Sub7ero Frozen: Unggulkan Es Krim Lada Hitam - KABAR BISNIS MU

KABAR BISNIS MU

Bisnis adalah kegiatan manusia yang bertujuan untuk menghasilkan uang dengan memproduksi dan menjual suatu produk, baik itu barang atau jasa. KABAR BISNISMU memberikan segudang informasi tentang peluang usaha, bisnis,kuliner,tehnologi dan berita berita terbaru

Breaking

Saturday, January 19, 2019

Sub7ero Frozen: Unggulkan Es Krim Lada Hitam

Seiring makin banyaknya penggemar es krim,  pelaku bisnis ini pun  bermunculan.  Sub7ero Frozen, kedai es krim yang berlokasi di Margahayu, Bandung,   mencoba membuat gebrakan baru  dengan membuat   kerasi baru es krim 16  varian rasa yang tak biasa. Rasa pedas, asin, dan asam.
 
Cherry Balsamic
Jika biasanya es krim identik dengan rasa manis dan creamy, di Sub 7ero Frozen (dibaca;  sub zero frozen) es krim disajikan dalam varian rasa pedas, asam, dan asin. Tersaji 16 rasa yang tidak biasa  untuk menambah kesan unik. Tidak hanya itu, resto ini  juga memiliki 2 kategori  menu es krimnya;  full fat ice cream dan low fat ice cream dengan berbagai macam topping.

Budhi Dwi Harsono adalah orang yang berada dibalik pembuatan produk kreatif ini. Petualangannya menjelajahi beberapa negara untuk mendalami ilmu tata boga, tidak sia-sia. “Saya sempat 2 tahun di Singapura, 1 tahun di Belanda, dan ketika pulang ke Indonesia saya pernah diminta untuk menjadi chef di acara pembukaan Hotel Indonesia,” kenangnya.
Menurut Budhi,  ide menciptakan es krim unik berawal dari kejenuhannya  dengan rasa es krim yang selalu manis. Ditambah lagi,  dinginnya hawa Bandung mengispirasinya untuk menciptakan es krim yang bisa memberikan efek hangat ke tubuh. Lahirlah es krim lada hitam. Dominasi rasa  lada yang pedas pada es krim ini membuat lidah merasakan sensasi yang unik.  

“Bahan utama untuk meracik semua produk diantaranya ada susu, krim nabati, gula, dan pengental, dengan sentuhan produksi ala industri rumah tangga,” jelas Budhi. Untuk rasa ia menambahkan bahan bahan lain sesuai  cita rasanya. Tak hanya rasa pedas, tersedia pula rasa asin yakni cheese ice cream,  serta  es krim rasa asam yang dibuat dengan campuran buah chery dan balsamic vinegar (cuka apel).  Semua es krim dijual dalam cup dengan harga Rp 8.500 /cup. Setiap es krim bisa ditambah aneka toping dengan biaya Rp 1.500.

2 tahun branding dulu

Budhi merogoh kocek Rp 210 juta sebagai modal awal usahanya. Dari jumlah ini Rp 150 juta digunakan membuat satu dapur, sisanya untuk membuka  outlet. Nama Sub Zero yang dipilih  sebagai nama usaha yang didirikan tahun 2009 ini memiliki makna di bawah nol derajat alias beku.  Angka 7 dan gunung es di atasnya melambangkan ,  es krimnya dijual dalam cone.

“Saat buka pertama responnya bagus. Tapi berhubung strategi marketingnya branding dahulu, jadi kita belum mengambil untung di 2 bulan pertama. Biaya produksi kecil kok hanya 50%, dan keuntungannya hanya 20%. Kita berkomitmen  2 tahun branding, setelah itu baru fokus ke profit,” jelasnya. Sasaran Sub7ero Frozen adalah konsumen produktif, yaitu penggemar es krim, yang kebanyakan anak sekolah dan wanita.

Untuk memperluas pemasaran, ia membuka tiga cabang baru. ”Bulan Juli tahun 2010 membuka outlet kedua di Jatinangor, bulan Desember buka lagi di Maranata, bulan April tahun ini kita buka lagi di Dago,” sebut Budhi. Omzet masing-masing outlet, sekitar Rp 12 juta/bulan. Namun, jika sedang musim kemarau omsetnya bisa berlipat. April tahun 2010, omsetnya bisa   Rp 22 juta/bulan. Proses produksi dilakukan 3 kali seminggu. Sekali produksi es krim yang dihasilkan sekitar 30 liter untuk 2 rasa, dan dalam sebulan minimal produksi adalah 300 liter.

Keunggulan es krim Sub7ero Frozen adalah penggunaan bahan baku yang berkualitas. Untuk rasa, digunakan buah-buahan asli sebagai pengganti essence, sehingga rasa yang dihasilkan sangat natural. Walaupun diproduksi ala rumahan, stabilitas cita rasa Sub 7ero Frozen terjamin karena adanya standart recipe dan quality control.

Budhi memanfaatkan jejaring sosial facebook dan liputan dari media, baik media cetak, elekronik, maupun media online untuk mempromosikan produknya.  Meski tidak memiliki anggaran khusus untuk kegiatan promosi,  Sub 7ero Frozen cukup dikenal masyarakat bahkan yang berdomisili di luar kota Bandung.

No comments:

Post a Comment