Rawon Suwir Supangat: Menu Inovatif, Menarik 1000 Pelanggan / Hari - KABAR BISNIS MU

KABAR BISNIS MU

Bisnis adalah kegiatan manusia yang bertujuan untuk menghasilkan uang dengan memproduksi dan menjual suatu produk, baik itu barang atau jasa. KABAR BISNISMU memberikan segudang informasi tentang peluang usaha, bisnis,kuliner,tehnologi dan berita berita terbaru

Breaking

Thursday, January 17, 2019

Rawon Suwir Supangat: Menu Inovatif, Menarik 1000 Pelanggan / Hari


Kalau rawon lain umumnya terdiri atas  irisan daging yang direbus bersamaan dengan kuah yang dimasak, rawon Pak Supangat ini tampil beda. Dagingnya disuwir-suwir  layaknya serundeng berasa empal. Menu minumannya tak kalah unik, yakni beras kencur dan sinom. 

Suasana di Warung Rawon Suwir Supangat.
Rasanya sedikit manis, namun sangat terasa rasa rawonnya. Disantap mengunakan pincuk (daun pisang) atau piring, tergantung keinginan pengunjung.  Rasanya bertambah mantap bila ditambah dengan telur asin dan kerupuk. “Kami menyediakan minuman beras kencur dan sinom (kunyit asem tapi rasanya manis). Menu lengkap ini tersaji sejak rumah makan ini berdiri tahun 1970,” ujar Muhammad Riyanto (35) putra pertama Supangat, pendiri Rawon Suwir Supangat (RSS), Surabaya.

Menu lain yang juga menjadi andalan adalah Nasi Rawon Kresengan (nasi rawon ditambah daging sejenis steak bumbunya petis) dan Nasi Rawon Campur (nasi rawon suwir ditambah kresengan dan bali tahu sejenis sambal goreng dari tahu). Kalau pengujung bosan, ada juga sajian menu kering. Artinya tidak menggunakan kuah rawon dan suwir daging, hanya nasi dilengkapi dengan kresengan dan bali tahu.

Konsisten dari awal

Sejak  dulu rasa, bentuk dan cara penyajian rawon ini tidak berubah. Tak heran  RSS tidak pernah sepi pengunjung. “Sekali mencoba, saya jamin pasti akan datang kembali untuk makan,” ucap Riyanto.

Sesuai cita-cita pendirinya RSS ini dikembangkan untuk dikelola Riyanto dan 3 adik-adiknya. Karena ini merupakan usaha keluarga. Sekarang ini RSS sudah memiliki 3 cabang.  Kalau ditotal dalam sehari  tempat makannya bisa didatangi oleh 1000 orang pengunjung. Palaing tidak RSS yang  di Wonokromo dikunjungi  500 orang/hari.  Total menghabiskan sekitar 90-150 daging sapi. Tempat makan ini buka dari jam 06.00 – 16.00 mengikuti jadwal buka-tutup pasar.

Para pelanggan rumah makan ini, tidak hanya terbatas pada “orang biasa” tapi juga para pejabat. “Pejabat lokal dan bahkan penjabat setingkat menteri, pernah datang dan mencoba Rawon Supangat.  Tak jarang beberapa artis ibukota pernah datang dan mencoba Rawon Supangat saat mereka berkunjung ke Surabaya,” ujar Riyanto bangga.

Murah dan terkenal  

RSS  terlama  berlokasi  di pasar Wonokromo (sekarang DTC). Tahun 2003, membuka cabang baru di Pasar Wisata, Bandara Juanda daerah Sedati, Sidoarjo.  Cabang lain berdiri pada tahun 2008 di daerah Ketintang, Surabaya. “Alasan pendirian cabang  karena daerah tersebut ramai dan banyak perkantoran. Pada jam istirahat kerja, banyak pengunjung datang terutama para pegawai kantor,” terang Riyanto. Cabang ke 4, berada di Food Promenade A5-11Perum Puri Mas Rungkut, Surabaya. Sasaran konsumen yang dituju adalah yang berada dalam lingkungan perumahan, perkantoran dan dekat kampus.  Pembukaan cabang-cabang lain dimaksudkan, agar Rawon Supangat dapat dinikmati di berbagai kalangan dan lapisan masyarakat.

Selain dapat dinikmati di tempat, Rawon Supangat ini juga bisa melayani pemesanan nasi kotak. Biasanya digunakan untuk acara-acara selamatan, syukuran, pertemuan, seminar dan rapat di kantor.

Harga Rawon Supangat terbilang murah, bahkan bila dibandingkan dengan rumah makan rawon lainnya. Harga menu rata-rata Rp. 12.000,  sudah termasuk sepiring nasi yang disajikan dengan menu rawon, kresengan atau suwir yang dipilih pengunjung. Harga di pasar Wonokromo, lebih murah sekitar Rp 10.000. “Kami selalu menjaga agar seminim mungkin menaikan harga. Bahkan saat menjelang hari raya, sewaktu harga sembako dan daging naik, harga rawon ditekan sedemikian rupa tidak naik,” tambah Riyanto. Hal tersebut dilakukan agar tidak mengecewakan pelanggan.

No comments:

Post a Comment