Bawang Putih dan Rimpang Kunyit: Duet Maut Redakan Jantung Koroner - KABAR BISNIS MU

KABAR BISNIS MU

Bisnis adalah kegiatan manusia yang bertujuan untuk menghasilkan uang dengan memproduksi dan menjual suatu produk, baik itu barang atau jasa. KABAR BISNISMU memberikan segudang informasi tentang peluang usaha, bisnis,kuliner,tehnologi dan berita berita terbaru

Breaking

Thursday, February 21, 2019

Bawang Putih dan Rimpang Kunyit: Duet Maut Redakan Jantung Koroner

Bagi Anda yang doyan mengonsumsi bawang putih, berbahagialah. Karena zat yang ada di dalamnya, bisa menurunkan risiko terkena serangan jantung.

Rimpang Kunyit.
Khasiatnya akan semakin terasa, bila Anda padukan dengan kunyit. Seperti yang terlihat dari hasil penelitian Patonah, Elin Yulinah S, dan Hikmat Permana dari Sekolah Farmasi ITB, Bandung. Menurut hasil penelitian mereka kombinasi ekstrak bulbus bawang putih dan rimpang kunyit masing-masing 100 mg/kg bb, dapat memperbaiki profil lipoprotein pada hewan hiperkolesterolemia-diabetes. Adanya perbaikan profil lipoprotein dapat menurunkan risiko penyakit jantung koroner.


Mereka pun melakukan uji klinik pada 3 tingkatan dosis. Yakni 1,2 gram/hari, 1,6 gram/hari, dan 2,4 gram/hari. Penelitian ini setidaknya melibatkan 18 pasien yang dibagi secara acak jadi 3 kelompok dosis. Setiap kelompok dianjurkan melakoni diet makanan sesuai saran ahli gizi dan melakukan olahraga. Penelitian dilakukan selama 3 bulan dan setiap 2 minggu diperiksa profil lipoprotein dan kondisi kliniknya.  Hasilnya? Ketiga dosis di atas bisa memperbaiki profil lipoprotein.


Pada minggu ke-12, pemberian dosis 1,2 gram perhari menurunkan kadar kolesterol  LDL sebesar 12,3% . Kondisi kadar kolesterol HDL justru meningkat 20,9% pada minggu ke-10.  Sedangkan dosis 1,6 gram perhari bisa meningkatkan kadar kolestero, HDL 12,5% hanya dalam kurun waktu 8 Minggu.

Tanpa Efek Samping

Kondisi berbeda diperlihatkan pada saat pemberian dosis 2,4 gram perhari yang mampu menurunkan kadar kolesterol LDL 4,7% pada minggu ke-8 dan meningkatkan HDL hingga 16,9% pada minggu ke-12. Sebaliknya kadar trigliserida turun hingga 29,l7% pada minggu ke-12.  Tambahan informasi, sediaan obat uji yang digunakan adalah kapsul mengandung 200 mg ekstrak rimpang kunyit dan 200 mg ekstrak bulbus bawang putih.

Selama uji klinik tidak ditemukan adanya keluhan serius dan membahayakan jiwa pasien. Pemberian sediaan uji selama 3 bulan kepada 3 kelompok menunjukkan perbaikan keluhan yang diderita pasien sebelum mengikuti uji klinik. Perbaikan tekanan darah dan peningkatan stamina terjadi pada ketiga kelompok dosis. Peningkatan nafsu makan terjadi pada kelompok dosis 1,6 g/hari dan 2,4 g/hari. Perbaikan penglihatan terjadi pada kelompok dosis 1,2 g/hari. Perbaikan seksual terjadi pada kelompok dosis 1,6 g/hari.

Sementara itu, Sudarisman, herbalis dari  PT. Usahajaya Fico Organisasi, Jakarta,  mengatakan, pengobatan herbal belakangan ini banyak diminati masyarakat. Namun ia mengingatkan, dibutuhkan kehati-hatian dalam pemakaian obat herbal. “Apalagi kalau bahannya dicampur tanpa melalui penelitian terlebih dulu,”kata Sudarisman.

Bukan apa-apa, pencampuran pelbagai herbal secara sembrono, justru merugikan bagi si pasien. Menurut Sudarisman, terkadang ada karakter herbal yang bila dicampurkan, justru saling menghilangkan manfaatnya. Bahkan bukan tak mungkin, bisa membahayakan kondisi organ si pasien.

No comments:

Post a Comment