Menyingkirkan lemak di sekitar perut
memang impian semua orang. Sebab bukan hanya soal penampilan, lemak perut juga
bisa memicu berbagai penyakit.
![]() |
| Ilustrasi (Istimewa) |
"Lemak perut juga disebut
sebagai lemak visceral, dan merupakan faktor risiko utama untuk diabetes tipe
2, penyakit jantung, dan kondisi lainnya," kata Ahli Diet di New York dan
Edukator Diabetes Rachel Stahl, seperti dilansir dari Pop Sugar, Kamis (28/2).
Seseorang bisa menurunkan persentase lemak tubuh secara keseluruhan, yang akan
membantu mengecilkan pinggangnya. Caranya dengan menghindari makanan tertentu
yang terbukti meningkatkan penyimpanan lemak di perut. Pada akhirnya, itu semua
bermuara pada pola makan.
1. Perhatikan Kemasan Makanan
Saat berbelanja bahan makanan dan melihat-lihat makanan dalam kemasan, Stahl
menyarankan untuk menghindari lemak jahat atau lemak jenuh. Misalnya lemak yang
terdapat dalam mentega, makanan yang dipanggang, cokelat, dan berbagai
saus.
Sebab penelitian menunjukkan bahwa
lemak jahat meningkatkan jumlah lemak di sekitar perut, serta berbahaya bagi
kesehatan jantung. Jadi, jika tidak sadar mengonsumsi makanan ini, Stahl
menyarankan agar menghindari mereka untuk menurunkan lemak pinggang dan perut.
2. Batasi Gula
Stahl merekomendasikan membatasi asupan gula untuk mengurangi lemak perut.
Studi menunjukkan bahwa mengonsumsi gula berlebih dapat menyebabkan peningkatan
penyimpanan lemak di perut dan di hati. Ini pada gilirannya dapat menyebabkan
resistensi insulin, yang membuatnya sulit untuk menurunkan berat badan.
Makanan-makanan ini juga memengaruhi kadar insulin. Seorang nephrologist
(spesialis ginjal), Jason Fung, menjelaskan makanan manis dan makanan yang
dibuat dengan tepung olahan seperti kue, kerupuk, dan roti putih meningkatkan
kadar insulin.
Dengan tidak makan gula dan
karbohidrat olahan, itu akan membuat kadar insulin rendah, yang akan membantu
mengurangi persentase lemak tubuh secara keseluruhan, membantu menghilangkan
lemak perut.
Gula meningkatkan kadar insulin,
yang memblokir leptin (hormon yang memberi sinyal ke tubuh sudah merasa
kenyang), dan membebani reseptor dopamin, yang mengarah pada keinginan mengidam
yang tak pernah puas.
3. Hindari Minuman Manis
Bukan hanya es krim dan kue yang
perlu dihindari. Stahl mengatakan hindari minuman manis seperti soda, jus buah,
dan teh es manis. Selain gula (terutama sirup mengandung fruktosa tinggi) yang
memengaruhi kadar insulin dan meningkatkan lemak visceral.
Kemudian hindari soda. Soda terkait
erat dengan pertambahan berat badan dan peningkatan 60 persen risiko obesitas.
Pilihlah gula pengganti alami seperti madu atau irisan buah segar.

No comments:
Post a Comment