Bisa jadi, suatu saat nanti, buah sukun bakal diburu oleh
masyarakat. Tak seperti sekarang ini yang seolah-olah terabaikan.
![]() |
| Buah sukun. |
Salah satu faktor yang bisa mencetuskan kemungkinan itu
adalah hasil penelitian prof. Dr. Ir. Ahmad Sulaeman, MS,Ph.D dari Fakultas
Ekologi Manusia, IPB, Bogor, Jawa Barat.
Berdasarkan hasil penelitiannya, dalam buah sukun terdapat oligosakarida
alias zat pati yang unik. “Namanya oligosakarida α – 13,”ujar Ahmad.
Jenis karbohidrat ini secara spesifik terdapat pada sukun.
Zat inilah yang berperan penting memberikan pasokan pakan bagi mikro flora yang
ada pada usus. Sehingga bakteri menguntungkan bisa berkembang optimal dalam
sistem pencernaan. Untuk mengetahui kandungan oligosakarida tersebut, Ahmad
menggunakan NMR (Nuclear Magnetic Resonance) spectrogram.
Dongkrak Probiotik
Berdasarkan penelitiannya, terbukti buah sukun mampu
mendongkrak angka probiotik hingga 10E8 cfu/ml. Sementara produk komersial yang
beredar di pasaran, kisaran angkanya hanya 10E6cfu/ml. Hal ini jadi bukti,
sukun mengandung prebiotik yang dapat meningkatkan pertumbuhan probiotik
(bakteri baik) dalam usus.
Kok bisa? Karena prebiotik ini bisa dianggap sebagai
“makanan” bagi bakteri baik. Bila persediaan “makanan” cukup, kemungkinan besar
probiotik bakal berkembang pesat. Sehingga pertumbuhannya ini mampu menggeser
keberadaan bakteri merugikan yang kerap mennimbulkan masalah pencernaan.
Ahmad berharap melalui modifikasi pangan, zat pati dalam
buah sukun ini bisa dimasukkan ke dalam pelbagai produk. Semisal susu. Dengan
begitu, mampu dihasilkan minuman sinbiotik. Yakni minuman yang mengandung
probiotik sekaligus prebiotik. Selain itu, minuman sinbiotik ini bisa
menghambat pertumbuhan E.coli yakni bakteri patogen yang kerap jadi biangkerok
masalah diare.
Namun sebenarnya untuk merasakan manfaat buah sukun, bisa
pula dengan cara langsung mengonsumsi buahnya. Agar cita rasanya enak, tentu
buah tersebut harus Anda olah terlebih dulu. Semisal dengan dikukus ataupun
digoreng. Bahkan Ahmad melontarkan cara
penyajian berbeda. “Kita bisa buat peuyeum sukun,”ujarnya.
Anda pun tak perlu khawatir manfaatnya bakal berkurang.
Sebab, proses tersebut tak menghilangkan kandungan buah tersebut. Asal tahu
saja, dalam buah ini Anda bisa mendapatkan aneka unsur fitokimia yang sangat penting bagi tubuh. Terutama pada
golongan asam esensial. Seperti isoleusin, methionin, lysine, histidine,
ryphophan, serta valin. Kandungan mineral ini sangat berguna untuk menjaga
sistem pencernaan, memperkuat gigi, memperkuat tulang, menjaga kondisi ginjal,
membantu penyembuhan penyakit liver, dan meringankan penderita diabetes
(menurunkan gula darah). Buah sukun pun mengandung zat lainnya. Seperti niasin,
vitamin C, riboflavin, kalium, thiamin, natrium, kalisum, dan zat besi.

No comments:
Post a Comment