Meski
tidak bekerja sebagai wanita karir, ibu rumah tangga juga perlu berinvestasi.
Jika sudah dapat memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, ibu-ibu bisa mengelola
kelebihan dananya ke beberapa investasi berikut:
![]() |
| Ilustrasi (istimewa) |
1. Emas Perhiasan
Biasanya ibu-ibu lebih
suka melakukan investasi emas perhiasan, hal ini selain dijadikan instrumen
investasi, emas perhiasan juga bisa digunakan dalam acara atau momen tertentu
yang akrab dengan kegiatan ibu-ibu.
Misalnya arisan,
kondangan atau menghadiri acara-acara penting lainnya. Akan tetapi yang ibu-ibu
harus tahu, sebetulnya investasi emas perhiasan merupakan investasi jangka
panjang. Hal ini karena harga emas yang fluktuatif, kalau mengharapkan keuntungan
harus menunggu waktu yang cukup lama, mungkin lima atau sepuluh tahun
mendatang.
Selain itu, emas
perhiasan juga memerlukan komponen biaya-biaya lain di luar harga emas itu
sendiri ketika ibu hendak menjualnya. Seperti biaya administrasi toko, biaya
jual yang biasanya dikenakan tiap gramnya. Hal ini semakin menggerus nilai emas
itu sendiri.
2. Emas murni logam
mulia
Meski sama-sama logam
mulia, namun investasi di perhisasn dan emas murni memiliki nilai yang berbeda.
Emas murni biasanya di beli batangan dan dijual sesuai dengan berat
tententu.
Beratnya dimulai dari
0,5 gram sampai 1 kg. Meski memiliki nilai yang lebih pasti mengikuti aturan
penjual seperti antam, cikini gold dll dan harga emas dunia, tetapi ibu-ibu
harus memiliki wadah atau tempat penyimpanan khusus yang aman apalagi jika
hendak membeli dalam jumlah banyak.
3. Saham
Investasi ini lebih baru
dibandingkan dengan investasi jenis pertama. Investasi saham memberikan return
yang lebih tinggi dibandingkan emas. Tentu saja, sebab aktivitas industri lebih
tinggi sehingga laba atau return yang dihasilkan termasuk jenis aktif.
Makin bagus kondisi
perusahaan, yang sahamnya anda beli maka dapat dipastikan deviden yang
dibagikan juga besar. Kecermatan melihat pasar harus diperhatikan dalam model
investasi ini. Selain memberi return yang tinggi, tentunya investasi ini juga
memiliki risiko yang tinggi.
Ibu-ibu juga memilih
produk-produk investasi yang menghasilkan cash flow bulanan,
seperti ORI (Obligasi Ritel Indonesia), Sukri (Sukuk Ritel), SBR (Saving Bond
Ritel) dan produk investasi berbasis surat utang. Jangan lupa, cari informasi
dan pelajari terlebih dahulu apakah suatu investasi dijamin oleh sebuah lembaga
tertentu atau tidak.
4. Reksadana
Berbeda dengan saham,
reksadana bersifat lebih low ekstrem. Model investasi ini bisa dijadikan
rujukan bagi ibu-ibu investor pemula. Ibu tidak perlu khawatir bagaimana cara
mengelola reksa dana tersebut karena ada Manajer Investasi yang akan mengelola
uang ibu.
Pilihan investasi ini
dapat dimulai dengan modal yang tidak terlalu besar, antara Rp 200 ribu hingga
1 juta. Kini makin banyak bank yang menyediakan pelayanan reksadana. Prinsip
kerja reksa dana adalah menitipkan uang kepada manajer investasi untuk
melakukan investasi di perusahaan yang memiliki laba positif.
Hal yang perlu dilakukan
adalah duduk manis dan menunggu kabar hasil investasi reksa dana tersebut.
Tetapi jika belum puas dengan mengandalkan orang lain, belajarlah sedikit demi
sedikit mengenai kiat-kiat berinvestasi. Dengan begitu di kemudian hari Anda
dapat mengelola investasi sendiri misalnya dengan trading saham.
5. Properti
Pilihan investasi ini
tentu saja membutuhkan modal yang besar. Meski besar, jangan khawatir
pengembalian atau retun-nya juga tidak mengecewakan. Saat ini makin banyak
orang membutuhkan tempat tinggal. Sehingga investasi properti dapat diwujudkan
dengan jual beli rumah atau pembangunan kontrakan dan kost-an. Ingat posisi
properti harus benar-benar dipertimbangkan.
Sumber: Jawa Pos

No comments:
Post a Comment