Bong Kopi Town: Menjual Sensasi Makan di Penjara - KABAR BISNIS MU

KABAR BISNIS MU

Bisnis adalah kegiatan manusia yang bertujuan untuk menghasilkan uang dengan memproduksi dan menjual suatu produk, baik itu barang atau jasa. KABAR BISNISMU memberikan segudang informasi tentang peluang usaha, bisnis,kuliner,tehnologi dan berita berita terbaru

Breaking

Monday, January 28, 2019

Bong Kopi Town: Menjual Sensasi Makan di Penjara


Banyak cara  dilakukan orang  supaya  menarik perhatian. Berdandan cantik,  berpakaian  seksi, atau bertingkah lucu.  Hal yang sama berlaku juga di dunia bisnis.  Namun mendesain restoran  layaknya  sebuah penjara mungkin baru Bong Chandra yang melakukannya.  Penasaran?  Silakan datang  ke  resto Bong Kopitown,  di kawasan Kelapa Gading,  Jakarta.   
Fasat restoran penjara.
Sesungguhnya ini  adalah restoran Cina, namun berbeda dengan suasana restoran Cina pada umumnya, Bong Kopitown dirancang dengan mengetengahkan bilik bilik ruangannya  menjadi sel tahanan dengan pramusaji  para “narapidana”. Saat Anda memasuki restoran ini, terlihat  ruangan-ruangan berjeruji besi dengan ornamen jadul.

Menurut Vania Zhou, assistant director Bong Kopitown, usaha kuliner ini dirancang dengan matang dan  tidak main-main. Sebelum Bong Kopitown berdiri, Bong Chandra mempersiapkan dahulu konsep, mulai dari cerita fiksi restoran ini. Diceritakan di Hongkong tahun 1967, ada 2 orang sahabat bernama Bong dan Kim yang terpisah karena Kim harus mendekam di penjara akibat kesalahan yang tidak dilakukannya. Kesetiaan Bong sebagai sahabat  membuatnya rela menemani Kim di penjara dengan menjadi koki dapur di penjara tersebut.

Masakan Bong terbukti enak, membuat 3 buronan Lee, Ming, Ken yang paling dicari menyerahkan diri.  Sejak itu  banyaknya orang yang menyerahkan diri karena mengetahui masakan koki dapur penjara enak, pemerintah memutuskan menutup penjara tersebut dan membuka restoran Bong Kopitown. Nuansa penjara inilah yang menjadi daya tarik terbesar resto Bong Kopi Town selain  menu makanannya tentu saja.

Ditantang dengan voucher

Menu resto yang dibuka pada November 2012 resto ini memiliki citarasa turun temurun ala Cina Peranakan. Resepnya  diambil dari menu beberapa daerah seperti Singkawang dan Medan. Citarasa masakan rumahan kental terasa, karena diolah secara tradisional. Sekalipun makanan cina, rasa yang ditawarkan disesuaikan dengan lidah orang Indonesia.

Harga yang dipatok pun  terbilang cukup murah,  dengan kisaran harga Rp 6.000- Rp 35.000/porsi. Untuk menarik perhatian pelanggan, menu ditulis dalam lembaran  seperti koran dilengkapi dengan cerita fiksi berdirinya Bong Kopitown. Kategori menunya diberi nama  unik, seperti  main menu, menu berdua, kongkow menu, drinks desserts, dan menu buronan. Menu andalannya antara lain nasi penjara, ote-ote, ice choco peanut, choi pan, dan classic HK toast.

Keunikan lain  yang tidak ditemui di restoran lain,  Bong Kopitown  punya menu andalan yang dilombakan. Menu tersebut yaitu spicy rendang noodle memiliki level kepedasan sampai 12. Levelnya ada se kiak, moyung, mei kuan shi, an lat, mo li jiu, bo tahan, sao het, lihai, sen cin ping, bohwat, auban, dan amsyong.  Tamu  yang memesan menu tersebut diberi tantangan untuk menghabiskan makanan level 12 dalam waktu 10 menit. Kalau  berhasil akan mendapatkan hadiah voucher senilai Rp 40.000. “Kalau customer berhasil, kita semua teriak ‘Amsyong’ yang menandakan menang dan mendapatkan voucher tersebut,” terang Vania semangat.

Dengan jam buka  mulai pukul 06.00 pagi- pukul 12.00 malam, Bong Kopitown memiliki target pasar yang berbeda-beda sesuai  waktu operasionalnya. Pada pagi hari didatangi lansia yang ingin sarapan dimsum, siang hari banyak anak sekolahan atau orang tua  untuk makan siang, siang menjelang sore pekerja kantoran meeting di resto, sedangkan malam hari sebagai tempat nongkrong anak muda. Tempat ini memiliki 2 lantai. Biasanya lantai atas disewa acara ulang tahun, seminar, meeting, dan nonton bareng dengan big screen.  Omzet resto ini perhari bisa mencapai Rp 16 juta.

No comments:

Post a Comment