Madhiyani, atau
yang akrab dipanggil Ani adalah pengusaha kreatif busana lukis dari Cimahi, Jawa Barat. Produknya boleh dikatakan unik, baju atau selendang sutera yang dihiasi lukisan.
![]() |
| Baju berhias lukisan |
Untuk menambah daya tarik produknya, lukisan
tersebut dikombinasi dengan payet dan manik-manik. Ani menggunakan cat tekstil sehingga tidak luntur
dan tidak mudah mengelupas layaknya cat arkrilik yang digunakan pada teknik
sablon.
Menurutnya, ibu-ibu kelas
menengah atas menyukai produk sutera.
Ani menggunakan sutera organik Italia, yang dihasilkan dari serat ulat yang berbeda. “Kalau produk dalam negeri,
ketika ditetesi dengan cat tekstil akan tembus. Sedangkan sutera organik Italia ini tidak
tembus cat,” jelasnya. Harga
baju kreasinya berkisar Rp
150.000 – Rp 200.000/ satuan. Sementara selendang sutera dibandrol Rp 4
juta.
Baca Juga: Warung Tahu: Menu Sehat Serba Tahu
Ani merintis usaha ini sejak
2 tahun lalu secara tidak sengaja. Awalnya, seorang teman memintanya melukis di
kain. Lalu ia melukisi jilbab. Ketrampilan melukis diperolehnya saat
belajar di sekolah mode binaan Hary Darsono. “Bahan
yang bagus dan banyak diminati yaitu jenis katun paris, “ akunya. Saat itu modal awal yang digunakan untuk merintis usaha ini Rp 200.000 untuk membeli bahan.
Dalam memasarkan, Ani menjual
dalam jumlah kodian. Setiap kodi berisi bermacam gambar
dan model produk. Untuk memudahkan, Ani menyediakan katalog
produk yang selalu dikirim setiapkali ada pemesanan. Jadi ketika pelanggan tertarik akan memesan
lagi, tinggal memilih dan memberitahu nomor kode produk yang dipesan.
Pemasaran lain yang
dilakukan melalui Facebook. Pemesanan harus dilakukan paling tidak 1
minggu sebelum pengiriman. Bahkan
untuk bahan sutera harus dipesan 2 – 3 minggu sebelumnya. Pelanggan harus memberi uang muka terlebih dulu. Ongkos kirim pemesan yang menanggung.
Pinjaman dari Bank Jabar
Selain di dalam negeri, pemasaran
produk Ani sudah merambah sampai
Malaysia. “Konsumen dari Malaysia
menyukai produk yang terbuat dari kain sutera,” tutur Ani. Setelah banyak pesanan, Ani pun merasa kewalahan dan harus menambah modal.
Ia lantas mengajukan pinjaman ke Bank Jabar sebagai suntikan tambahan modal, sebesar Rp 10 juta, dengan cicilan
Rp 600.000/bulan selama 2
tahun. Bunganya 0,05%/bulan. Agunan yang digunakan,
BPKB sepeda motor. Ani
merasakan ada tantangan setelah meminjam dana.
“Disini saya terpacu karena harus bisa mencicil pinjaman,” tuturnya.
Item produk yang diproduksi
meliputi : baju sutera, jilbab, selendang, T-shirt.
Setiap bulan, ia bisa memproduksi
item khusus produk non sutera.
Sementara produk sutera, Ani hanya bisa memproduksi 3 item saja.
Pasalnya, waktu produksi dari bahan sutera butuh 1 bulan.
Bisa dimaklumi, sebab dari kain sutera polos bisa dihiasi penuh dengan
ornamen lukisan yang cantik. Ide- ide gambar diperoleh Ani dari
internet dan buku. “Namun kita harus bisa mengembangkan sendiri,” paparnya. Dari sekian banyak pilihan, motif yang paling laris yaitu gambar wanita Jepang. Omzet usaha
ini berkisar Rp 5juta - 10 juta / bulan. Selalu akan
meningkat pada saat menjelang Lebaran.

No comments:
Post a Comment