Saat buang air kecil,
tubuh seseorang bisa merasa merinding atau bergetar ketika air seni ke luar
baik menggunakan toilet duduk atau jongkok dan berdiri. Penyebab tubuh
merinding saat buang air kecil ternyata ada alasan medisnya.
![]() |
| Ilustrasi (Istimewa) |
Dalam keterangan
tertulis hellosehat.com, hal itu dipengaruhi oleh
kombinasi antara perubahan suhu tubuh, kerja sistem saraf, dan perubahan tekanan
darah sekaligus dalam satu waktu. Coba perhatikan, suhu urin relatif hangat.
Ketika buang air kecil, suhu inti tubuh ikut menurun karena urin yang hangat
akhirnya dikeluarkan. Perubahan suhu secara mendadak ini memicu tubuh untuk
menyalakan refleks merinding sebagai cara alami untuk kembali menghangatkan
tubuh. Itu sebabnya seseorang akan merinding pada saat-saat awal pipis.
Namun ternyata, yang
memicu respons merinding atau gemetar bukan hanya perubahan suhu tubuh. Seorang
dokter spesialis urologi di Inggris, dr. Simon Fulford, mengatakan kerja sistem
saraflah yang menjadi dalang utama penyebab sensasi merinding saat buang air
kecil.
Pengaruh Sistem Saraf
Proses buang air kecil
tidak semudah hanya karena ingin. Naluri ingin pipis dan kebelet diatur oleh
pusat kendali otak bernama ANS (sistem saraf otonom) yang mengendalikan fungsi
tubuh otomatis, seperti pengaturan suhu tubuh dan detak jantung. Di dalam ANS
itu sendiri terdapat dua sistem saraf yang secara khusus mengatur hasrat buang
air kecil, yaitu sistem saraf parasimpatik (PNS) dan sistem saraf simpatik
(SNS).
Ketika kandung kemih
penuh urin, reseptor saraf di dinding otot kandung kemih akan mendeteksi adanya
peregangan akibat bertambahnya volume cairan. Reseptor ini kemudian
mengaktifkan satu set saraf di sumsum tulang belakang yang disebut saraf
sakral. Saraf sakral kemudian akan memerintahkan saraf PNS di otak untuk memicu
kontraksi otot kandung kemih untuk mulai mendorong urin keluar dari tubuh.
Ketika pada akhirnya
seseorang pipis dan terjadi pengosongan kandung kemih, sistem saraf yang ada
dalam ANS secara otomatis akan menurunkan tekanan darah. Penurunan tekanan
darah mendadak ini kemudian memicu SNS untuk melepaskan hormon katekolamin.
Peningkatan katekolamin tiba-tiba inilah yang diduga kuat mengakibatkan tubuh
merinding saat buang air kecil.
Pria Lebih Sering
Mengalaminya
Fakta unik lainnya,
ternyata, pria cenderung mengalami kondisi ini dibandingkan dengan wanita. Hal
ini disebabkan perbedaan posisi antara keduanya saat buang air kecil. Posisi
berdiri saat buang air kecil pada pria menyebabkan saraf parasimpatis lebih
aktif ketimbang saat jongkok atau duduk.

No comments:
Post a Comment