Berdasarkan mekanisme reaksi yang terjadi pada tubuh,
afrodisiak terbagi dalam 3 kategori.
![]() |
| Ilustrasi |
Pertama afrodisiak yang mampu “meledakan” asupan gizi dalam
tubuh. Afrodisiak seperti ini mampu
secara tiba-tiba membuat Anda merasa segar bugar. Tentu saja kondisi seperti
ini bakal meningkatkan gairah seks dan libido Anda. Inilah contoh termudah dari
peran afrodisiak dalam meningkatkan energi tubuh secara umum.
Kategori berikutnya adalah afrodisiak yang mampu memberikan
efek secara fisiologis. Diantaranya mempengaruhi aliran darah. Sehingga mampu
menambah vitalitas seseorang. Bahkan dalam kondisi tertentu, hal ini bisa
mempengaruhi keseimbangan sistem saraf simpatetik seseorang.
Faktor Psikologis
Kelompok terakhir adalah afrodisiak yang mampu mempengaruhi
psikologis makhluk hidup. Hal ini umumnya terjadi secara alamiah. Dalam hal ini
aliran darah di otak bakal menstimulus organ – organ yang mempengaruhi hasrat
seksual seseorang. Semisal hormon feromon yang bisa memancing timbulnya hasrat seksual. Faktor hormonal ini memberikan pengaruh
langsung pada sistem libido.
Sementara mekanisme kerja afrodisiak non-hormonal memberikan
pengaruh pada sistem respirasi sel. Terutama mitokondria. Bagaimana mekanismenya? Seperti diketahui, dalam tubuh terjadi siklus Krebb. Siklus inilah yang menghasilkan
laju metabolisme pembentukan senyawa berenergi tinggi NADH dan FADH2 yang kemudian mendorong sintesis
ATP (energi sel) dan metabolit sekunder. Nah, energi sel alias ATP ini terbentuk berkat peran sel mitokondria.
Memang, sebelum ditetapkan sebagai afrodisiak, sebuah
tanaman harus diuji dulu dengan pelbagai metoda. Bila langkah percobaan ini
dilakukan pada hewan uji, salah satu teknik yang bisa digunakan adalah physical
methods alias pengamatan secara fisik. Setelah hewan coba diberikan tanaman
yang dianggap afrodisiak, lantas diamati perilaku seksualnya. Apabila terjadi
peningkatan secara signifikan, kemungkinan besar tanaman tersebut memang
afrodsiak. Lalu ada juga test for libido, test for potency, dan bahkan
studi tentang mikrosirkulasi tubuh yang berkait erat dengan kegiatan seksual.
Memang, masing-masing afrodisiak memiliki peran tersendiri.
Semisal ginseng. Akar tanaman ini dianggap mampu mempengaruhi sistem saraf
pusat dan jaringan gonad. Sehingga mampu menstimulus tubuh tetap bugar.
Sementara Gingko biloba dipercaya mampu meningkatkan dan memperlancar aliran
darah. Sehingga serapan nutrisi oleh tubuh berlangsung optimal. Hal ini pun
menjadikan tubuh tetap prima.
Tak ketinggalan faktor makanan yang Anda konsumsi pun bisa
menaikkan gairah seks. Beberapa jenis
makanan memang memperlihatkan mengandung vitamin dan mineral yang dapat
meningkatkan level hormon dan mendorong sensitivitas saraf yang menunjang gairah
seks. Semisal buah alpukat. Kandungan
vitamin E dalam buah ini membantu tubuh memadukan pelbagai hormon. Seperti
testoteron, estrogen, dan progesteron.
Buah lainnya ialah pisang. Dalam buah yang kerap diidentikan
dengan organ vital laki-laki ini mengandung bufotenin. Yakni sejensi alkaloid
yang mampu merangsang otak sehingga menambah percaya diri seseorang. Tentu
saja, zat itu dipercaya pula bisa mendongkrak gairah seksual. Sementara enzim
bromelain yang juga terkandung dalam pisang, diyakini mampu meningkatkan
libido.
Satu hal yang pasti, pisang termasuk “gudang” potasium dan
vitamin B. Seperti riboflavin yang mampu meningkatkan energi tubuh. Dengan
kandungan zat tersebut, buah ini mampu menyajikan nutrisi penting bagi kekuatan
otot Anda.
Indrawi
Lalu ada juga madu. Cairan berwarna kuning keemasan yang
keluar dari perut lebah ini sudah dari jaman baheula dipercaya sebagai obat dan
mujarab untuk menjaga stamina tubuh. Tak
hanya itu, menurut penelitian kandungan boron dalam madu terbukti mampu meningkatkan
kadar testoteron. Sehingga mampu mendongkrak libido Anda.
Jadi, apa itu afrodisiak? Ketika pertanyaan tersebut
diajukan ke masyarakat, bisa jadi jawabannya sangat meragam. Namun bagi para
ahli, afrodisiak adalah zat yang mampu meningkatkan gairah seks dan atau
kesenangan seksual. Zat dengan peran seperti ini bisa terdapat pada makanan,
obat, dan aroma, yang mampu membangkitkan dorongan seksual alias libido.
Afrodisiak pun bisa ditilik dari aspek lain.
Terutama pada pengalaman indrawi. Seperti cahaya, sentuhan, baru, rasa, dan
pendengaran. Lewat semua media itu, afrodisiak bisa bekerja. Artinya, indra
yang dimiliki manusia berkontribusi cukup besar terhadap dorongan seksual ses

No comments:
Post a Comment