Banyak cara dilakukan orang supaya
menarik perhatian. Berdandan cantik,
berpakaian seksi, atau bertingkah
lucu. Hal yang sama berlaku juga di
dunia bisnis. Namun mendesain
restoran layaknya sebuah penjara mungkin baru Bong Chandra yang
melakukannya. Penasaran? Silakan datang ke
resto Bong Kopitown, di kawasan Kelapa
Gading, Jakarta.
![]() |
| Fasat restoran penjara. |
Sesungguhnya ini adalah restoran Cina, namun berbeda dengan
suasana restoran Cina pada umumnya, Bong Kopitown dirancang dengan
mengetengahkan bilik bilik ruangannya menjadi sel tahanan dengan pramusaji para “narapidana”. Saat Anda memasuki restoran
ini, terlihat ruangan-ruangan berjeruji
besi dengan ornamen jadul.
Menurut Vania Zhou, assistant director Bong Kopitown, usaha
kuliner ini dirancang dengan matang dan tidak main-main. Sebelum Bong Kopitown berdiri, Bong Chandra
mempersiapkan dahulu konsep, mulai dari cerita fiksi restoran ini. Diceritakan di Hongkong tahun 1967, ada 2
orang sahabat bernama Bong dan Kim yang terpisah karena Kim harus mendekam di
penjara akibat kesalahan yang tidak dilakukannya. Kesetiaan Bong sebagai
sahabat membuatnya rela menemani Kim di
penjara dengan menjadi koki dapur di penjara tersebut.
Masakan Bong terbukti enak,
membuat 3 buronan Lee, Ming, Ken yang paling dicari menyerahkan diri. Sejak itu
banyaknya orang yang menyerahkan diri karena mengetahui masakan koki
dapur penjara enak, pemerintah memutuskan menutup penjara tersebut dan membuka
restoran Bong Kopitown. Nuansa penjara inilah yang menjadi daya tarik
terbesar resto Bong Kopi Town selain menu makanannya tentu saja.
Ditantang dengan voucher
Menu resto yang dibuka pada
November 2012 resto ini memiliki
citarasa turun temurun ala Cina Peranakan. Resepnya diambil
dari menu beberapa daerah seperti Singkawang dan Medan. Citarasa masakan
rumahan kental terasa, karena
diolah secara tradisional. Sekalipun
makanan cina, rasa yang ditawarkan disesuaikan dengan lidah orang Indonesia.
Harga yang dipatok pun terbilang cukup murah, dengan kisaran
harga Rp 6.000- Rp 35.000/porsi. Untuk menarik perhatian pelanggan,
menu ditulis dalam lembaran seperti koran
dilengkapi dengan cerita fiksi berdirinya Bong Kopitown. Kategori menunya
diberi nama unik, seperti main menu, menu berdua, kongkow menu, drinks desserts, dan menu buronan. Menu
andalannya antara lain nasi penjara, ote-ote, ice choco peanut, choi pan, dan classic
HK toast.
Keunikan lain yang tidak ditemui di restoran lain, Bong Kopitown
punya menu andalan yang dilombakan. Menu tersebut yaitu spicy
rendang noodle memiliki level kepedasan sampai
12. Levelnya ada se kiak, moyung, mei
kuan shi, an lat, mo li jiu, bo tahan, sao het, lihai, sen cin ping, bohwat, auban,
dan amsyong. Tamu yang memesan menu tersebut diberi tantangan untuk
menghabiskan makanan level 12 dalam waktu 10 menit. Kalau berhasil akan mendapatkan hadiah voucher
senilai Rp 40.000. “Kalau customer berhasil, kita semua teriak ‘Amsyong’ yang menandakan
menang dan mendapatkan voucher tersebut,”
terang Vania semangat.
Dengan jam buka mulai pukul 06.00 pagi- pukul 12.00 malam,
Bong Kopitown memiliki target pasar yang berbeda-beda sesuai waktu operasionalnya. Pada pagi hari didatangi lansia yang ingin sarapan
dimsum, siang hari banyak anak sekolahan atau orang tua untuk makan siang, siang menjelang sore
pekerja kantoran meeting di resto,
sedangkan malam hari sebagai tempat nongkrong
anak muda. Tempat ini
memiliki 2 lantai. Biasanya
lantai atas disewa acara ulang tahun, seminar, meeting, dan nonton bareng dengan big screen. Omzet
resto ini perhari bisa mencapai Rp 16 juta.

No comments:
Post a Comment