Dalam kurun waktu seratus tahun ini, produsen mobil telah
melakukan banyak inovasi di bidang teknologi keselamatan. Memastikan Anda bisa
sampai di tempat tujuan dengan selamat.
 |
| Ilustrasi |
Sabuk pengaman, kantung udara, rem anti-lock, kontlor
traksi dan berbagai standar keselamatan diberlakukan ketat dan menjadi norma
dalam mobil. Umumnya pengemudi sudah mengetahui fitur-fitur tersebut. Namun ada
beberapa fitur yang belum dikenal banyak orang. Padahal fitur-fitur tersebut
harus dikenali agar Anda bisa menggunkan sebagai penunjang keselamatan.
Berikut ini 5 Fitur keselamatan kendaraan yang harus Anda
ketahui
Alat Pendeteksi
Pengemudi Mengantuk
Beberapa kendaraan modern berteknologi canggih saat ini
telah dilengkapi dengan peranti pendeteksi pengemudi yang mengalami kelelahan
atau mengantuk. Cara kerja perangkat ini pada dasarnya mendeteksi tanda-tanda
bahwa pengemudi mengantuk, kemudian secara otomatis memperingatkan pengemudi
tersebut agar beristirahat sejenak.
Alat pendeteksi kantuk itu memonitor pola mengemudi yang
dilakukan oleh pengemudi, mengawasi pergerakan mata pengemudi. Ketika mobil
meliuk-liuk, tidak konstan sementara pengemudi terlalu sering menyipitkan mata,
bahkan menutup mata, maka alat ini akan berbunyi layaknya alarm. Mengingatkan
pengemudi aga beristiraha. Berbagai produsen memiliki sistem sendiri. Sehingga
memiliki spesifikasi yang bervariasi. Misalnya, Nissan menyebut alat ini
sebagai Attntion Alere, Volkswagen memberi nama Fatigue Detection, dan
Mercedes-Benz memberi nama alat anti-mengantuk ini Attention Assist.
Ford F-150 Wheel
Blocker
Semua Ford F-150 dilengkapi dengan bar baja berkekuatan
tinggi di bagian depan dan di belakang pengemudi. Berfungsi untuk melindungi
roda jika terjadi kecelakaan. Roda tersebut kemudian kan menjadi pelindung bagi
penumpang yang berada di belakangnya. Fitur keselamatan ini muncul setelah
F-150 setelah lolos menjalani tes yang dilakukan oleh IIHS.
Mercedes Pre-Safe
Sound
Saat terjadi benturan akibat kecelakaan, akan banyak
terjadi perubahan tekanan di dalam kabin. Hal tersebut bisa menyebabkan
kerusakan telinga. Mercedes-Benz E-Class meluncurkan teknologi yang disebut
PRE=SAFE Sound yang akan melindungi telinga saat terjadi kecelakaan. E-Class
mendeteksi detik-detik terakhir terjadinya kecelakaan. Kemudian sensor akan
mengirimkan “sinyal interferensi pendek” berupa nada nyaring. Suara tersebut
akan memicu refleks telinga, menyebabkan otot telinga berkontraksi. Perangkat
ini pada dasarnya membantu telinga Anda mengunci dirinya sendiri terhadap suara
bertekanan tinggi yang muncul akibat benturan dan kantung udara.
Sistem Pengunci
Transmisi Otomatis Jika Lampu Rem Rusak
Lampu rem menjadi fitur keamanan kendaraan yang paling
populer dan sudah puluhan tahun digunakan. Berfungsi untuk memperingatkan
pengendara di belakang agar mengurangi kecepatan saat mobil di depannya
melakukan pengereman. Mengemudikan mobil tanpa rem sangat berbahaya. Nah saat
ini beberapa mobil sudah dilengkapi dengan seistem pengunci transmisi otomatis
jika lampu rem mengalami kerusakan. Jika lampu rem rusak, transmisi akan
terkunci secara otomatis. Sehingga Anda tidak bisa menyetir kendaraan tersebut sampai
Anda memperbaikinya. Berbagai mobil yang sudah menerapkan sistem pengamanan ini
yaitu Nissan Pathfinder, dan Altima.
Brake Shift
Interlock
Sejak 2010 mobil bertransmisi otomatis umumnya
telah dilengkapi degan sebuah Brake Shift Interlock. Sistem ini mencegah mobil
masuk ke roda gigi tanpa pengaplikasian rem. Fitur ini berguna untuk
menetralkan posisi transmisi mobil matik. Ini berfungsi saat parkir, terutama
ketika parkir paralel.
Foto: http://www.autoguide.com
No comments:
Post a Comment