Helm
kotor dan mengeluarkan bau tidak sedap tentu membuat tak nyaman bagi
penggunanya. Dalam kondisi seperti itu, sebaiknya helm dicuci agar kotoran dan
bakteri yang singgah di busa bisa dibasmi.
Banyak
orang merasa ragu mencuci helm sendiri karena tidak memahami cara tepat melepas
busa helm dari cangkang. Selain itu jug tidak memahami bagaimana cara
mencucinya sehingga busa helm tidak kusut atau malah melar.
Untuk
itu, Pendiri komunitas Belajar helm, Salcomo Eato berbagi tips kepada
masyarakat pemotor Tanah Air. Baginya mencuci helm memang membutuhkan
pengetahuan khusus dengan mempelajari struktur helm mulai dari pengait busanya,
cara cuci hingga bahan yang digunakan untuk mencucinya.
Berikut
beberapa langkah tepat mencuci helm yang tepat agar helm tetap bersih dan
tehindar dari bakteri akibat keringat dan kotoran yang menempel pada bagian
dalam helm.
Pertama,
membuka busa dari cangkangnya. Biasanya busa helm memiliki beberapa pengait
pada dua bagian pipi, bagian atas kepala dan belakang helm. Lepas setiap
pengait bagian helm dengan cara menekan batok dan menarik busanya secara
perlahan hingga lepas dari pengait.
Kedua,
setelah semua bagian busa atau spon dilepas, rendam busa helm dengan air bersih
selama 15-an menit agar kotornya lepas dari busa. Kemudian busa dikeluarkan dan
ganti air cucian pertama dengan air bersih yang telah dicampur dengan pewangi
atau sabun cair bayi agar busa lebih wangi.
“Rendam
busa helm dengan air bersih untuk melepas kotoran. Lalu rendam lagi kurang
lebih sejam dengan sabun bayi atau softener. Jangan menggunakan sabun berat
seperti deterjen karena air sabunnya akan meninggalkan sisa yang
mengganggu,” kata ito saat berbincang dengan JawaPos.com beberapa waktu
lalu.
Ketiga,
keringkan busa helm. Saat mengeringkan busa helm jangan sesekali memelintir
busa seperti kebiasaan mencuci pakaian karena itu akan merusak bentuk busa
sehingga justru tidak nyaman saat dipakai.
“Cukup
ditekan beberapa kali hingga airnya keluar dan lembab. Setelah itu, taruh
ditempat yang tidak langsung kena sinar matahari. Biarkan busa helm kering
dengan angin sehingga ia tidak kaku dan melar,” jelasnya.
Keempat,
pasang kembali bagian busa perbagian satu-persatu dengan pangaitnya. Perhatikan
agar dudukan masing-masing bagian busa tidak tertindih busa bagian yang lain
karena akan mengganggu kenyamanan kepala. Setelah itu simpan helm pada sarung
atau tempat yang nyaman.

No comments:
Post a Comment