Tubuh Merinding Saat Buang Air Kecil? Ini Penyebabnya - KABAR BISNIS MU

KABAR BISNIS MU

Bisnis adalah kegiatan manusia yang bertujuan untuk menghasilkan uang dengan memproduksi dan menjual suatu produk, baik itu barang atau jasa. KABAR BISNISMU memberikan segudang informasi tentang peluang usaha, bisnis,kuliner,tehnologi dan berita berita terbaru

Breaking

Thursday, February 28, 2019

Tubuh Merinding Saat Buang Air Kecil? Ini Penyebabnya


Saat buang air kecil, tubuh seseorang bisa merasa merinding atau bergetar ketika air seni ke luar baik menggunakan toilet duduk atau jongkok dan berdiri. Penyebab tubuh merinding saat buang air kecil ternyata ada alasan medisnya. 

Ilustrasi (Istimewa)
Dalam keterangan tertulis hellosehat.com, hal itu dipengaruhi oleh kombinasi antara perubahan suhu tubuh, kerja sistem saraf, dan perubahan tekanan darah sekaligus dalam satu waktu. Coba perhatikan, suhu urin relatif hangat. Ketika buang air kecil, suhu inti tubuh ikut menurun karena urin yang hangat akhirnya dikeluarkan. Perubahan suhu secara mendadak ini memicu tubuh untuk menyalakan refleks merinding sebagai cara alami untuk kembali menghangatkan tubuh. Itu sebabnya seseorang akan merinding pada saat-saat awal pipis.


Namun ternyata, yang memicu respons merinding atau gemetar bukan hanya perubahan suhu tubuh. Seorang dokter spesialis urologi di Inggris, dr. Simon Fulford, mengatakan kerja sistem saraflah yang menjadi dalang utama penyebab sensasi merinding saat buang air kecil.


Pengaruh Sistem Saraf

Proses buang air kecil tidak semudah hanya karena ingin. Naluri ingin pipis dan kebelet diatur oleh pusat kendali otak bernama ANS (sistem saraf otonom) yang mengendalikan fungsi tubuh otomatis, seperti pengaturan suhu tubuh dan detak jantung. Di dalam ANS itu sendiri terdapat dua sistem saraf yang secara khusus mengatur hasrat buang air kecil, yaitu sistem saraf parasimpatik (PNS) dan sistem saraf simpatik (SNS).

Ketika kandung kemih penuh urin, reseptor saraf di dinding otot kandung kemih akan mendeteksi adanya peregangan akibat bertambahnya volume cairan. Reseptor ini kemudian mengaktifkan satu set saraf di sumsum tulang belakang yang disebut saraf sakral. Saraf sakral kemudian akan memerintahkan saraf PNS di otak untuk memicu kontraksi otot kandung kemih untuk mulai mendorong urin keluar dari tubuh.

Ketika pada akhirnya seseorang pipis dan terjadi pengosongan kandung kemih, sistem saraf yang ada dalam ANS secara otomatis akan menurunkan tekanan darah. Penurunan tekanan darah mendadak ini kemudian memicu SNS untuk melepaskan hormon katekolamin. Peningkatan katekolamin tiba-tiba inilah yang diduga kuat mengakibatkan tubuh merinding saat buang air kecil.

Pria Lebih Sering Mengalaminya

Fakta unik lainnya, ternyata, pria cenderung mengalami kondisi ini dibandingkan dengan wanita. Hal ini disebabkan perbedaan posisi antara keduanya saat buang air kecil. Posisi berdiri saat buang air kecil pada pria menyebabkan saraf parasimpatis lebih aktif ketimbang saat jongkok atau duduk. 

No comments:

Post a Comment