Tak jarang
kerusakan aki dipicu oleh kelumpuhan kiprok yang tak terdeteksi. ‘Organ’ ini
berfungsi mengatur pasokan listrik dari alternator menuju aki. Kelumpuhan
kiprok mengakibatkan aki menerima pasokan listrik berlebihan. Akibatnya, catu
daya ini mendidih kemudian jebol.
![]() |
| Kirpok Yamaha Aerox (Teguh) |
Berdebu,
plus kondisi soket berkerak menjadi nasib yang sudah lumrah dialami oleh
kiprok. Maklum saja, mayoritas pemilik sepeda motor hampir bisa dipastikan tak
pernah mempedulikan ‘organ’ sepeda motor yang satu ini.
Saat kendaraan
mengalami gangguan sistem kelistrikan dan pengapian, galau dan bingung akhirnya
menghampiri. Lampu sering putus atau mati, menyala redup, aki tak terisi, atau
sebaliknya justru overcharge dan
mendidih, kemudian jadi gampang rusak, motor tiba-tiba mati, adalah pertanda
yang bisa dipicu oleh gangguan Kiprok. Bahkan, pemasangan kabel yang tidak
benar dan mengakibatkan korsleting
bisa memicu terjadinya kebakaran sepeda motor.
“Cek sistem
kelistrikan sebaiknya dilakukan rutin bersamaan saat ganti oli atau saat
melakukan pemeriksaan aki. Nah, salah satu bagian sistem kelistrikan itu
kiprok,” tutur Bowi, mekanik bengkel di Pondok Kacang, Tangerang Selatan. Diagnosa
kinerja kiprok nggak bisa hanya
dilakukan dengan melihatnya secara fisik. “Namanya juga komponen elektronik. Biar
bisa tahu masih berfungsi baik atau sudah
soak ya harus dengan alat. Nama alat tersebut yaitu Multitester,” imbuh
Bowi.
Mau coba mempraktikan
diagnosa kinerja kiprok sendiri? Begini... copot dulu kabel di kedua terminal
aki. Atur tuning atau kenop multitester pada posisi mode DC, lalu atur pada
posisi 50 volt. Berikutnya, pengukuran voltase kiprok dilakukan dengan cara
menempelkan jarum multitester di kabel positif aki (kabel merah). Sementara itu
kabel negatif multitester ditempelkan di bodi motor (kabel hijau), atau kutub negatif
aki. Setelah kedua kutub disambungkan, lalu hidupkan mesin kendaraan.
Tarik gas
hingga mencapai putaran 3.000 rpm atau lebih. Perhatikan jarum penunjuk
multitester. Kiprok ‘sehat’ punya tegangan 13,5 volt. Sebaliknya jika voltase
kiprok menunjuk angka lebih dari 13,8 -14,4 volt itu berarti kiprok bermasalah.
Sedangkan, jika saat itu jarum multitester menunjukkan angka tegangan kurang
dari 12 volt, itu berarti terdapat gangguan pada sistem sambungan atau
soket-soket kiprok. Bersihkan segera bagian tersebut. Anda bisa menggunakan
cairan pembersih yang diperuntukkan bagi alat-alat elektronik.
Jangan lupa
melakukan pemeriksaan kabel ground atau
kabel massa yang menempel di bodi kendaraan. Pastikan ujung kabel tersebut
tidak berkerak. Kabel ground adalah
kabel negatif. Astikan sambungan soket telah dipasang secara kencang. Begitu
pula dengan kedua kabel di kutub aki. Jika sudah kelar, ukur kembali
tengangannya. Jika masih tetap kurang dari 12 Volt, ada kemungkinan motor Anda
mengalami gangguan di bagian spul. Segera bawa ke bengkel untuk melakukan
pemeriksaan spul.
Kiprok yang
bekerja baik, saat beroperasi terasa hangat ketika dipegang. Tapi tidak overheat alias terlalu panas lho. Pabrik
mendesain kiprok dengan sirip-sirip yang berfungsi untuk membuang panas. Periksa
dan bersihkan selalu debu yang menempel di bagian sirip-sirip kiprok. Selain
itu, disarankan pula agar Anda tidak
menaruh benda-benda yang bisa menutupi kiprok dan berpotensi menghambat proses
pembuangan panas.
Lantas
bagaimana jika kiprok tetap saja adem
ketika beroperasi? Kondisi seperti itu bisa mengindikasikan kiprok mengalami
kegagalan atau kerusakan. Cek voltasenya. Kiprok rusak bisa mengakibatkan
baterai atau aki mengalami overcharge.
Akibatnya, aki akan mendidih cepat mengalami kerusakan, serta lampu kendaraan
kelebihan daya kemudian mati.
Cuma itu
saja tips perawatan kiprok? Satu lagi yang nggak
boleh dilupakan. Kiprok dilengkapi dengan sekring sebagai pengaman. Buka
plastik dudukan sekring. Pastikan sekring masih dalam kondisi baik. Tidak putus
dan tidak berkerak. Sekring berfungsi mengamankan motor Anda, jika
sewaktu-waktu sistem kelistrikan mengalami korsleting.
Cacat
pabrik, atau produk gagal terkadang juga dialami oleh kiprok. Jadi sebaiknya saat
memasang kiprok baru, Anda disarankan tetap melakukan pengecekan voltase.
Mintalah bengkel untuk melakukan hal tersebut. “Untuk Vespa, kiprok orisinil
jarang bermasalah dan bandel. Makanya, penggemar Vespa di sini lebih suka
menggunakan kiprok copotan yang orisinil daripada kiprok baru,” kata mekanik
gondrong itu menjelaskan.
Dah tahu
kan? Makanya jangan sepelekan kiprok lagi.

No comments:
Post a Comment