![]() |
| Rimpang Kunyit. |
Mereka pun melakukan uji klinik pada 3 tingkatan dosis.
Yakni 1,2 gram/hari, 1,6 gram/hari, dan 2,4 gram/hari. Penelitian ini
setidaknya melibatkan 18 pasien yang dibagi secara acak jadi 3 kelompok dosis.
Setiap kelompok dianjurkan melakoni diet makanan sesuai saran ahli gizi dan
melakukan olahraga. Penelitian dilakukan selama 3 bulan dan setiap 2 minggu
diperiksa profil lipoprotein dan kondisi kliniknya. Hasilnya? Ketiga dosis di atas bisa
memperbaiki profil lipoprotein.
Pada minggu ke-12, pemberian dosis 1,2 gram perhari
menurunkan kadar kolesterol LDL sebesar
12,3% . Kondisi kadar kolesterol HDL justru meningkat 20,9% pada minggu
ke-10. Sedangkan dosis 1,6 gram perhari
bisa meningkatkan kadar kolestero, HDL 12,5% hanya dalam kurun waktu 8 Minggu.
Tanpa Efek Samping
Kondisi berbeda diperlihatkan pada saat pemberian dosis 2,4
gram perhari yang mampu menurunkan kadar kolesterol LDL 4,7% pada minggu ke-8
dan meningkatkan HDL hingga 16,9% pada minggu ke-12. Sebaliknya kadar
trigliserida turun hingga 29,l7% pada minggu ke-12. Tambahan informasi, sediaan obat uji yang
digunakan adalah kapsul mengandung 200 mg ekstrak rimpang kunyit dan 200 mg
ekstrak bulbus bawang putih.
Selama uji klinik tidak ditemukan adanya keluhan serius dan
membahayakan jiwa pasien. Pemberian sediaan uji selama 3 bulan kepada 3
kelompok menunjukkan perbaikan keluhan yang diderita pasien sebelum mengikuti
uji klinik. Perbaikan tekanan darah dan peningkatan stamina terjadi pada ketiga
kelompok dosis. Peningkatan nafsu makan terjadi pada kelompok dosis 1,6 g/hari
dan 2,4 g/hari. Perbaikan penglihatan terjadi pada kelompok dosis 1,2 g/hari.
Perbaikan seksual terjadi pada kelompok dosis 1,6 g/hari.
Sementara itu, Sudarisman, herbalis dari PT. Usahajaya Fico Organisasi, Jakarta, mengatakan, pengobatan herbal belakangan ini
banyak diminati masyarakat. Namun ia mengingatkan, dibutuhkan kehati-hatian
dalam pemakaian obat herbal. “Apalagi kalau bahannya dicampur tanpa melalui
penelitian terlebih dulu,”kata Sudarisman.
Bukan apa-apa, pencampuran pelbagai herbal secara sembrono,
justru merugikan bagi si pasien. Menurut Sudarisman, terkadang ada karakter
herbal yang bila dicampurkan, justru saling menghilangkan manfaatnya. Bahkan
bukan tak mungkin, bisa membahayakan kondisi organ si pasien.

No comments:
Post a Comment