Pada perubahan musim penghujan ke musim kemarau, biasanya orang mudah flu, demam, gangguan pencernaan, dan
masalah kesehatan lainnya. Terlebih bagi yang sudah
mengidap penyakit. Misalnya, tekanan darah tinggi,
diabetes, dan lainnya.
![]() |
| Buah Kapulaga |
Bahkan
bagi orang sangat sehat pun, pergantian musim bisa menimbulkan gangguan
kesehatan mendadak. Terlebih kalau seseorang dalam kondisi kecapekan, makan
tidak teratur dan kurang istirahat. Dewasa ini kita juga dibombardir oleh aneka
produk stimulan (penambah kekuatan), baik berupa tablet, kapsul maupun kemasan
saset, yang justru bisa menjadi pemicu
panyakit. Sebab seseorang yang seharusnya istirahat, bisa terus
dipaksa bekerja berkat stimulan tersebut.
Salah
satu gangguan kesehatan, yang paling mudah menyerang pada pergantian musim adalah batuk. Tentunya batuk karena virus
influenza atau alergi udara dingin/panas.
Bukan batuk karena infeksi saluran pernafasan, sebab batuk karena infeksi, yang
ditandai dengan suhu badan tinggi dan sakit untuk menelan, harus diatasi dengan
antibiotik atas anjuran dokter.
Gangguan
batuk karena influenza atau alergi udara bisa diatasi
dengan kencur (Kaempferia galanga). Baik dengan digerus dan diminum, maupun
dikunyah-kunyah dan ditelan. Selain mengandung stimulan
untuk meningkatkan daya tahan tubuh, kencur juga mengandung zat astringen yang
bisa mengeluarkan dahak, serta melonggarkan pernapasan.
Rasa
kencur memang getar (pedas campur pahit), namun kemujarabannya untuk mengatasi
batuk sudah sangat terbukti. Yang juga bisa mengatasi batuk adalah daun mint (Mentha
arvensis). Sekarang daun mint
sudah banyak dijual di pasar swalayan. Daun ini bisa digunakan untuk lalap,
salad atau dijus untuk diminum. Sirih (Paper
batle) juga bisa dimanfaatkan bersama dengan kencur dan mint, untuk mengatasi batuk.
Batuk Hindari Oleoresin
Masyarakat sering keliru, bahwa dalam kondisi
batuk-batuk, kita sering mengkonsumsi yang hangat-hangat. Misalnya serbat, air
jahe, dan
lain-lain. Namun efeknya, justru sebaliknya. Batuk tidak reda malahan
menjadi-jadi. Sebab jahe (Zingiber
officinale) meskipun mengandung
minyak asiri yang bisa menghangatkan tenggorokan, tetapi kandungan oleoresin
jahe yang sangat pedas, justru bisa menimbulkan iritasi dan memperparah batuk.
Oleoresin ini juga bisa memperhebat batuk akibat alergi udara dingin maupun
panas. Hingga jahe tidak dianjurkan untuk mengatasi batuk. Yang bisa
menghangatkan tetapi tidak berdampak iritasi adalah kapulaga. Baik kapulaga
lokal (Amomum cardamomum), maupun
kapulaga sabrang (Elletaria cardamomum).
Biji kapulaga bisa dikunyah-kunyah langsung, seperti
halnya kencur, bisa pula digerus dan diseduh dijadikan teh. Minum air kapulaga
hangat, bisa sangat membantu meredakan batuk dan melonggarkan pernapasan. Di
Timur Tengah, masyarakat Arab biasa mengunyah-ngunyah biji kapulaga untuk
mengatasi udara gurun yang sangat dingin pada malam hari.
Gangguan lain yang diakibatkan oleh virus influenza adalah
pilek (rongga hidung terinfeksi virus), hingga bengkak, berair dan seperti
tersumbat. Gangguan ini bisa diatasi justru dengan minum sebanyak mungkin,
terutama minum air hangat atau jus buah. Selain itu mengkonsumsi produk yang hangat
dan pedas, juga bisa membantu mengatasi gangguan rongga hidung.
Cabai (Capsicum
annum), salah satu produk yang paling tepat. Namun perlu diingat, daya
tahan perut seseorang terhadap cabai ada batasnya. Hingga mengonsumsi cabai
untuk mengatasi pilek, harus sangat dibatasi. Yang
tergolong bisa mendatangkan kehangatan dan tidak terlalu menimbulkan gangguan
pada perut adalah cabai jawa (Piper
retrofractum), lada (Piper nigrum),
kemukus (Piper cubeba), pala (Myristica fragrans), dan kayu manis (Cinnamomum burmani). Namun produk-produk ini hanya lazim dikonsumsi sebagai
bumbu.
Kecuali kayu manis yang juga bisa dikonsumsi sebagai
bahan minuman. Kalau kita ingin secara instan menghangatkan tubuh sambil
melonggarkan hidung yang mampat, maka yang paling tepat adalah jahe. Atau bisa
pula kombinasi antara jahe dengan kayu manis.
Gangguan Pencernaan
Gangguan pencernaan juga akan sering menghantui pada tiap
pergantian cuaca. Gangguan ini berupa diare, atau sebaliknya tidak bisa buang
air besar, tidak bisa kentut. Diare memang harus diatasi dengan obat-obatan
modern, terutama kalau gangguannya sudah parah. Tetapi dalam keadaan masih
ringan, diare bisa diatasi dengan minum teh tubruk, baik dengan diberi gula maupun pahit. Yang
dimaksud dengan teh tubruk adalah teh wangi (jasmine tea, chinese
tea), semisal teh
tubruk cap
botol, gopek, tongtji, dan
lain-lain.
Selain
teh tubruk, bisa pula digunakan teh hijau, yang sekarang sudah banyak dijual,
di pasar swalayan. Kalau yang terjadi sebaliknya, maka kita harus banyak mengkonsumsi
makanan berserat. Baik berupa sayuran maupun buah-buahan.
Tetapi untuk mengatasi gangguan pencernaan tidak bisa buang gas, sebaiknya
digunakan daun sembukan (kahitutan, daun kentut, Saprosma arboreum). Daun ini bisa diremas-remas kemudian ditapalkan
di perut. Namun paling mujarab, daun mudanya dimasak menjadi botok dan
dikonsumsi. Daun sembukan tergolong paling mujarab untuk mengatasi gangguan
perut, terutama untuk memperlancar metabolisme pencernaan.
Kalau gangguan pencernaan ini juga disertai sakit yang melilit-lilit,
obat yang paling baik adalah rimpang jeringau (Acorus calamus). Rimpang ini bisa dimemarkan kemudian
direbus dan airnya diminum. Namun bisa pula rimpang jeringau dihancurkan dan
dioleskan ke perut yang sakit melilit.
Agar lebih cepat meresap, setelah diolesi rimpang
jeringau, perut dibalut
kain atau selendang. Dalam jangka waktu pendek, perut yang melilit akan kembali
sehat. Gangguan pencernaan
akibat disfungsi lever karena kelelahan, sebenarnya juga bisa ditanggulangi
dengan meminum air rebusan temulawak kering, setiap sore. Bukan temulawak serbuk,
atau minuman temulawak instan. Gangguan pencernaan karena disfungsi lever ditandai
perut mual, membengkak, dan keras. Yang dimaksud dengan disfungsi lever, dalam
hal ini bukan akibat penyakit serius seperti hepatitis. Sebab menghadapi
penyakit ini, kita harus berobat ke dokter.

No comments:
Post a Comment