Nasi Bebek Mak Isa: Menekan Harga, Mengejar Volume Gede - KABAR BISNIS MU

KABAR BISNIS MU

Bisnis adalah kegiatan manusia yang bertujuan untuk menghasilkan uang dengan memproduksi dan menjual suatu produk, baik itu barang atau jasa. KABAR BISNISMU memberikan segudang informasi tentang peluang usaha, bisnis,kuliner,tehnologi dan berita berita terbaru

Friday, January 11, 2019

Nasi Bebek Mak Isa: Menekan Harga, Mengejar Volume Gede


Makanan enak tak harus mahal. Strategi ini ditempuh Mak Isa pengusaha kuliner bebek, di tengah maraknya  bisnis serupa.  Berkat  pemasaran unik ini , setiap hari 4.000 bungkus nasi bebek ludes di borong pelanggan. Sebagian besar pelanggannya adalah para re-seller yang  menjual lagi nasi bebek yang dibeli dari sini.

Mak Isa
Meski bisnis kuliner bebek terlihat jenuh, tak  berarti untung yang bisa dikeruk  kian ciut.  Adalah Mak Isa, pengusaha kuliner nasi bebek di Klender, Jakarta Timur, mampu membuktikan hal ini.  Di  tengah hiruk-pikuk  bisnis olahan bebek yang kian berjubel, wanita ini tetap mampu mencetak keuntungan gede.  Dari warung sederhananya, Mak Isa rutin melayani pesanan  tak kurang dari 4.000 bungkus nasi bebek / hari.  Omzet yang dikantongi  mencapai  Rp 40 juta / hari.

Cita rasa memang tak boleh dipertaruhkan., meski ternyata bukan nomer satu. Agar usahanya  laris,  Mak Isa menjalankan  strategi  pricing yang  jitu.  Wanita asal Madura ini mematok harga jauh di bawah harga rata-rata para pesaing.  Dengan tetap  mempertahankan kekhasan rasa, harga nasi bebeknya dibanderol Rp 10.000 / porsi.  Sementara harga nasi bebek pada umumnya berkisar antara Rp 18.000 – 20.000 / porsi. 

Bagi Isa,  besarnya  ukuran daging bebek  tidak selamanya memuaskan  konsumen.  Ketika dapur pesaing membagi karkas bebek menjadi 4 bagian,  Mak Isa menjadikannya  8 bagian.  Toh, meski ukurannya lebih kecil pelanggan tetap puas. Pasalnya,  bumbu racikan bebek dan cara penyajiannya  berbeda.  Isa menyajikan daging bebek dengan bumbu kretek.  Sedangkan daging bebek di warung-warung lain pada umumnya disuguhkan dengan bumbu srundeng.  Berkat bumbu kretek, pelanggan  memberi vonis nasi bebek buatan Mak Isa   Mak Nyus tenan.

Demi menjaga kepercayaan pelanggan, Mak Isa selalu mengutamakan kualitas masakannya. “Bumbu dan bahan yang saya gunakan selalu segar dan alami. Tidak ada bahan pengawet ataupun pewarna buatan,” jelas Mak Isa.

Bermodal 15 gram perhiasan

Tahun 1991,   Isa melego perhiasan 15 gram miliknya sebagai modal awal.   Saat itu hanya 1 ekor bebek yang dibutuhkan setiap harinya untuk meracik 8 porsi nasi bebek.  Sekaligus ia memperkenalkan makanan khas dari kampungnya, Madura.  “Semula saya sempat malu merintis bisnis ini.  Soalnya dulu banyak orang yang meledek usaha ini. Nasi bebek, apaan tuh?  Emangnya enak, Bu?,” papar Mak Isa menirukan komentar miring orang-orang.  Satu-dua konsumen mencicipi nasi bebek buatan Mak Isa.  Berkat keahlian meracik bumbu, konsumen puas.  Akhirnya, mereka menyebar kabar lezatnya nasi bebek Mak Isa kepada orang lain.  Konsumen mulai meluber. Jumlah pelanggan  berkembang menjadi ratusan. “Dulu di sini belum ada yang berjualan nasi bebek. Saya hanya  coba-coba.  Alhamdulillah banyak pelanggan yang suka,” cerita Isa.

Bisnis mungil yang ia tekuni tumbuh semakin besar.  Warung ciut  di depan pabrik es tak cukup lagi menampung pengunjung.  Pada tahun 2000,  sebagian keuntungannya diinvestasikan  membeli sebuah ruko berlantai 2 di kawasan Pasar Klender.  Tempat usaha baru itu dilengkapi  area pemotongan bebek di bagian belakangnya. 

Kini rumah makan nasi bebek di Jalan Raya Bekasi Km 17, Klender itu tak pernah sepi. Mayoritas dari ratusan pengunjung  adalah pegawai kantoran, banyak pula yang berseragam polisi.  Sampai sekarang  ia menerima pesanan sekitar 1.000 bungkus dari Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya setiap hari Jumat. Pelanggan paling ramai datang ketika hari libur, seperti Sabtu dan Minggu. Dalam sehari Mak Isa mampu menjual ribuan bungkus nasi bebek. Tidak heran,  modal  untuk membeli bahan baku dan bumbu-bumbu cukup besar besar  sekitar Rp 25 juta/hari.

Kini, Mak Isa sudah memiliki empat cabang yang terletak di Kebembem, Kebon Jati, Prumpung, dan Pulogadung. Ia mempercayakan 3 orang anak dan satu saudaranya untuk mengelola masing-masing cabang.


No comments:

Post a Comment