor yang lama tidak dikendarai. Warm up ban dilakukan pada kecepatan
normal.
Seusai berkendara, disarankan agar sepedamotor
disandarkan dengan standar ganda. Periksa ban dan bersihkan ban.

No comments:
Post a Comment