Perubahan Musim dan Obat Alami: Kencur dan Kapulaga Redakan Batuk - KABAR BISNIS MU

KABAR BISNIS MU

Bisnis adalah kegiatan manusia yang bertujuan untuk menghasilkan uang dengan memproduksi dan menjual suatu produk, baik itu barang atau jasa. KABAR BISNISMU memberikan segudang informasi tentang peluang usaha, bisnis,kuliner,tehnologi dan berita berita terbaru

Breaking

Thursday, February 21, 2019

Perubahan Musim dan Obat Alami: Kencur dan Kapulaga Redakan Batuk


Pada perubahan musim penghujan ke musim kemarau, biasanya orang mudah flu, demam, gangguan pencernaan, dan masalah kesehatan lainnya. Terlebih bagi yang sudah mengidap penyakit. Misalnya, tekanan darah tinggi, diabetes, dan lainnya.

Buah Kapulaga
Bahkan bagi orang sangat sehat pun, pergantian musim bisa menimbulkan gangguan kesehatan mendadak. Terlebih kalau seseorang dalam kondisi kecapekan, makan tidak teratur dan kurang istirahat. Dewasa ini kita juga dibombardir oleh aneka produk stimulan (penambah kekuatan), baik berupa tablet, kapsul maupun kemasan saset, yang justru bisa menjadi pemicu panyakit. Sebab seseorang yang seharusnya istirahat, bisa terus dipaksa bekerja berkat stimulan tersebut.


Salah satu gangguan kesehatan, yang paling mudah menyerang pada pergantian musim adalah batuk. Tentunya batuk karena virus influenza atau alergi udara dingin/panas. Bukan batuk karena infeksi saluran pernafasan, sebab batuk karena infeksi, yang ditandai dengan suhu badan tinggi dan sakit untuk menelan, harus diatasi dengan antibiotik atas anjuran dokter.

Gangguan batuk karena influenza atau alergi udara bisa diatasi dengan kencur (Kaempferia galanga). Baik dengan digerus dan diminum, maupun dikunyah-kunyah dan ditelan. Selain mengandung stimulan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, kencur juga mengandung zat astringen yang bisa mengeluarkan dahak, serta melonggarkan pernapasan.


Rasa kencur memang getar (pedas campur pahit), namun kemujarabannya untuk mengatasi batuk sudah sangat terbukti. Yang juga bisa mengatasi batuk adalah daun mint (Mentha arvensis). Sekarang daun mint sudah banyak dijual di pasar swalayan. Daun ini bisa digunakan untuk lalap, salad atau dijus untuk diminum. Sirih (Paper batle) juga bisa dimanfaatkan bersama dengan kencur dan mint, untuk mengatasi batuk.

Batuk Hindari Oleoresin

Masyarakat sering keliru, bahwa dalam kondisi batuk-batuk, kita sering mengkonsumsi yang hangat-hangat. Misalnya serbat, air jahe, dan lain-lain. Namun efeknya, justru sebaliknya. Batuk tidak reda malahan menjadi-jadi. Sebab jahe (Zingiber officinale) meskipun mengandung minyak asiri yang bisa menghangatkan tenggorokan, tetapi kandungan oleoresin jahe yang sangat pedas, justru bisa menimbulkan iritasi dan memperparah batuk. 

Oleoresin ini juga bisa memperhebat batuk akibat alergi udara dingin maupun panas. Hingga jahe tidak dianjurkan untuk mengatasi batuk. Yang bisa menghangatkan tetapi tidak berdampak iritasi adalah kapulaga. Baik kapulaga lokal (Amomum cardamomum), maupun kapulaga sabrang (Elletaria cardamomum).


Biji kapulaga bisa dikunyah-kunyah langsung, seperti halnya kencur, bisa pula digerus dan diseduh dijadikan teh. Minum air kapulaga hangat, bisa sangat membantu meredakan batuk dan melonggarkan pernapasan. Di Timur Tengah, masyarakat Arab biasa mengunyah-ngunyah biji kapulaga untuk mengatasi udara gurun yang sangat dingin pada malam hari.

Gangguan lain yang diakibatkan oleh virus influenza adalah pilek (rongga hidung terinfeksi virus), hingga bengkak, berair dan seperti tersumbat. Gangguan ini bisa diatasi justru dengan minum sebanyak mungkin, terutama minum air hangat atau jus buah. Selain itu mengkonsumsi produk yang hangat dan pedas, juga bisa membantu mengatasi gangguan rongga hidung.

Cabai (Capsicum annum), salah satu produk yang paling tepat. Namun perlu diingat, daya tahan perut seseorang terhadap cabai ada batasnya. Hingga mengonsumsi cabai untuk mengatasi pilek, harus sangat dibatasi. Yang tergolong bisa mendatangkan kehangatan dan tidak terlalu menimbulkan gangguan pada perut adalah cabai jawa (Piper retrofractum), lada (Piper nigrum), kemukus (Piper cubeba), pala (Myristica fragrans), dan kayu manis (Cinnamomum burmani). Namun produk-produk ini hanya lazim dikonsumsi sebagai bumbu.

Kecuali kayu manis yang juga bisa dikonsumsi sebagai bahan minuman. Kalau kita ingin secara instan menghangatkan tubuh sambil melonggarkan hidung yang mampat, maka yang paling tepat adalah jahe. Atau bisa pula kombinasi antara jahe dengan kayu manis.

Gangguan Pencernaan
Gangguan pencernaan juga akan sering menghantui pada tiap pergantian cuaca. Gangguan ini berupa diare, atau sebaliknya tidak bisa buang air besar, tidak bisa kentut. Diare memang harus diatasi dengan obat-obatan modern, terutama kalau gangguannya sudah parah. Tetapi dalam keadaan masih ringan, diare bisa diatasi dengan minum teh tubruk, baik dengan diberi gula maupun pahit. Yang dimaksud dengan teh tubruk adalah teh wangi (jasmine tea, chinese tea), semisal teh tubruk cap botol, gopek, tongtji, dan lain-lain.

Selain teh tubruk, bisa pula digunakan teh hijau, yang sekarang sudah banyak dijual, di pasar swalayan. Kalau yang terjadi sebaliknya, maka kita harus banyak mengkonsumsi makanan berserat. Baik berupa sayuran maupun buah-buahan.

Tetapi untuk mengatasi gangguan pencernaan tidak bisa buang gas, sebaiknya digunakan daun sembukan (kahitutan, daun kentut, Saprosma arboreum). Daun ini bisa diremas-remas kemudian ditapalkan di perut. Namun paling mujarab, daun mudanya dimasak menjadi botok dan dikonsumsi. Daun sembukan tergolong paling mujarab untuk mengatasi gangguan perut, terutama untuk memperlancar metabolisme pencernaan.

Kalau gangguan pencernaan ini juga disertai sakit yang melilit-lilit, obat yang paling baik adalah rimpang jeringau (Acorus calamus). Rimpang ini bisa dimemarkan kemudian direbus dan airnya diminum. Namun bisa pula rimpang jeringau dihancurkan dan dioleskan ke perut yang sakit melilit.

Agar lebih cepat meresap, setelah diolesi rimpang jeringau, perut dibalut kain atau selendang. Dalam jangka waktu pendek, perut yang melilit akan kembali sehat. Gangguan pencernaan akibat disfungsi lever karena kelelahan, sebenarnya juga bisa ditanggulangi dengan meminum air rebusan temulawak kering, setiap sore. Bukan temulawak serbuk, atau minuman temulawak instan. Gangguan pencernaan karena disfungsi lever ditandai perut mual, membengkak, dan keras. Yang dimaksud dengan disfungsi lever, dalam hal ini bukan akibat penyakit serius seperti hepatitis. Sebab menghadapi penyakit ini, kita harus berobat ke dokter.   

No comments:

Post a Comment